Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Ketukan pintu ruang kerja Alexander Ar-Rasyid bergema samar setelah kepergian sang CEO ke dalam ruangannya. Selepas perdebatan sengit mengenai "kencing kuda" alias kopi mahal pagi itu, Keisha memilih untuk tidak membuang waktu lebih lama di dekat pria es tersebut. Ia melangkah kembali ke kamarnya di sayap barat laut, membawa cangkir keramik yang isinya terpaksa iahabiskan meski rasanya tidak sesuai dengan standar lidahnya.

Kamar itu sangat luas, didominasi warna monokrom seperti seluruh bagian penthouse. Namun, bagian terbaik dari ruangan ini adalah sebuah sudut dekat jendela kaca besar yang langsung menghadap ke panorama gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Sinar matahari pagi membanjiri sudut tersebut, menciptakan pencahayaan alami yang sempurna. Keisha tersenyum kecil; setidaknya sang desainer di dalam dirinya masih diberi ruang untuk bernapas di dalam sangkar emas ini.

Ia membuka koper besarnya yang baru diantarkan semalam, mengeluarkan beberapa gulungan kain sutra, buku sketsa bersampul kulit kesayangannya, serta kotak pensil warna dan alat ukur. Hari ini, ia harus menyelesaikan rangkaian desain koleksi musiman untuk Azalea Label yang sempat tertunda karena drama perjodohan konyol ini. Utang butiknya memang telah dilunasi oleh departemen keuangan perusahaan Alex—seperti yang dijanjikan dalam klausul kontrak—namun idealisme Keisha menolak untuk berpangku tangan. Ia tidak ingin menjadi parasit, apalagi boneka pajangan yang hanya menghabiskan uang sang CEO.

Aku akan tetap mandiri, batin Keisha penuh tekad sambil menarik kursi beludru abu-abu ke dekat jendela kaca. Kontrak ini hanya soal status hukum di atas kertas. Jiwa dan karierku tetap milikku.

Jam demi jam berlalu tanpa terasa. Jemari lentik Keisha menari lincah di atas kertas gambar, memadukan garis-garis tegas namun elegan untuk gaun malam berpotongan asimetris dengan aksen bordir tangan bermotif bunga seruni. Suasana hening dan tenang di lantai 50 itu membantunya fokus sepenuhnya pada karya yang sedang ia bangun. Bagi Keisha, mendesain adalah sebuah pelarian dari segala kekacauan dunia nyata, termasuk kenyataan bahwa di balik dinding kamarnya, ada seorang suami kontrak berhati dingin yang menguasai separuh hidupnya.

Tanpa disadari, waktu telah menunjukkan pukul satu siang. Suara ketukan pelan pada pintu kamar tidurnya tiba-tiba membuyarkan konsentrasi Keisha.

Dahi Keisha mengernyit. Ia tidak pernah mengizinkan siapa pun masuk ke ruangannya tanpa izin. Dengan rasa curiga, ia bangkit dari kursi, merapikan blus yang ia kenakan, lalu berjalan membuka pintu.

Di ambang pintu, berdiri seorang pelayan paruh baya berseragam rapi dengan membawa sebuah nampan perak tertutup penutup mangkuk mewah. Wajah wanita itu tampak ramah namun kaku, mencerminkan standar pelayanan tinggi ala keluarga Ar-Rasyid.

"Permisi, Nyonya Ar-Rasyid," ucap pelayan itu dengan nada hormat sambil sedikit membungkuk. "Tuan Alexander memesankan makan siang ini khusus untuk Anda. Beliau berpesan agar Anda menyantapnya tepat waktu dan tidak melewatkan makan siang hanya karena sibuk menggambar."

Keisha terpaku sejenak. Alisnya terangkat tinggi, memproses kalimat yang baru saja ia dengar. Alexander memesankan makan siang khusus untuknya? Pria es yang terkenal dingin, arogan, dan tidak peduli itu menyuruh pelayan mengantarkan makanan?

"Tunggu sebentar bibi..." Keisha mencoba mengonfirmasi. "Apakah ini benar dari Alexander? Atau jangan-jangan ini racun perlahan yang sengaja dikirimnya agar aku cepat mati?"

