Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.Gaun Pengantin Berdarah

Tiga hari setelah lamaran di aula besar itu, seluruh kota New York sudah heboh.

Berita tentang Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling ditakuti dan paling ganteng di New York yang melamar seorang pembantu pirang cantik bernama Elena Rossi tersebar di semua kalangan Mafia.

Banyak yang tidak percaya. Banyak yang iri. Dan banyak yang marah, terutama keluarga Moretti.

Di mansion De Luca, persiapan pernikahan dilakukan dengan sangat cepat. Lorenzo tidak mau menunggu lama. Dia takut kalau Elena diculik lagi atau dicelakai oleh Isabella.

"Thomas, saya mau pernikahan minggu depan. Di gereja St. Patrick yang paling besar. Undang semua keluarga Mafia yang penting. Keamanan harus 10 kali lipat lebih ketat dari biasanya!" perintah Lorenzo di ruang kerjanya.

Thomas mengangguk. "Siap Tuan Muda! Semua sudah saya siapkan! Gaun pengantin Nona Elena juga sudah datang dari desainer terbaik di Paris pagi ini!"

Di kamar utama, Elena duduk di depan cermin besar. Dia masih tidak percaya bahwa cincin berlian besar itu benar-benar ada di jarinya. Cincin lamaran dari Lorenzo.

Hari ini adalah hari fitting gaun pengantin. Gaun pengantin impian semua wanita.

Pintu kamar diketuk.

"Nona Elena, saya Maria, penjahit dari Paris. Saya datang untuk fitting gaun pengantin Nona," kata seorang wanita paruh baya dengan koper besar.

Elena mengangguk gugup. "Silakan masuk, Kak Maria."

Maria membuka koper besarnya. Di dalamnya ada gaun pengantin putih yang sangat sangat cantik. Gaun itu berkilau dengan ribuan berlian kecil, ekornya panjang menjuntai, modelnya seperti gaun putri kerajaan Eropa. Harganya pasti ratusan miliar.

"Wah... cantik sekali..." kata Elena dengan mata berbinar.

Maria tersenyum. "Tuan Muda Lorenzo memesan gaun terbaik untuk Nona. Katanya Nona harus terlihat seperti ratu di hari pernikahan nanti."

Elena berdiri dan Maria membantu Elena memakai gaun itu. Gaun itu sangat pas di tubuh Elena yang langsing. Membuat Elena terlihat seperti bidadari.

Ketika Elena melihat dirinya di cermin, dia menangis terharu.

"Apakah ini benar-benar saya? Apakah saya pantas memakai gaun seindah ini?" bisik Elena.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dengan keras.

Lorenzo masuk dengan wajah panik. Di belakangnya ada Thomas dengan wajah tegang.

"Elena, jangan pakai gaun itu dulu!" teriak Lorenzo.

Elena kaget. "Kenapa Tuan? Gaunnya tidak cantik?"

Lorenzo menarik tangan Elena menjauh dari gaun itu. Dia menatap gaun pengantin putih itu dengan tatapan curiga. Tato naga di lehernya terlihat menegang.

"Thomas, cek gaun itu!" perintah Lorenzo.

Thomas memakai sarung tangan hitam dan memeriksa gaun pengantin itu dengan sangat teliti. Dia memeriksa setiap lipatan, setiap berlian, dan setiap bagian dalam gaun.

Tiba-tiba Thomas menemukan sesuatu di bagian dalam gaun, tepat di bagian punggung yang akan menempel langsung ke kulit Elena.

Ada sebuah jarum kecil yang sangat tajam dengan cairan aneh berwarna hijau di ujungnya. Jarum itu disembunyikan di antara jahitan gaun, sangat sulit terlihat kalau tidak diperiksa dengan teliti.

"Ya Tuhan! Tuan Muda, ada racun!" kata Thomas dengan suara panik.

Lorenzo langsung marah besar. Matanya merah. Dia mengambil jarum beracun itu dan membanting vas bunga di dekatnya sampai pecah.

"SIAPA! SIAPA YANG BERANI TARUH RACUN DI GAUN PENGANTIN CALON ISTRI SAYA!" bentak Lorenzo dengan suara yang sangat keras sampai seluruh mansion terdengar.

Elena ketakutan dan langsung memeluk Lorenzo. Tubuhnya gemetar. "Tuan... saya takut..."

Lorenzo memeluk Elena dengan erat. "Jangan takut, Elena. Untung saya curiga. Tadi pagi saya dapat info dari mata-mata saya di keluarga Moretti, katanya Isabella menyuap salah satu penjahit untuk menaruh racun di gaun kamu. Racun yang bisa membuat kulit kamu hancur dan gatal seumur hidup. Dia mau kamu tidak cantik lagi di hari pernikahan."

Elena menangis. "Isabella... kenapa dia sangat membenci saya... apa salah saya..."

Lorenzo menghapus air mata Elena. "Bukan salah kamu, Elena. Salah saya. Saya yang membuat Isabella terobsesi dengan saya. Tapi saya janji, saya akan buat dia menyesal sudah berani menyentuh gaun kamu."

Lorenzo menelepon seseorang.

