Sama-sama memiliki perasaan namun terhalang karena dua keluarga saling memendam dendam satu sama lain..akankah kisah cinta mereka dapat bersatu meski banyaknya masalah yang dihadapi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep_8..Cukup Hangat.
"Silahkan dokter,mereka ada di dalam kamar tuan Sethen" kata sang bodyguard sambil membuka kan pintu kamar Sethen.
"Hah,mereka.. maksudnya apa?" batin dokter Carter karena bingung mendengar ucapan bodyguard tadi.
Dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar Sethen yang dulu sering dia kunjungi bahkan pernah dia tiduri juga..Setelah masuk tampak sebuah pemandangan langka dapat dia lihat jelas dengan mata kepala nya sendiri.
Langka, mengejutkan namun mengerikan juga bagi nya..dimana di dalam sana tampak seorang tuan Andreas Faminoff dan tuan Reindar Adamenko dapat berdiri berdampingan bahkan satu atap bersama tanpa pertumpahan darah.
'Nasib buruk apa yang telah terjadi tuhan' batin dokter Carter sambil berjalan dengan pelan sambil melewati dua pria kejam dengan wajah yang begitu tampak tegang sekali di penglihatan nya.
Sekilas saat di depan kedua pria itu,dokter Carter mengangguk sebagai tanda hormat pada kedua orang itu..mereka juga menatap dokter Carter yang memang baru datang tadi.
"Masuk lah, Sethen menunggumu" kata tuan Andreas dengan suara dingin nya dan hanya di jawabi anggukan oleh dokter Carter.
Dokter Carter langsung masuk dan berjalan menuju ranjang dimana dia bisa melihat seorang wanita tengah terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang milik Sethen,kondisi nya seperti nya parah tampak sekali wajah nya begitu pucat..dokter Carter pun berjalan semakin mendekati sahabat nya Sethen dengan rasa penasaran yang membuncah.
"Hey,siapa dia?" tanya dokter Carter pada Sethen yang kini tengah duduk di sisi ranjang sambil mengusap wajah Marion.
"Tollol..apa kau buta sehingga tidak mengenali nya..dia itu dokter Marionna Adamenko..bukan kah kau sangat ngefans dengan nya...bodoh" jawab Sethen dengan kesal namun tatapan nya tak teralihkan dari wajah Marion yang masih tampak pucat.
Dokter Carter hanya bisa nyengir karena dia tak mengenali idola nya sendiri..dia lalu mulai memeriksa keadaan Marion dengan amat sangat hati-hati karena bisa saja dia membuat kesalahan lalu sebuah peluru bisa saja tiba-tiba mendarat di kepala nya.
Setelah memeriksa keadaan Marion..dokter Carter menunjukkan ekspresi cemas juga takut untuk menyampaikan informasi yang dia dapat.
"Hey dia hanya kurang asupan nutrisi dan juga dehidrasi..tapi apa kau tau bahwa dia sedang hamil, Seth?" kata dokter Carter dengan wajah cemas nya sekaligus tidak percaya bahwa dokter terkenal sekelas Marion Adamenko bisa hamil tanpa suami.
Jelas saja karena dia begitu mengagumi dokter Marionna..bagi nya sosok Marion sangat mengagumkan selain dia jauh dari skandal apapun hidup mau juga aman dan bersih juga tak tersentuh oleh hukum..citra nya sangat baik.
"Aku yang membuat nya hamil saat dia sedang mabuk" kata Sethen datar tanpa ekspresi menjawab pertanyaan sahabat nya.
"Kau..sialann kau, bisa-bisa nya kau merusak wanita hebat yang menjadi idolaku Sethen..apa selama ini kau kekurangan pellacur hingga kau harus menyakiti nya juga hah..bajjingan kau brengsekk" teriak dokter Carter sambil melayangkan beberapa pukulan di wajah pria itu.
