Indonesia
NovelToon NovelToon
Dear, Dolls!

Dear, Dolls!

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Supernatural / Rumahhantu / Mata Batin / Kutukan / Kumpulan Cerita Horror / Tamat
Popularitas:109.7k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 5~
Emma Chisela tak menyangka bila kehidupan nya sebagai nanny, pengasuh anak akan berubah, saat ia menerima tawaran pekerjaan yang dipromosikan oleh pesaing abadi nya, Mei Chan.
Tadinya Emma mengira, pekerjaan mengurus dua anak dari seorang mommy single parent itu, akan membantu nya menjadi cepat kaya. Karena gaji yang ditawarkan oleh Ibu Sofia, majikan baru nya itu terbilang sangat besar.
Tapi, saat Emma bertemu dengan dua anak yang harus diasuh oleh nya, Emma sangat sangat terkejut.
Ternyata Emma harus mengasuh sepasang boneka anak-anak yang diinangi oleh arwah!
Emma tak bisa mundur dari pekerjaan nya itu! Dan ia pun tak bisa juga kabur!
Kengerian dan ketakutan pun harus dihadapi oleh Emma pada hari-hari nya kemudian. Terutama saat ia merasa terancam akan dijadikan tumbal bagi boneka arwah yang ketiga!
~list soundtrack tuk novel ini:
1. "Kabut Putih" by Mel di eps. 1
2. "Aku di sini Untuk mu" by Mel di eps. 74
3. "No more Reason" by Mel di eps. 78

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasihat Mama

"Emma? Kamu sudah pulang?" Sapaan dari Retno (ibu Emma) seketika mencairkan kristal bening yang sudah Emma tahan sejak beberapa jam terakhir.

Gadis itu pun seketika menghamburkan diri nya ke tubuh renta sang Mama.

"Mama!" Emma pun menangis tersedu-sedu.

Retno terkejut bukan main saat putri satu-satu nya itu pulang pagi dan bersikap tak wajar.

Dengan sabar, Retno pun menuntun bahu Emma hingga mereka berdua duduk di atas sofa ruang tamu.

"Kamu kenapa, Emm? Cerita ke Mama, Sayang?" Tanya Retno membujuk.

"Emma.."

Tanpa babibu lagi, Emma pun menceritakan semua pengalaman nya selama dua hari terakhir. Selesai bercerita, Retno pun memberikan komentar nya.

"Kamu.. yakin soal dua boneka setan itu, Emm? Atau jangan-jangan itu cuma halusinasi kamu aja? Soalnya kamu kan suka nonton yang seram-seram. Mama tahu loh kegemaran mu itu. Mama sering kedengaran suara hp kamu pas lihat film seram," komentar Retno.

"Enggak, Ma! Emma serius banget! Itu boneka memang ada setan nya jadi bisa gerak sendiri. Bawa pisau sendiri. Nih bukti nya, tangan Emma berdarah kan?" Ujar Emma dengan air mata yang masih berlinang.

Retno menatap Emma selama beberapa saat lagi. Dan Emma menyadari arti tatapan Mama nya itu.

Jelas sekali kalau sang Mama tak mempercayai cerita nya tentang boneka arwah.

"Ya sudah. Sekarang kamu istirahat dulu aja. Oh ya, terus hp sama barang-barang kamu ditinggalin di sana gitu?" Tanya Retno lagi.

Dan Emma pun tersentak kaget. Ia baru teringat dengan semua barang pribadi nya itu.

"Duh! Iya, Ma! Gimana ini?" Emma terlihat bingung sekaligus panik.

"Ya diambil lah, Emm!" Seru Retno.

Emma mendadak melebarkan kedua mata nya. Pertanda ia masih terlalu ngeri untuk melakukan usulan dari sang Mama.

"Ya sudah. Jangan dulu deh. Kamu istirahat aja dulu. Nanti kalau kamu sudah merasa baikan, kamu bisa ke sana lagi untuk ambil barang-barang kamu," tutur Retno dengan usulan yang lain.

Emma masih melotot ngeri. Sama sekali tak terpikir di benak nya untuk pergi kembali ke villa Grand hill itu.