Pelayan paruh baya itu tersenyum tipis, berusaha menahan geli mendengar ucapan blak-blakan sang nyonya baru. "Tuan besar tidak mungkin meracuni istrinya sendiri, Nona—maksud saya, Nyonya. Tuan Alexander sedang ada rapat virtual penting di ruang kerjanya dan tidak ingin melihat Anda jatuh sakit di dalam penthouse ini, karena hal itu hanya akan menambah beban laporan kerjanya."

Keisha mendengus pelan, mendengus sinis dalam hati. Tentu saja. Alasannya selalu tentang efisiensi kerja dan kenyamanan dokumen kantornya, bukan karena peduli padanya.

"Baiklah, Bibi. Letakkan saja di meja dekat jendela sana. Terima kasih," ujar Keisha akhirnya dengan nada melunak.

Pelayan itu mengangguk, masuk sejenak untuk meletakkan nampan berisi sup asparagus hangat dan potongan daging panggang lembut yang menggugah selera, lalu pamit mengundurkan diri dari kamar tersebut.

Keisha mendekati meja tempat makanan itu diletakkan. Ia membuka penutup perak, mengepulkan aroma sedap yang langsung membuat perutnya berkeroncongan. Sejak pagi tadi ia memang belum memasukkan apa pun selain "kencing kuda" buatan mesin espresso Alex. Sambil duduk kembali di kursi kerjanya, Keisha mulai menyuap sup tersebut sambil kembali melirik lembaran sketsa gaunnya.

Pria itu aneh, pikir Keisha di sela kunyahannya. Di luar dia bersikap dingin dan menyebalkan, tapi di balik layar dia memastikan pelayan mengantarkan makanan. Apakah itu bagian dari taktik psikologisnya untuk mengendalikan diriku?

Sementara itu, di dalam ruang kerjanya yang dibatasi dinding kaca kedap suara, Alexander Ar-Rasyid sedang duduk di kursi eksekutifnya dengan layar monitor besar di depannya yang menampilkan para direktur regional sedang melaporkan keuangan triwulan. Namun, fokus sang CEO sesekali teralih ke arah sudut koridor luar. Melalui kamera pengawas kecil atau sekadar intipan dari balik pintu ruangannya, pikirannya tanpa sadar melayang pada wanita di kamar sebelah.

Alex tahu betul watak para wanita dari kalangan sosialita atas yang mendekatinya selama ini—mereka matre, penuh intrik, dan haus perhatian palsu. Namun, Keisha Azalea Pramesti berbeda. Wanita itu memancarkan aura ketulusan yang dibungkus oleh duri-duri pertahanan diri yang tajam. Ketika melihat Keisha tadi pagi, ada dorongan aneh di dalam dada Alex untuk memastikan wanita itu tidak jatuh sakit di bawah pengawasannya.

Kau hanya sedang memastikan kontrak ini berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan, Alex, bisik suara logika di kepala sang CEO, mencoba menepis debar aneh yang kembali mencolek hatinya.

Hari semakin sore, dan matahari mulai meredup, menyisakan bias jingga di langit barat ibu kota. Di dalam kamar, Keisha telah merampungkan tiga sketsa desain gaun haute couture yang sangat menakjubkan. Ia meregangkan otot-otot tangannya yang pegal, merasa puas dengan hasil kerjanya hari ini.

Tiba-tiba, suara dering interkom di dinding kamarnya berbunyi pendek. Sebuah suara bariton yang berat dan dingin langsung memenuhi ruangan melalui pengeras suara kecil.

"Nyonya Ar-Rasyid, bersiaplah dalam waktu tiga puluh menit. Malam ini kita harus menghadiri jamuan makan malam amal bersama para petinggi dewan direksi perusahaan. Jangan mempermalukan diriku dengan pakaian santai seperti itu."

Mendengar instruksi mendadak tersebut, mata Keisha membelalak lebar. Darahnya kembali mendidih seketika.

"Alexander sialan!" teriak Keisha kesal ke arah dinding kosong. "Kau tidak pernah memberiku jadwal sebelumnya!"

Namun, interkom sudah mati, tidak menyisakan apa pun selain keheningan dan seringai bayangan sang CEO di balik dinding sana. Keisha mendengus keras, bangkit dari kursinya dengan gerakan cepat, dan menyadari bahwa sandiwara besar yang sesungguhnya baru saja akan dimulai malam ini.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!