Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain Pria menyebalkan itu

Pagi itu Azmira sudah berada di ruang poli ketika perawat masuk membawa daftar pasien. Ia duduk dengan tegas, jas putih sudah melekat di tubuhnya menambah kesan perempuan dewasa dan penuh wibawa.

"Dok, pasien pertama sudah menunggu."

Azmira mengangguk. "Baik, silakan masuk."

Beberapa saat kemudian seorang ibu bersama anaknya masuk ke ruang pemeriksaan.

Azmira mempersilakan mereka duduk, lalu memeriksa data pasien yang sudah tersedia di hadapannya.

"Apa keluhannya, Bu?"

Perempuan itu mulai menjelaskan kondisi anaknya. Azmira mendengarkan dengan saksama, sesekali mengajukan beberapa pertanyaan untuk memastikan keluhan yang dirasakan.

Setelah melakukan pemeriksaan, Azmira menjelaskan kondisi pasien dan memberikan beberapa anjuran kepada sang ibu.

"Untuk sementara, obatnya diminum sesuai aturan. Kalau keluhannya tidak membaik atau justru semakin berat, segera kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut."

"Baik, Dok. Terima kasih."

"Sama-sama, Bu."

Setelah pasien keluar, Azmira kembali melihat daftar pasien berikutnya.

Begitulah pagi itu berjalan. Satu pasien datang, kemudian berganti dengan pasien lainnya. Tidak ada yang terlalu berbeda dari hari-hari sebelumnya.

☘️☘️☘️☘️☘️

Menjelang Siang Azmira kembali ke ruang kerjanya setelah seharian tugasnya di ruang poli anak. Namun baru beberapa meter berjalan, Tania sudah menghampirinya.

"Mira."

Azmira menoleh. "Iya?"

"Sudah dengar?"

"Dengar apa?"

Tania mendekat dan menurunkan suaranya. "William Adams akan mulai bekerja di rumah sakit ini."

Azmira menghela napas. "Dia memang bilang kemarin."

Tania langsung membulatkan mata. "Dia ngomong langsung sama kamu?"

"Iya."

"Terus?"

Azmira melanjutkan langkah. "Terus apa?"

"Kamu nggak merasa aneh?"

Azmira mengernyit. "Aneh bagaimana?"

"Anak pemilik rumah sakit tiba-tiba turun langsung bekerja."

Azmira mengangkat bahu. "Ya bagus."

Tania mengikutinya. "Katanya papanya memang sengaja menugaskan dia."

Azmira berhenti. "Menugaskan?"

"Iya. Bukan sekadar datang sesekali."

Tania menjelaskan dengan antusias. "Papanya ingin William belajar semua bagian rumah sakit. Mulai dari administrasi, pelayanan pasien, sampai pengelolaan keuangan."

Azmira kembali berjalan. "Berarti dia memang harus bekerja."

"Betul."

Azmira tersenyum tipis. "Semoga dia tidak terlalu menyebalkan kalau sudah bekerja."

Tania terkekeh. "Kayaknya itu sulit."

Belum sempat Azmira menjawab, terdengar suara seorang laki-laki dari belakang mereka. "Saya juga berharap begitu."

Langkah Azmira seketika langsung berhenti.

Tania menutup mulut. Azmira perlahan menoleh tapi bukannya mundur William justru maju dan berhenti beberapa meter dari mereka.

Kemeja formalnya terlihat rapi. Satu tangannya memegang beberapa dokumen, sementara wajahnya menunjukkan senyum tipis.

Azmira menghela napas. "Anda suka menguping?"

William berjalan mendekat. "Saya tidak menguping."

"Lalu?"

"Saya kebetulan lewat."

Tania menunduk, berusaha menyembunyikan senyum. William kemudian menatap Azmira.

"Dan ternyata dokter yang kemarin juga ada di sini."

Azmira mengangkat alis. "Memangnya Anda berharap saya tidak bekerja?"

"Tidak."

"Bagus."

William tersenyum. "Saya hanya memastikan."

"Memastikan apa?"

William menatapnya beberapa detik. "Bahwa Anda memang suka berdebat."

Azmira mendengus. "Saya hanya menjawab kalau diajak bicara."

William terkekeh kecil. "Baiklah."

Ia kemudian melangkah melewati mereka. Namun sebelum benar-benar pergi, William berhenti.

"Oh, Dokter."

Azmira menoleh. "Ya?"

"Kalau nanti kita bertemu lagi..."

Azmira langsung menyela. "Saya tahu."

William mengangkat alis. "Tahu apa?"

"Anda akan bilang saya lagi."

William tersenyum. "Sepertinya Anda sudah hafal."

Azmira memutar bola matanya. Sementara William kemudian pergi. Tania langsung menyenggol lengan Azmira.

"Mira."

"Apa?"

"Kalian seperti anak sekolah."

Azmira menatapnya tajam. "Jangan mulai."

☘️☘️☘️☘️

Beberapa jam kemudian, seluruh kegiatan rumah sakit mendadak sedikit berubah. Beberapa dokter dan kepala bagian dikumpulkan di ruang rapat. Azmira sebenarnya tidak terlalu tertarik. Ia hanya datang karena diminta oleh kepala bagian untuk mewakili beberapa dokter muda.