'Dih! Amit-amit deh ke sana lagi! Gak bakal aku mau pergi ke rumah setan itu lagi! Ini aja bisa bebas gini udah alhamdulillah banget!' seru Emma dalam hati.

"Sudah sana, kamu ganti baju dan istirahat. Kamu udah shalat subuh. Belum?" Tanya Retno mengingatkan.

"Belum, Ma.. tapi Emma masih M kok.." sahut Emma terburu-buru.

"Oh.. ya sudah. Sebentar ibu buatkan nasi goreng ya buat kamu. Kamu pasti lapar kan?"

Retno pun berlalu ke dapur. Meninggalkan Emma yang duduk meringkuk di atas sofa.

Sekembalinya Retno dari dapur, ia dibuat heran karena melihat Emma yang masih sama seperti penampilan nya ketika awal datang tadi.

"Kamu belum ganti baju, Emm? Bukan nya bersih-bersih dulu. Anak gadis itu harus bisa jaga kebersihan diri, M. Apalagi kamu sekarang lagi haid kan?" Retno mengingatkan Emma.

"Nanti aja lah, Ma. Emma mau makan aja dulu," tutur Emma yang langsung meraih piring berisi nasi goreng dari tangan sang Mama.

Sayang nya Retno bergegas menjauhkan piring tersebut dari jangkauan tangan Emma.

"Minimal cuci tangan sama kaki kamu dulu, Emm.. cuci muka juga sekalian. Gimana gak diikutin sama hantu coba, kalau kamu nya jorok begitu!" Tegur Retno terlihat mulai kesal.

"Ihh.. Mama kok ngomong nya gitu sih? Jangan ngomong gitu dong, Ma. Gimana kalau setan nya beneran ngikutin Emma ke sini?! Kan ngeri..!" Emma mengajukan protes. Mata nya mulai dilirikkan ke sana kemari dengan gelisah.

"Biarin aja! lagian kamu nya juga sih gak bisa jaga kebersihan sendiri. setan kan senang sama yang kotor-kotor, Emm!" tegur Retno kembali.

"Mama! Emma beneran takut ini.. jangan ngomong soal setan lagi dong, Ma!" Emma mengajukan pinta..

"Atuh maka nya, dengerin kata Mama, dong! Lagian ini bukan cuma kata Mama lho, Emm! Ini kata Bu ustadzah Harisah! Katanya kalau habis ke mana-mana tuh harus langsung cuci kaki, cuci tangan, cuci muka. Jadi makhluk halus yang ketemu di jalan langsung pada pergi," Retno menasihati.

"Udah gitu ingat juga untuk baca bismillah atau ucap salam pas masuk rumah. Atau baca bismillah setiap buka dan tutup pintu. Jadi kita selalu dalam perlindungan Allah. Ikutin dong nasihat nya, Emm! Udah dibilangin berkali-kali juga!" Lanjut Retno menasihati.

"Iya, Ma.. jadi nasi goreng nya, Ma? Emma laper.." ucap Emma mengiba.

"Cuci tangan dulu sana!" Titah Retno mendesak.

"Hhh.. iya. Iya. Emma cuci tangan.."

Sayang nya, ketika Emma berdiri, Retno melihat sesuatu yang mencengangkan di belakang Emma.

"Ya ampun, Emm! Itu darah kami sampai tembus gitu. Bersih-bersih dulu deh sana! Sekalian ganti baju! Anak cewek kok gak bisa jaga kebersihan diri sendiri!" Retno kembali mengomel panjang lebar.

Emma tersadar kalau ia tadi sudah melepas jaket Reno. Jadi Mama nya tentu lah bisa melihat selai merah nya yang merembes di bagian belakang piyama nya.

Dengan hati disabar-sabarkan, Emma pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

'Kalau Mama udah ngomel begini, mending diturutin aja deh kemauan nya!'Kalau enggak, nanti urusan nya bisa panjang!' pikir Emma dalam hati.

....

Selesai mandi dan berganti baju, Emma pun akhirnya bisa mengisi perut nya yang sudah sangat keroncongan.

"Emma, Mama berangkat dagang dulu ya? Kamu gak apa-apa kan Mama tinggal?" Tanya Retno dengan dua tentengan di masing-masing tangan nya.

