Indonesia
NovelToon NovelToon
Meet You Again

Meet You Again

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Cinta monyet? hais!! jika di kenang sungguh manis saat-saat pertama kali merasakan debaran cinta di dalam dada. Namun jika akhirnya tak berakhir bersama dia, sungguh pedih rasanya.

Menyerah?? tentu tidak!.

Bahkan jika perempuan manis itu pergi meninggalkan dirinya, Fatur Baskoro, tetap menunggu kembalinya sang kekasih hati. Meski tak sedikit waktu yang harus di lalui, meski tak sedikit air mata yang mengalir karena siksanya rindu, pria itu tetap menunggu dalam gelapnya cinta tak bertepi.

Sementara itu, Meysa sang gadis yang sempat pergi dari hidupnya, hidup begitu lama dalam rasa penuh penyesalan. Rindu itu sangatlah curang, meski di tepis tak sedikitpun kunjung menipis. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, cinta manis itu tak pernah memudar sedikitpun, cinta manis itu masih merapalkan mantra cinta, memeluk jiwa sang gadis dengan eratnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jumpa lagi

Musik keras mengalun lantang dari kamar Vino, sang empu sepertinya sedang bahagia saat ini. Jelas saja, sebab hari ulang tahun telah tiba.

"Bakal dapat banyak kado," pikirnya.

"Aku akan pilih kado terbaik, terus kasih ke Kaila," dasar Vino, seperti nggak modal saja mendekati neng Kaila.

Bertahun-tahun Kaila terperangkap cinta segi tiga di antara Vino dan Lian. Jika kaila menerima cinta Vino, maka Lian akan mengeluarkan jurus menghilangkan diri. Dan jika Kaila menerima cinta Lian, maka Vino akan ikut bersama keluarga jauh ke luar kota, menetap di sana dan mungkin nggak akan kembali lagi.

Jadi, demi kebaikan mereka bersama, Kaila bertahan di antara dia pemuda itu, namun dengan segala kegaduhan yang nggak ada habis-habisnya. Hampir setiap hari Lian dan Vino bertengkar, saling melempar sindirian untuk mendorong saingan cinta agar menyerah mengejar Kaila. Sayangnya, di antara mereka nggak yang sudi untuk menyerah.

Acara ulang tahun Vino di selenggarakan di sebuah cafe kekinian. Hampir semua sahabat dan kenalan Vino dia undang ke acara tersebut, tanpa terkecuali si Lian dan Fatur.

"Nggak ah, kamu kalau mau datang ya datang aja, tapi sendiri. Aku nggak ikut!," Lian menutup pintu mobil Fatur dan pergi berlalu .

"Asem! Sudah di anterin pulang, bukannya bilang terimakasih malah ngedumel," Fatur bergumam. Fatur masih menggiring Lian yang berjalan di depan menuju gerbang rumahnya .

"Besok sore ku jemput!," teriaknya masih memaksa.

"Nggak sudi!," sahut Lian.

"Kamvret! sombong banget sih!."

"Bodo amat!," sahut Lian lagi"Bweekkk?!," nggak lupa pemuda ini mengolok-olok Fatur dari belakang.

"Orang gila, otaknya miring deh sepertinya. Hmmm, aku kasih Vino kado apaan ya!," Fatur memutar mobil menuju area pertokoan, melajukan mobil dengan perlahan sembari melihat- lihat manekin berbusana pada setiap butik, barangkali ada yang cocok dengan Vino.

Sementara di kediaman Lian, seperginya Fatur dia menuju dapur dan segera membuka pintu kulkas, menyambar air dingin dan meneguknya.

"Habis berkenala ke mana kamu? pulang nggak ucap salam, minum seperti orang nggak pernah minum, sambil berdiri pula!," Vivi, mamah Lian menegur sang putra.

"Panas, mah. Nggak sempat duduk," berkilah seraya mengibas-ngibaskan kerah baju. Dengan senyum manis tentunya, agar sang mamah yang doyan mencubit ini nggak esmoni, eh! emosi.

