Sequel 'Jodoh Si Ketos', ini kisah tentang Kevin, sahabat Galang.
Sebuah janji telah terucap ketika Kevin kecil. Dia berjanji akan menikahi seorang gadis yang menjadi teman masa kecilnya kelak saat mereka sama-sama dewasa. Kendati sampai sekarang, Kevin belum juga menemukan gadis itu namun Kevin sangat percaya bahwa mereka akan berjodoh.
Dalam proses penantian yang panjang ini, Kevin dilema dengan perasaannya yaitu harus memilih antara teman SMA nya atau gadis masa kecilnya.
Lantas siapa yang akhirnya akan Kevin pilih? Lalu bagaimana dia bisa menemukan gadis kecilnya hanya dengan mengandalkan sebuah gantungan kunci bakiak sebelah kanan?
Yuks simak kisahnya disini!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finap04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Hari sudah mulai sore, Kevin berpamitan terlebih dahulu.
"Vin, topinya ketinggalan!" teriak Shabita karena Kevin sudah diambang pintu. Tadi ibu dua anak itu habis dari dapur dan melihat topi Kevin tersimpan di meja bar mini.
"Nih!" Shabita menyerahkan topi Kevin dan langsung dipake oleh Kevin.
Tiara melotot. Saat ini perasaannya tidak karuan antara senang dan sedih. Senang karena Kevin masih menyimpan barang pemberiannya beberapa tahun silam, sedih karena dia tidak bisa bersama lelaki itu.
Lalu Kevin pulang dari rumah Galang. Sekitar 15 kemudian Frans menjemput Tiara.
"Hai sayang!" sapa Frans. Tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Tiara.
Rencananya hari ini Tiara dan Frans akan nonton di bioskop mumpung Weekend.
Mobil mewah Frans meninggalkan rumah Galang. Sepanjang perjalanan Tiara diminta untuk menceritakan hal apa saja yang dilakukan di rumah Galang bersama para sahabatnya. Tiara dengan semangat bercerita. Dia benar-benar bisa menyembunyikan perasaan dibalik keceriaan itu. Padahal hatinya sempat tak menentu karena Kevin.
30 menit kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. Jalanan lumayan padat jadi tidak bisa ngebut.
"Kita mau langsung nonton atau jalan-jalan dulu?" tanya Frans.
"Langsung aja, ini masih jam 4." jawab Tiara. Tangannya melingkar pada lengan kokoh Frans.
Mereka gegas menuju bioskop, membeli tiket langsung. Film yang akan mereka tonton akan ditayangkan setengah jam lagi.
Sembari menunggu, mereka memilih duduk-duduk santai di kursi yang telah tersedia.
"Tiara?!" seseorang memanggil namanya. Tiara mendongak dan kaget melihat mantan sahabatnya. Mereka adalah Vanya, Gadis dan Rachel.
"Oh my God, ini beneran Tiara loh." pekik Vanya. Tiara tersenyum.
"Lo makin cantik aja!" puji Rachel.
"Gue denger-denger lo udah tunangan. Ini bukan sih tunangan lo?" tanya Vanya.
"Iya, ini tunangan ku. Kenalan Sayang!" ujar Tiara.
Mereka satu per satu berkenalan dengan Frans.
"Lo tega banget sih, tunangan tapi gak ngundang kita." rajuk Vanya.
"Iya maaf, soalnya terbatas." sahut Tiara.
"Its Ok, no problem!" timpal Vanya. Ketiga gadis itu tidak duduk karena kursinya terbatas hanya berdiri berhadapan dengan Tiara.
"Gue kira lo bakalan jadian sama Kevin secara kan dulu kalian deket banget. Si Kevin bagai pangeran berkuda poni buat lo," celetuk Gadis. Tiara mendadak tidak suka mereka membahas Kevin. Tiara takut menyinggung perasaan Frans.
"Lo juga sering diantar jemput kan sama si Kevin. Ck sayang sekali kalian harus pisah!" lanjut Gadis.
"Iya bener. Padahal nih ya, setelah lo pindah ke singapura si Kevin kayak gak seceria biasanya. Lebih suka diem!" timpal Rachel.
