pria itu menggunakan jas hitam yang mahal.
bukan kah itu wajah tua yang penuh harapan?..dari panti jompo?..dari titik mana pun dalam dimensi ruang dan waktu makhluk yang berdiri di hadapannya ini mengharapkan keajaiban datang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Lusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 [Masih gagal lagi]
dengan penuh keyakinan bahwa saya akan menemukan jawaban dari misteri tersebut ahir nya saya berangkat menuju pesantren,namun di tengah perjalanan saya mengalami kendala ban mobil saya bocor.
sendiri dalam sepi tak ada satu pun yang menyapa seakan ini sudah resiko saya harus dorong mobil saya sendiri.
di tengah lelah saya karena harus mendorong mobil sampai tempat tambal ban ada seseorang yang menyapa dan ia bertanya.
"maaf tuan kalau boleh tau tuan mau kemana?..."
tanyanya seakan basa-basi atau ingin membantu atau hanya ingin tau?..saya pun tidak tau,namun dengan penuh kepercayaan bahwa dia adalah orang baik ahir nya saya menjawab.
"sebenarnya saya mau pergi ke pesantren yang pengasuhnya adalah kiyai haji Muhamad Makruf,tapi sayangnya ban mobil saya bocor jadi saya harus menunggu untuk beberapa saat setelah ban mobil saya selesai di perbaiki baru saya bisa melanjutkan perjalanan".
lalu orang tersebut menatap saya dengan penuh senyuman seakan dia sudah mengenal saya begitu cepat.
wajahnya tampak berwibawa dan senyum yang di pancarkan tampak dangat baik dan juga penuh dengan kemurahan hatinya dan ternyata dia memiliki niat baik untuk menolong saya.
sungguh tidak sopan nya saya telah berfirasat tidak baik kepadanya.
ternyata dia adalah salah satu anggota dalam pesantren tersebut.
"maaf tuan jika tuan tidak keberatan boleh saya bantu?...anda boleh menumpang mobil saya untuk sampai di pesantren dengan tepat waktu".
tawarnya dengan penuh kemurahan hati,lalu bagai mana saya bisa menolak tawarannya di satu sisi saya harus menunggu mobil saya untuk di perbaiki dan saya harus merelakan waktu untuk bertemu kiyai haji Muhamad Makruf terlewatkan dan di sisi lain saya harus meninggalkan mobil saya agar saya dapat bertemu dengan beliau.
sejenak saya berfikir dan mencoba untuk mengambil satu keputusan yang mungkin keputusan yang saya ambil itu yang menurut saya benar.
"apakah jika saya menumpang kepada bapak tidak merepotkan bapak?..."
tanya saya,takut jika saya terlalu merepotkan banyak orang.
jika iya benar tidak merasa di repot kan tentu saya harus tau apa maksud baiknya kepada saya.
di zaman seperti saat ini saya harus waspada kepada siapa pun,meski saya tau beliau memiliki niat baik,tapi tidak ada salahnya kita harus hati-hati.
"tidak sama sekali tidak merepotkan tuan,kebetulan saya juga adalah anggota dalam pesantren jika anda berkenan mari ikut saya".
jelasnya yang cukup singkat dan mudah di terima nalar.
tanpa berfikir panjang pun saya sudah mengerti keputusan apa yang harus saya ambil dan kemungkinan besar ini adalah keputusan yang paling tepat untuk hari ini agar saya cepat sampai ketempat tujuan utama saya.
hari semakin panas yang tadi nya mentari pagi bersahabat dan memberi kehangatan di tubuh ini kini kian lama kian panas terasa.
seharusnya saya sudah nyampe dari tadi sekarang masih harus berjuang melalui jalanan yang kian tidak ada ujungnya.
"baik...pak saya ikut".
jawab saya dengan penuh keyakinan.
lalu kami menuju pesantren,setibanya saya di sana saya di sambut oleh Azizi seperti hari kemarin.
"mas furqon datang lagi?.."
tanyanya,lalu di sahut oleh bapak yang bersedia memberi saya tumpangan tadi.
