Indonesia
NovelToon NovelToon
TAWANAN MUSUHKU

TAWANAN MUSUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

ZONA DEWASA‼️
Luna seorang mahasiswa yang berkuliah di universitas elite di ibukota menyembunyikan identitasnya yang seorang putri tunggal dari pengusaha yang diambang kebangkrutan, dia pun melarikan diri dari rumahnya karna hendak di jodohkan.
Di kampusnya ia jatuh cinta dengan Adrian Xander Mahasiswa terpopuler di universitas Legacy.
Namun secara tidak sengaja Luna mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya terikat dengan Moreno Xander yang juga merupakan saudara tiri Adrian
Apa yang akan terjadi pada kehidupan Luna setelah dia dihadapkan dengan dua Xander bersaudara???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sore itu, Luna berjalan gontai menuju gerbang utama karena jam kuliah akhirnya selesai. Rencananya sederhana: menyetop taksi online, lalu merayap kembali ke apartemen "minimalis" alias kumuhnya demi meluruskan punggung.

​Namun, tepat beberapa meter sebelum mencapai gerbang, langkah Luna mendadak membeku.

​Sebuah mobil van hitam mengkilat berhenti tepat di depan kampus. Tak lama, beberapa pria bertubuh tegap dengan seragam serba hitam melangkah turun. Mereka tampak celingak-celinguk dengan pandangan menyisir, dengan jelas sedang memburu keberadaan seseorang.

​Luna yang sangat familiar dengan potongan rambut dan postur intimidatif pria-pria itu refleks mundur beberapa langkah. Jantungnya serasa merosot ke tumit.

​"Alamak... Itu kan anak buahnya Papa! Pasti mereka lagi nyariin gue!" gumamnya panik.

​Tanpa membuang waktu, Luna melesat menyembunyikan diri di balik pot bunga bonsai rimbun yang ada di dekat koridor, berpura-pura menyatu dengan dedaunan sambil terus memantau situasi dengan mata membelalak.

​Sementara itu, tak jauh dari posisi Luna berdiri, Moreno baru saja melangkah keluar dari ruang dekan. Langkah santainya terhenti saat matanya menangkap tingkah ajaib seorang cewek yang sedang mengendap-endap di balik tanaman bak buronan internasional.

​Sudut bibir Moreno langsung terangkat, membentuk seringai miring yang berbahaya.

​"Sepertinya ada yang nggak beres sama si Cewek Gila itu," batin Moreno heran melihat ekspresi horor di wajah Luna.

​Tanpa mengalihkan pandangan, Moreno merogoh saku jaket kulitnya, mengeluarkan ponsel, lalu mengetik panggilan cepat ke seseorang.

​"Halo. Gue mau lo cari tahu semua data tentang cewek bernama Luna Damaris. Sekarang," perintah Moreno singkat sebelum menutup telepon.

​Ia menyandarkan bahunya ke pilar koridor, tetap mengamati Luna yang makin merapat ke pot bonsai demi menghindari kejaran para pengawal berseragam itu. Sebuah tawa tipis yang dingin lolos dari bibirnya.

​"Urusan kita belum selesai, Cewek Gila... Dan nggak bakal pernah selesai."

Hampir sejam berlalu, dan Luna masih setia meringkuk di balik pot bonsai. Parahnya lagi, para pengawal berseragam itu sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda bakal menyerah.

​"Ya ampun, kapan perginya sih mereka?" gerutu Luna pelan sambil mengusir nyamuk yang asyik bersarang di lengannya. "Kakiku udah pegal banget, badan bentol-bentol, perut juga udah demo minta diisi... Sial amat sih hari ini!"

​Luna terus menyumpah serapah dalam hati. Namun, setelah kesabarannya nyaris habis, dewi keberuntungan akhirnya berpihak padanya. Pria-pria bertubuh tegap itu terlihat saling berbisik, lalu berbalik arah dan melangkah masuk kembali ke dalam van hitam. Tak lama, mobil itu melaju pergi meninggalkan area kampus.

​"Leganya..." Luna mengembuskan napas panjang.

​Tanpa peduli image, ia langsung ambruk terduduk di atas rerumputan. Dengan wajah sewot, ia meluruskan kakinya dan memijat-mijat betisnya yang pegal luar biasa.

​"Duh, penderitaan putri yang tertukar banget ini mah," gumamnya meratapi nasib.

​Sadar situasi bisa berubah kapan saja dan para pengawal sialan itu bisa kembali melintas, Luna buru-buru bangkit.

Ia menepuk-nepuk roknya yang kotor terkena rumput, lalu bergegas melangkah lebar menuju gerbang utama sebelum ada musibah baru yang menimpanya lagi.

Baru saja Luna bernapas lega karena berhasil lolos dari pengawasan para pengawal ayahnya, suara deruman mesin motor tiba-tiba bergema keras dari arah belakang. Bukan cuma satu, tapi beberapa motor sport dengan suara knalpot yang sukses membuat telinga pekak.