Dokter Carter kali ini tampak sangat marah dan tak lagi bisa menahan diri dari emosi nya saat mendengar bahwa idola nya telah di sakiti oleh sahabat nya sendiri..baru kali ini dokter Carter juga berani memukul Sethen pria yang sangat dekat dengan nya sejak dulu.
Kali ini dia tidak bisa mentolerir ulah sahabat nya,jika sebelum nya dokter Carter tidak akan perduli siapa wanita yang Sethen jadikan pemuas nafesu nya karena bagi nya Sethen hanya akan mencari jallang untuk dia jadikan penghangat ranjang nya saja.
Tampak Sethen hanya diam dan menyentuh bekas pukulan dari sahabat nya..dia tak membalas atau pun marah pada sahabat nya itu..dia hanya merasa jika dia pantas untuk mendapatkan pukulan atau bahkan lebih dari siapapun karena dia memang bersalah pada Marion.
Dia anggap pukulan mereka adalah hukuman untuk nya..lagi dan lagi,sebuah penyesalan kembali menguap di hati nya..dengan tanpa ragu Sethen menyentuh jemari Marion yang masih terbaring tak sadarkan diri di depan nya. dia kecup punggung tangan wanita itu dengan mata yang sudah berair.
"Apa Marion akan baik-baik saja..apa yang harus ku lakukan Carter?" tanya Sethen dengan suara bergetar dan wajah yang begitu tampak sedih.
"Dia akan baik-baik saja dan hentikan tingkah menjijikan mu itu..aku akan memberikan nya infus agar kondisi nya lebih baik" kata dokter Carter dengan tatapan kesal nya lalu keluar dari kamar itu.
Dokter Carter mengambil beberapa peralatan medis yang dia butuhkan,memang di rumah itu ada ruangan khusus untuk menyimpan peralatan medis karena untuk berjaga-jaga saja..maklum pekerjaan Sethen tidak lah aman dan jauh dari bahaya..pekerjaan Sethen adalah selalu berhubungan dengan bahaya juga beresiko terluka.
Setelah mengambil peralatan yang di butuhkan,dokter Carter kembali ke kamar Sethen untuk memasang infus di punggung tangan Marion..setelah nya dokter Carter juga memberikan kartu nama pada sahabat nya itu dan berpesan.
"Jika nanti Marion bangun,berikan dia bubur atau makanan yang cepat larut seperti sup dan kau bisa membawa nya ke dokter kandungan yang ada di kartu nama ini,dia dokter terbaik yang pernah ku kenal dan juga sangat bisa di percaya" kata dokter Carter setelah berpesan pada sahabat nya lalu keluar dari kamar itu.
Setelah keluar tampak di depan masih berdiri dua pria dengan wajah yang belum juga surut akan ketegangan nya..saat melihat dokter Carter,tuan Reindar langsung bertanya.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya tuan Reindar dengan wajah yang sangat terlihat bahwa dia tengah cemas dan gelisah.
Dokter Carter hanya meminta pada kedua pria itu untuk bicara di ruang tengah saja karena takut mengganggu waktu istirahat Marion..setelah sampai di ruang tengah dokter Carter tersenyum pada tuan Reindar saja dan berkata.
"Dokter Marion baik-baik saja tuan,anda tidak perlu khawatir karena dia hanya kekurangan nutrisi dan juga dehidrasi..biarkan dia istirahat dulu di rumah ini untuk sementara sampai kondisi nya membaik,tenang saja saya sendiri yang akan mengawasi nya" jelas nya dengan tatapan yang cukup hangat juga tidak melupakan kesopanan nya.
"Baiklah, terimakasih dokter" kata tuan Reindar tulus.
"Sama-sama tuan,kalau begitu nanti saya akan kembali lagi setelah tugas saya selesai di klinik..sebelum jam makan siang saya akan kembali lagi ke sini" dokter Carter pun meninggalkan dua pria yang kini masih berdiri saling menatap satu sama lain.
Sedikit rasa canggung itu mulai menguar di antra kedua nya..tatapan tuan Reindar pada tuan Andreas pun sudah jauh lebih hangat dari sebelum nya.