"loh nak,,kamu kenal dengan tuan ini?.."
tanya bapak heran,,
"iya pak,,dia ini namanya mas furqon dan dia datang kemari karena ada keperluan sama abah".
saya menatap bapak itu dengan senyuman.
beliau tampak terheran-heran.
lalu saya bertanya kembali kepada Azizi prihal abah.
"dek apakah abah nya ada?..."
"tadi sih ada mas,tapi kalau sekarang saya tidak tau,,,kalau mas pengen tau abah ada di rumah atau tidak silahkan mas datang ke kantor yang dekat dengan rumahnya abah".
tegasnya,,,lalu saya bergegas untuk memasuki kantor tersebut dan di dalam kantor tersebut berdiri lah seorang wanita yang memiliki paras yang sangat cantik,hampir saja saya lupa tujuan utama saya datang kemari apa.
saya menyangkan bahwa dia lah wanita yang ada dalam mimpinya.
"Assalamualaikum...maaf ukhti saya ingin bertanya,,,apakah abah nya ada?.."
tanya saya gugup dan sekaligus campur dengan rasa takut,karena posisi dalam kantor hanya ada saya dan perempuan tersebut.
saya takut jika nanti kedatangan saya ini justru membuat salah faham dan menimbulkan fitnah,tapi untungnya perempuan tersebut mengerti mengapa nada suara saya gemetar.
lalu ia membawa saya di ruangan terbuka yaitu di serambi masjid dengan jarak yang agak jauh kami mulai percakapan.
"maaf sebelum nya apakah tuan sudah ada janji dengan abah?...dan apakah tuan sudah menghubungi abah bahwa anda akan datang hari ini?.."
tanyanya dengan nada rendah dan suara yang sangat lembut.
"em maaf emang kalau mau ketemu dengan abah harus membuat janji dulu dan menghubungi abah terlebih dulu?..."
tanya saya kembali dengan penuh gemetar dan terasa tubuh sudah berkeringat,karena harus menahan malu.
"sebenarnya tidak seperti itu juga,tapi untuk ahir-ahir ini abah selalu banyak kegiatan dan jarang berada di dalam pesantren,jadi jika ada yang ingin bertemu dengan abah sebaiknya membuat janji terlebih dahulu agar nantinya tidak ada yang merasa kedatangannya dan waktunya terbuang sia-sia".
jelasnya dengan detail agar saya dapat faham tata cara ingin bertemu abah dalam ke adaan abah sedang banyak kegiatan atau banyak kesibukan dalam luar pesantren.
dengan malunya saya berpamitan pulang dan esok harinya saya akan kemari lagi dengan cara saya harus membuat janji dulu dengan abah.
"terimakasih kalau begitu,,,boleh saya minta no nya abah?...agar saya dapat dengan mudah membuat janji dengan beliau?..."
lalu perempuan itu menyodorkan selembar kertas yang berisi nomor telepon dan juga nama-nama hari yang dapat di gunakan untuk membuat janji.
setelah saya mendapatkan selembar kertas lalu saya memutuskan untuk pulang dan menjemput mobil saya yang sedang ganti ban.
"terimakasih...permisi ukhti Assalamualaikum"
" wa alaikum salam "
jawabnya dengan suara khas nya yang membuat saya terpesona.
kembali kini saya harus berjalan mencari taksi untuk dapat mengantarkan saya ke tempat di mana mobil saya di perbaiki,namun sialnya susah beberapa lama saya menunggu tidak ada taksi yang lewat.
terpaksa saya harus berjalan kaki sejauh satu kilo.
di temani oleh sinar matahari dan juga bebatuan dan kerikil di jalan,namun kaki ini tidak di perkenankan untuk berhenti melangkah hingga sampai ketempat tujuan.
setelah sampainya saya di tempat bengkel ternyata mobil saya baru saja mau di tangan i sebab terlalu banyak antrian dan akhirnya saya harus menunggu.
di tengah saya menunggu,tak terasa saya terlelap dalam tidur saya di atas kursi tempat penggunaan.
setelah nunggu sampai ketiduran selang beberapa saat mobil saya sudah selesai di perbaiki.