​Awalnya Luna berusaha tidak peduli dan tetap berjalan. Namun, suara berisik itu makin mendekat dan mendadak mengepung sekelilingnya. Begitu Luna menoleh ke belakang, matanya membulat sempurna.

​Moreno and the gang sudah berhenti tepat di belakangnya.

​"Ya Tuhan... cobaan apalagi ini?" gumam Luna meratapi nasib.

​"Hei, Cewek Gila! Minggir, kita mau lewat!" seru Moreno dari atas motornya.

​Luna melotot menatap cowok blasteran itu. Rasa kesalnya langsung membumbung tinggi. Ini cowok kurang kerjaan banget atau bagaimana, sih? Padahal area jalan raya dan gerbang ini begitu luas, kenapa harus dia yang disuruh minggir?

​"Bule kesiangan! Mata lo picek, ya? Jalannya luas begini, memangnya lo nggak bisa lewat sebelah?" semprot Luna tanpa takut.

​"Lo mengganggu pandangan gue, jadi lo minggir sana!" balas Moreno tak mau kalah.

​Luna makin meradang. Sudah jelas Moreno memang sengaja mencari gara-gara dengannya.

​Moreno menyeringai tipis, lalu menatap Luna dari atas sampai bawah. "Atau... lo sengaja berdiri di situ gara-gara ngarep gue tawarain tumpangan, ya?"

​"Dih! Jangan kepedean! Siapa juga yang mau dibonceng cowok rese kayak lo!" balas Luna tajam sambil bersedekap.

​Mendengar penolakan mentah-mentah itu, teman-teman Moreno di sekelilingnya saling menatap lalu tertawa serempak. Ini sejarah baru: pesona seorang Moreno telak ditolak oleh seorang cewek!

​"Hei... lo...!" Moreno menunjuk Luna dengan telunjuknya, mukanya memerah menahan gengsi.

​Tiba-tiba, sebuah motor sport lain melintas membelah kerumunan itu. Saat menyadari sosok gadis yang berdiri di tengah lingkaran, pengendaranya langsung menarik rem dan berhenti tepat di samping Luna.

​Pengendara itu membuka kaca helmnya—tampaklah wajah tampan Adrian.

​"Luna? Ada apa?" tanya Adrian lembut, menatap Luna dan Moreno secara bergantian.

​Luna yang terkejut karena tiba-tiba disapa oleh sang pangeran kampus seketika merasa tubuhnya meleyot. Ekspresi galaknya menguap begitu saja.

​"Oh! Hai, Kak Adrian... Nggak ada apa-apa kok," jawab Luna manis, lengkap dengan senyuman paling ramah yang ia punya.

​Melihat perubahan sikap Luna yang drastis—dari macan galak menjadi gadis manis di depan Adrian—membuat dada Moreno makin panas.

​"Cih..." desis Moreno sinis.

​"Lo mau pulang, kan? Ayo bareng gue aja," tawar Adrian santai.

​Luna terbelalak, hampir tidak percaya dengan pendengarannya. "Ma... maksud Kak Adrian, mau ngantarin gue gitu?"

​"Iya, ayo. Jangan lama-lama, nanti diculik sama berandalan," sahut Adrian sambil melirik dingin ke arah Moreno, sengaja memancing reaksi adik tirinya itu.

​Luna menyadari ada aura ketegangan yang aneh di antara mereka berdua. Sepertinya kabar bahwa Adrian dan Moreno tidak akur memang benar adanya. Tapi demi menghindari teror Moreno yang makin aneh-aneh, menumpang Adrian adalah pilihan paling cerdas saat ini!

​"Terima kasih ya, Kak," ujar Luna bersemangat.

​Ia menerima helm cadangan yang disodorkan Adrian, mengikatnya, lalu naik ke jok belakang motor sport itu. Sebelum menarik gas dan melaju membelah jalanan, Adrian sempat melempar senyum miring nan provokatif ke arah Moreno.

Sementara itu, Moreno mengepalkan tangannya kuat-kuat. Matanya menajam bak elang, menatap kepergian motor Adrian yang membawa Luna pergi.

​"Ren, payah lo! Masa kalah setel sih sama Adrian?" ejek salah satu temannya sambil tertawa memprovokasi.

​"Diam lo! Berisik!" bentak Moreno murka.

​Dengan hati yang dongkol karna merasa sudah dipermalukan, Moreno menarik gas motor sport-nya kencang-kencang, meninggalkan area gerbang dengan suara raungan mesin yang memecah kesunyian sore.

1
piercing
novel stuck with you up tidak? kalau up lanjut aku mau baca
Meow: Halo kak terima kasih atas atensinya novel stuck with you akan update 1-2 hari lagi 🙏
total 1 replies
piercing
masih ori ga lu ren? 🐊
piercing
jangan kasih ampun! plok2 segera🌚🌚🌚
piercing
cie 🐊
piercing
semangat ya.. harus sampai ending☻️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!