"Galau mungkin ditinggal Tiara!" sambung Gadis.
"Sayang banget ya hubungan kalian gak sampe serius gitu," tambah Vanya. Tangan Tiara terkepal. Entah apa maksud ketiga mantan sahabatnya ngomong seperti itu. Tiara melihat raut wajah Frans yang berubah.
"Ya udah deh, Ra. Kita permisi dulu ya!" pamit Gadis. Ketiganya pergi meninggalkan Tiara dan Frans sambil cekikikan.
"Mampus, biar berantem aja tuh si Tiara sama tunangannya." Gadis tertawa puas.
"Gue liat si Frans kayak yang cemburu gitu!" timpal Vanya.
"Berantem dah tuh kalian. Siapa suruh si Tiara dulu udah deketin crush gue, eh ujung-ujungnya dia gak sama Kevin juga." cerocos Gadis merasa puas telah memanas-manasi Frans. Mereka yakin Frans akan marah.
Sementara itu dua pasangan masih saling diam dengan pikiran masing-masing.
"Sayang, kamu pernah pacaran sama Kevin?" selidik Frans.
"Enggak kok!" jawab Tiara. Hatinya sudah dag dig dug.
"Udah ah jangan dipikirin perkataan mereka. Kevin cuma sahabat ku!" Tiara berusaha mengalihkan.
"Ayo kita masuk, filmnya sebentar lagi akan dimulai!" ajak Tiara. Frans berdiri lalu berjalan terlebih dahulu.
Hal yang ditakutkan Tiara terjadi. Sedari film dimulai hingga selesai, Frans tidak mengatakan apapun hanya fokus pada film. Tiara semakin tidak enak dan serba salah.
Rencana mereka yang akan jalan-jalan gagal karena Frans mengajak pulang. Katanya ada pekerjaan yang harus dicek. Tiara nurut saja.
Di dalam mobil Frans masih diam. Tiara bingung harus melakukan apa. Melirik tunangannya yang fokus menyetir dengan wajah datar.
"Sayang, kamu marah sama aku?" Tiara membuka pertanyaan.
"Enggak!" jawab Frans.
"Terus kenapa kamu diem aja?"
"Gak papa!"
"Udah aku bilang jangan dengerin omongan mereka. Aku sama Kevin gak ada hubungan apa-apa." ucap Tiara.
"Terserah kamu saja!" ucap Frans dingin. Lelaki itu memang punya rasa cemburu yang tinggi serta kadang bersikap posesif. Tiara menganggap itu wajar karena Frans sangat mencintainya.
"Aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa sama Kevin." jelas Tiara lagi namun Frans tetap tidak bergeming.
"Ya udah terserah kamu saja!" Tiara menghembuskan napas kasar, matanya beralih ke arah jendela.
"Kenapa kamu tidak pernah jujur pada ku?" tanya Frans. Tiara menoleh.
"Jujur apa?"
"Kalian pernah sedekat itu."
"Apa kamu mencintainya?" celetuk Frans.
"Tidak!" tegas Tiara. Mulutnya seperti itu, hatinya seperti ini 'iya aku mencintainya'. Tidak, Tiara harus menghapus Kevin dalam hatinya.
Frans tersenyum yang menurut Tiara itu sulit dibaca.
Frans mengantar Tiara sampai rumah namun Frans tidak mampir. Berkali-kali Tiara menjelaskan bahwa dia tidak punya hubungan apa-apa dengan Kevin dan hatinya tidak mencintai Kevin. Bersyukur Frans percaya dan kembali tidak dingin lagi.
Setelah Frans pergi, ada perasaan yang benar-benar tidak bisa dijelaskan oleh Tiara. Gadis itu menunduk lesu masuk ke dalam rumah.
lanjut lg dooongs thoorrr 😁
lanjuuuuttt tthooorrrr 😍
mudah2an si gita ga akan macem2 🤭
kyanya bakalam bnyk halangan rintangan neh cerita kevin dan tiara
mudah2 tiara yg jd temen kecil kevin 😍
kasian amat tiara 😰
lanjuuuuuttt thoorrrr 😍