"Ngeles terus!," tukas Vivi mendelik.

Lian cengengesan"Mamah, kalau mendelik gitu cantik deh, seperti boneka dari india. Tapi lebih cantik lagi kalau nggak mendelik mah, seperti boneka Barbie."

Vivi melempar tutup botol ke arah Lian. Hampir saja hatinya luluh karena gombalan sang putra"Dasar buaya darat,! mamah sendiri di gombalin. Btw besok si vino ulang tahun, kamu---."

"Enggak!! enggak !! enggak!!," belum selesai Vivi berbicara, Lian langsung pergi dengan dua tangan menutupi telinga. Dia sudah dapat menebak, pasti Vivi memintanya untuk hadir dalam pesta ulang tahun itu. Berbeda dengan dirinya yang nggak suka sama Vino, si mamah justru sayang banget sama tu bocah, Lian kan makin benci sama dia.

Dan Vivi, wanita paruh baya yang masih cantik ini memiliki kesabaran setipis tisu. Penolakan dari Lian sangat menyulut emosi di dalam dada"Ingat! mamah akan potong uang jajan kalau kamu nggak nurut."

"Potong aja terus," teriak Lian dari dalam kamar. Sejurus kemudian kepala pemuda itu menyembul dari balik daun pintu"Sekalian aja kepala Lian di potong juga, biar Vino bahagia!."

"Lian!! kenapa sih nggak mau akur sama Vino? kalian tu saudara!," sentak Vivi.

"Nggak suka aja, mulutnya seperti cewek," sahutnya membuka pintu kamar lebar-lebar.

"Lian!!."

"Apa sih mah, Lian heran kenapa sih mamah selalu aja belain Vino, sebenarnya anak mamah Lian apa Vino??. Atau jangan-jangan kami ketuker ya? Lian anaknya om Hermanto?."

PLETOK!!!, centong sayur mendarat di kepala Lian.

"Mahhhh!!," Lian memandang mamahnya seraya memegangi kepala.

"Hebat ya, berani ngomong begitu ya. Sini mulutnya mamah tabok, ngomong kok se-enak jidatnya."

"Galak amat sih mah, jangan-jangan dugaan Lian benar, ya?," masih mengusap kepalanya.

"Aduh! kepala Lian pusing. Sepertinya geger otak nih."

Vivi semakin geram dengan tingkat putra semata wayangnya ini"Sini mamah goncang-goncang biar semakin geger, jadi orang kok lebai banget." Sang mamah mulai melangkahkan kaki menyosong sang putra.

"Buset! ka Ros bakal ngamuk ni!," bergegas, Lian masuk ke kamar dan menguncinya rapat.

Melihat Lian sudah hilang di balik pintu"Awas ya kalau besok nggak hadir di sana, mamah jamin jidatmu bakalan ada tatonya!!," ancaman Vivi nggak main-main.

"Ya Allah," Lian memegang kening, merasa takut jika Vivi benar-benar akan melakukan hal itu.

"Apa sih pangkatnya si Vino ember itu? sampai mamah sayang banget sama dia?," Lian menggerutu.

Di tempat Kaila...

"Kasih kado apaan, ya?, entar kalau di kasih yang bagus si Lian ngambek, nggak di kasih kado bagus Vino yang ngambek." Kaila bingung dalam memilih kado untuk Vino. Gadis itu membuka-buka majalah, mungkin saja dia akan mendapatkan inspirasi dari majalah itu .

Fatur masih berada di area pertokoan. Matanya memindai beberapa baju yang di pajang di butik yang berjejer di pinggir jalan itu. Akhirnya untuk lebih mudah memilih, dia memarkir mobil dan berjalan kaki, menyusuri butik-butik. Masuk dari toko ke toko, demi hadiah terbaik untuk Vino.

"Selera fashion Vino nggak neko-neko sih, sepertinya baju itu cocok untuk dia," ucap sang hati memandang baju di butik seberang jalan.

Tanpa membuang waktu, Fatur menyeberangi jalan, dan masuk ke dalam butik. Dan benar saja, Fatur yakin baju itu selesa fashion Vino.