"Halo, Marco. Bawa Isabella Moretti ke gudang pelabuhan sekarang juga. Jangan lukai dia dulu, saya mau bicara dengannya sendiri. Dan pecat penjahit yang tadi bawa gaun ini, masukkan ke daftar hitam Mafia New York, jangan pernah kasih dia kerja lagi!" perintah Lorenzo dengan suara dingin.

Sore harinya, di gudang tua di pelabuhan New York yang sepi, Isabella duduk di kursi dengan tangan terikat. Wajahnya yang cantik masih mulus, tapi dia sangat ketakutan. Di depannya berdiri Lorenzo dengan jas hitamnya, tato naga di lehernya terlihat sangat menyeramkan di bawah lampu gudang yang redup.

"Lorenzo... lepasin aku... aku bisa jelasin... aku tidak tahu apa-apa tentang racun itu..." kata Isabella dengan suara gemetar.

Lorenzo berjalan mendekati Isabella dengan langkah pelan tapi mengintimidasi.

"Isabella, saya sudah bilang berkali-kali, jangan pernah sentuh Elena. Tapi kamu tidak dengar. Kamu taruh racun di gaun pengantinnya. Kamu mau hancurkan wajah dan tubuh calon istri saya," kata Lorenzo dengan suara pelan tapi setiap kata-katanya terdengar seperti ancaman kematian.

Isabella menangis. "Aku... aku hanya cemburu, Lorenzo! Aku mencintai kamu! Sejak kecil aku dijodohkan dengan kamu! Seharusnya aku yang jadi Nyonya De Luca, bukan pembantu murahan itu!"

Lorenzo berjongkok di depan Isabella. Dia menatap mata Isabella dengan tatapan dingin.

"Cinta? Kamu sebut itu cinta? Cinta tidak akan pernah mencoba membunuh orang yang dicintai oleh orang yang kamu cintai. Kamu tidak mencintai saya, Isabella. Kamu hanya mencintai harta dan kekuasaan keluarga De Luca," kata Lorenzo.

Lorenzo berdiri dan berbalik.

"Thomas, saya tidak mau lihat Isabella di New York lagi. Kirim dia ke Italia, ke rumah bibinya yang di desa terpencil. Sita semua kartu kreditnya, semua mobilnya. Biarkan dia merasakan hidup susah tanpa uang. Dan bilang ke Don Roberto Moretti, kalau dia masih berani sentuh Elena sekali lagi, saya akan hancurkan seluruh keluarga Moretti," kata Lorenzo dengan tegas.

Thomas mengangguk. "Siap Tuan Muda!"

Isabella berteriak histeris. "TIDAK! Lorenzo jangan! Aku tidak mau ke Italia! Aku mau di New York! Lorenzo!"

Tapi Lorenzo sudah pergi keluar dari gudang tanpa menoleh lagi.

Malam harinya di mansion, Elena masih duduk di kamar dengan gaun pengantin beracun itu tergeletak di lantai. Dia masih trauma.

Lorenzo masuk ke kamar dengan membawa kotak besar baru.

"Elena, lihat," kata Lorenzo.

Elena membuka kotak itu. Di dalamnya ada gaun pengantin baru yang jauh lebih cantik dari yang tadi. Gaun itu putih bersih dengan ekor yang lebih panjang, bertabur berlian asli yang berkilau seperti bintang. Gaun itu dibuat langsung oleh Lorenzo dengan desainer pribadinya, tanpa lewat tangan orang lain, jadi pasti aman.

"Gaun ini saya jaga sendiri dari Paris tadi siang. Tidak ada yang menyentuhnya selain saya dan desainer kepercayaan saya. Jadi aman, tidak ada racun. Kamu mau coba?" tanya Lorenzo dengan lembut.

Elena mengangguk pelan. Dia memakai gaun pengantin baru itu. Gaun itu sangat pas dan sangat cantik. Jauh lebih cantik dari gaun sebelumnya.

Lorenzo menatap Elena dengan mata berbinar.

"Kamu cantik sekali, Elena. Seperti bidadari yang turun dari langit untuk saya," bisik Lorenzo.

Elena tersenyum malu. Untuk pertama kalinya setelah kejadian racun itu, dia tersenyum lagi.

Lorenzo mendekati Elena dan memeluknya dari belakang. Dia mencium rambut pirang Elena yang wangi.

"Minggu depan, kamu akan menjadi Nyonya De Luca dengan gaun ini. Dan tidak ada siapa pun, bahkan Isabella sekalipun, yang bisa menghentikan pernikahan kita," kata Lorenzo.

Elena mengangguk dan bersandar di dada Lorenzo.

"Saya percaya sama Tuan Lorenzo. Naga pelindung saya," kata Elena pelan.

Di luar mansion, mobil hitam Don Roberto Moretti terlihat pergi meninggalkan New York dengan kecepatan tinggi. Don Roberto sadar bahwa dia sudah kalah. Putrinya sudah dibuang ke Italia, dan Lorenzo sudah semakin kuat dengan Elena di sampingnya.

Tapi di dalam hatinya, Don Roberto masih menyimpan dendam yang lebih besar.

"Pernikahan itu tidak akan berjalan lancar, Lorenzo De Luca. Saya masih punya rencana terakhir," bisik Don Roberto sambil menatap mansion De Luca dari kejauhan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!