Di depan ruangan, seorang pria paruh baya berdiri. Dialah pemilik rumah sakit. Di sampingnya berdiri William.

"Terima kasih sudah meluangkan waktu."

Pria itu membuka rapat. "Saya ingin menyampaikan bahwa mulai hari ini William akan membantu saya dalam pengelolaan rumah sakit."

Beberapa orang saling berpandangan.

"Selama beberapa bulan ke depan, dia akan mempelajari setiap bagian rumah sakit secara langsung."

Pria itu kemudian menoleh kepada putranya. "Saya tidak ingin kamu hanya duduk di ruangan saya dan membaca laporan."

William mengangguk. "Saya mengerti, Pa."

"Kamu harus tahu bagaimana rumah sakit ini berjalan."

"Baik."

"Mulai dari pasien, tenaga medis, administrasi, sampai masalah yang sering terjadi di lapangan."

William kembali mengangguk. "Saya akan belajar."

Azmira yang duduk di bagian belakang hanya memperhatikan tanpa banyak bicara. Namun ketika papanya William selesai berbicara, pria itu memberikan satu pesan terakhir.

"Jangan merasa kamu anak pemilik rumah sakit."

William menatap ayahnya.

"Di sini kamu tetap harus bekerja."

William tersenyum tipis. "Saya tahu."

Azmira tanpa sadar mengangguk kecil. Untuk pertama kalinya, ia melihat William bukan hanya sebagai pria menyebalkan yang dua kali bertabrakan dengannya.

Mungkin lelaki itu memang datang untuk bekerja. Bukan sekadar bermain-main dengan jabatan ayahnya.

☘️☘️☘️☘️

Hari-hari berikutnya membuktikan hal tersebut. William benar-benar turun ke berbagai bagian rumah sakit.

Ia datang pagi. Mengikuti rapat. Memeriksa laporan lalu berbicara dengan perawat. Bahkan beberapa kali terlihat berada di bagian administrasi pasien.

Namun suatu pagi, terjadi sesuatu yang membuat suasana rumah sakit sedikit tegang. Seorang perempuan paruh baya datang bersama suaminya.

Wajah mereka terlihat cemas. Perempuan itu membawa beberapa dokumen di tangannya.

"Dokter..."

Azmira menatapnya. "Iya, Bu?"

"Katanya anak saya belum bisa menjalani pemeriksaan karena ada berkas yang kurang."

Azmira melihat dokumen tersebut. Setelah memeriksanya, ia memahami masalahnya.

"Sebentar, Bu. Saya coba tanyakan."

Azmira berjalan menuju bagian administrasi. Namun seorang staf menghentikannya.

"Dokter, prosedurnya memang begitu."

"Saya tahu."

"Kalau berkasnya belum lengkap, kami tidak bisa memproses."

Azmira menatap staf tersebut. "Pasiennya sudah menunggu sejak pagi."

"Kami juga punya aturan."

Azmira menarik napas. "Saya tidak meminta aturan itu dilanggar."

"Lalu?"

"Kita cari solusinya."

Staf tersebut terlihat ragu. Di saat yang sama, sebuah suara terdengar dari belakang.

"Memangnya masalahnya apa?"

Azmira menoleh ke arah belakang dan ternyata di situ sudah ada William. Pria itu berjalan mendekat. Staf tersebut menjelaskan keadaan pasien. William membaca dokumen yang diberikan kepadanya.

"Kenapa belum bisa diproses?"

"Karena ada persyaratan yang belum lengkap."

William mengangguk. "Kalau begitu lengkapi."

"Masalahnya pasien tidak membawa—"

"Hubungi keluarganya."

Staf itu terdiam. "Kalau tidak bisa dihubungi?"

William menatapnya. "Cari cara lain."

Azmira memperhatikannya. William kemudian menatap staf tersebut.

"Pasien datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Jangan membuat mereka merasa seperti sedang meminta belas kasihan."

Suasana mendadak hening. Azmira terdiam.

Ia tidak menyangka William akan mengatakan hal tersebut, lalu William menyerahkan dokumen itu kembali.

"Selama ada jalan yang sesuai aturan, jangan mempersulit."

Staf tersebut mengangguk. "Baik, Pak."

William kemudian berjalan pergi sementara Azmira masih berdiri di tempat, kali ini ia mendadak kaku. Ternyata... pria menyebalkan itu punya sisi lain yang belum pernah ia lihat.

William berhenti beberapa langkah dari tempatnya. Tanpa menoleh, ia berkata,

"Dokter."

Azmira tersentak. "Iya?"

"Jangan menatap saya seperti itu."

Azmira mengerutkan kening. "Seperti apa?"

"Seperti baru melihat saya melakukan sesuatu yang benar."

Azmira mendengus. "Geer."

William tersenyum. "Saya hanya bercanda."

Azmira memutar bola matanya, Namun kali ini, tanpa ia sadari... sudut bibirnya ikut terangkat. Azmira mulai menyadari satu hal.

William Adams mungkin memang menyebalkan. Tetapi mungkin... ia tidak seburuk yang selama ini ia pikirkan.

Bersambung...

1
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!