"Selamat datang," sambutan pramuniaga butik.

Tersenyum sekilas, Fatur masih ingin melihat-lihat, mungkin ada barang lain yang cocok di jadikan kado. Barang-barang di sana sangat bagus, sepertinya dia nggak salah memilih butik. Pilihan pun tetap pada atasan yang pertama dia lihat, saat itu melihat pramuniaga yang bertugas di bagian pakaian pria.

"Mbak, baju atasan cowok yang di manekin ada warna lain, nggak?."

Pramuniaga itu menjawab sambil membalikan badannya"Ya?."

Fatur sontak terdiam, di pandangi wajah pramuniaga itu dalam-dalam. Ya! dialah gadis yang di carinya selama 4 tahun ini.

"Mey!!," ucapnya sedikit bergetar.

"Kamu Meysa, kan? kamu Mey-mey, kan?," Fatur bahkan bertanya berkali-kali, seolah nggak percaya dengan apa yang di lihat nya.

Gadis pramuniaga itu gugup, jantungnya seakan ingin meloncat keluar"Fatur...."

Akhirnya, mereka bertemu kembali. Fatur gembira luar biasa, bahagia bukan kepalang. Dia pun terus membuntuti Mey, mengajukan bermacam pertanyaan pada gadis itu. Tapi karena sang gadis sedang bekerja, mereka jadi nggak leluasa berbincang-bincang.

"Besok malam jam sembilan, tunggu aku di depan," ujar Mey.

Senyuman kembali mengembangkan di wajah sang pemuda"Baiklah! besok aku akan datang lagi." Fatur pun keluar dari butik, masih memandangi gadis yang sangat dia rindukan di sela langkah kaki.

"Ternyata kamu di sini Mey, syukurlah akhirnya aku menemukanmu," bisiknya. Meski telah masuk ke dalam mobil, dirinya sungguh nggak rela untuk pergi. Sekedar memandanginya dari dalam mobil saja sudah sangat menggembirakan.

Menyadari Fatur belum juga pergi, Mey memberi kode untuk segera pergi dari situ.

Sambil mengangguk, Fatur meninggalkan area itu dengan perasaan lega. Penantiannya terbayar sudah.

...***Hatiku tak pernah berubah......

...Selalu saja menginginkanmu......

...Bahkan setelah bertahun-tahun terlewati......

...Aku masih saja merindukanmu***...

...****************...

To be continued...

Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗🤗🤗

Salam anak Borneo.

1
Andini
ternyata bnr Mey yang JD pendonor nya
Andini
jadi mewek AQ😭
Be___Mei: Terima kasih sudah mampir di karya lamaku ini, kak Andini 🤗. Maaf masih banyak typo dan kesalahan dalam penulisan. Semoga ceritanya nggak mengecewakan. Jika berkenan silakan mampir di cerita aku yang lainnya, ya 🤗. Semoga keberkahan selalu bersama kita.
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Nurlela Nurlela
typo kakal
Nurlela Nurlela
tegur seraya jovana >>> tegur jovana seraya🙏🙏
Nurlela Nurlela
bau koq bisa keliatan mbak? 🤭
Be___Mei: candaan mereka aja itu kak 🤭🤭
total 1 replies
Nurlela Nurlela
typo hari
Elisabeth Ratna Susanti
sip 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Nurlela Nurlela
cucu bukan cucuk
beda arti lg itu😢
Be___Mei: kwkwkw typo kak lela 🤭🤭
total 1 replies
Nurlela Nurlela
gaji bukan gajih
itu udah beda artinya🙏🙏
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Nurlela Nurlela
mamu???
Nurlela Nurlela
pemirsa bukan pemirsah🙏🙏
Nurlela Nurlela
nasi atau nasib? 🤭
Nurlela Nurlela
kelapa? 🤭🤭🤭
Nurlela Nurlela
gontai bukan gontay
Nurlela Nurlela
dia pel >>> dipel
Nurlela Nurlela
villa atau village?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!