"Iya, Ma. Gak apa-apa. Retno mau tiduran aja dulu deh. Retno ngantuk.." sahut Emma kemudian.

"Jam segini mau tidur? Ini masih kepagian, Emm.. mending shalat dhuha atau bersih-bersih rumah. Jangan dibiasain tidur pagi, Emm. Gak baik buat kesehatan!" Tegur Retno kembali menasihati Emma.

Emma menghela napas letih baru kemudian menyahuti nasihat sang Mama.

"Iya, Ma. Emma gak akan langsung tidur deh," jawab Emma.

"Terus jangan nonton film seram lagi deh, Emm. Biar kamu pikiran nya enggak parno terus. Mending lihat kajian atau ceramah. Lebih bermanfaat dan berilmu itu!" Lanjut Retno menasihati.

"Iya, Ma.. Udah sana Mama dagang aja. Nanti keburu siang lagi!" Emma mengingatkan Retno pada waktu.

"Aduh! Iya nih. Udah jam 7. Mama keburu telat ngelapak nih. Kamu sih ngajakin Mama ngobrol terus! Udah ya! Jaga rumah baik-baik! Assalamu'alaikum!" Pamit Retno sebelum akhir nya menghilang keluar rumah.

"Wa'alaikum salam.." sahut Emma.

Segera setelah sosok Retno pergi, Emma langsung merebahkan tubuh nya ke atas sofa.

Ia lupa dengan semua nasihat sang ibu. Karena saat ini ia hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya dari memori tentang boneka arwah itu.

Tanpa sadar, dua jam pun berlalu sudah.

Dalam tidurnya, Emma terus bergerak gelisah. Ia bermimpi buruk tentang boneka arwah Sella dan Cello.

Mimpi yang benar-benar sangat buruk!

***

1
Flawppies
jadi keingat chucky
mamak e adam
akhirnya aku bisa baca karna mu lagi meli☺️☺️☺️
meli meilia: hay jg firdhaa sehat2 sllu yaa
total 1 replies
mom mimu
satu iklan mendarat kak Mell, dua bab dulu ya, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
haduh Ren, udah di cekokin miras, di cekokin ciuman gak jelas juga ya 🤦🏻‍♀️
mom mimu
aku mampir lagi kak Mell, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
kejutannya bukan di siapin oleh takdir Emm, tapi sama kak Mell yang nulis alurnya 😁😁✌🏻✌🏻
mom mimu
Cepetan pulangnya ya Emm, takut mereka keburu pada sadar kamu gak ada...
mom mimu
jadi yg nolong Emm arwahnya Susi ya... ya ampun, Susi kenapa bisa koma ya... jangan2 kerjaannya bi hara juga lagi...
mom mimu
makin penasaran sama susi...
mom mimu
itu beneran Susi bukan kak Mell, apa hantu lain yg nyamar jadi Susi?
meli meilia: iya mom.. itu ruh nya susi.. penjelasan nya menyusul ya..
total 1 replies
mom mimu
gpp ren nahan bau tubuh Sain, yg penting dapet lokasi Ema secepatnya ya 😁😅
mom mimu
bencar=bentar ✌🏻✌🏻
mom mimu
semoga ada keajaiban buat Emma...
mom mimu
kak Mell... kasih Emma penolong lah... sadis banget ceritanya ihhh... 😢😢😢 kakek Rudolf tolongi Emma nanti ya... kalo udah bahas roh aku jadi inget dia kak Mell 😅😅✌🏻
mom mimu
awas ketularan gila Emm 😁😁😅✌🏻✌🏻
mom mimu
Emma cepetan kabur aja lah, jangan lama-lama Dien di sana lagi...
mom mimu
haduhhh... bener2 di luar ekspektasi ihh bibi Hara... aku pikir dia yang dulu tolongin Emma bener2 baik, taunya dia lebih mengerikan dari para boneka arwah... 😬😬😬
Astuty Nuraeni
sumpah novel horor yang bikin aku sampe kepikiran mulu, terCello-Cello pokokna
mom mimu
dua bab dulu kak Mell, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
waduh... bibi hara kenapa jadi jahat gitu... 😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!