Indonesia
NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Latihan Pedang yang Terhenti

Sinar matahari pagi yang tipis mencoba menembus embun es yang menempel di jendela-jendela tinggi kediaman Rosenberg.

Baru saja jemari Evelyn meraih pena untuk menandai titik pelabuhan di bagian barat, pintu ruangan terdorong keras.

.

Brak!

Julian melangkah masuk dengan napas memburu.

Wajah tampannya tertekuk masam, dipenuhi rasa cemas dan kejengkelan di wajahnya.

"Evelyn!" suara Julian menggelegar halus di dalam ruang kaca, membuat dua pelayan muda yang sedang menyiram bunga di sudut ruangan terlonjak kaget dan buru-buru membungkuk.

"Kalian berdua, keluar sekarang," perintah Julian dingin tanpa menoleh pada para pelayan.

Kedua pelayan itu langsung melangkah cepat, menutup pintu dan meninggalkan dua bersaudara itu di dalam ruangan.

Evelyn mendongak pelan, meletakkan penanya kembali. "Kakak kenapa sih? Masih pagi sudah teriak-teriak. Latihan di lapangan bawah dibatalkan gara-gara angin es?"

Julian tak menjawab. Ia melangkah lebar mendekati kursi Evelyn, lalu tanpa basa-basi menyambar tiga lembar peta di atas meja!

Ia melipatnya cepat, lalu melemparnya ke dalam kotak di bawah meja dengan raut wajah berantakan.

"Nggak ada peta, nggak ada urusan Asteria, dan nggak ada coret-coret berkas lagi buat kamu mulai hari ini!" tegas Julian seraya berkacak pinggang di depan Evelyn.

Napasnya naik turun.

Evelyn mengerutkan dahi. "Lho? Kok gitu? Bukannya kemarin Kakak sendiri yang bilang jalur distribusi Barat harus diselesaikan minggu ini?"

"Itu kemarin! Sebelum Kakak sadar kalau adikku ini makin hari makin nekat dan nggak tahu diri!" sembur Julian, matanya berkilat marah bercampur cemas.

Ia berlutut di samping kursi Evelyn, mencengkeram pegangan kursi dengan kedua tangannya. "Kamu tahu nggak, tadi pagi jam lima pagi, Kakak lewat depan kamarmu dan melihat lampu mejamu masih menyala?!"

Evelyn tertegun sejenak, lalu meringis canggung. "Ya... itu... Evelyn cuma nggak bisa tidur, Kak. Terus kepikiran jalur laut buat bawa kristal Luminite—"

"Tuh kan! Kamu begadang lagi!" potong Julian, tangannya memukul pegangan kursi pelan, meluapkan kejengkelannya.

"Kamu itu baru seminggu lalu pingsan sampai batuk darah di depan Papa! Dokter Tristan bilang paru-parumu itu lemah! Kalau kamu maksa otakmu kerja terus bagai juragan bank, yang ada kamu pingsan lagi, pendarahan lagi, terus... terus kalau kamu nggak bangun-bangun lagi gimana?!"

Suara Julian yang mendadak bergetar di ujung kalimat membuat suasana ruangan mendadak hening seketika.

Evelyn menatap wajah kakaknya dari dekat. Ada lingkaran hitam tipis di matanya.

Julian benar-benar ketakutan.

Bagi Kirana—yang di dunia aslinya terbiasa dipaksa lembur sampai pingsan oleh atasan tanpa ada yang peduli apakah esoknya ia masih hidup atau sudah jadi mayat di kamar kos—melihat seseorang panik setengah mati hanya karena dirinya tidur terlambat dua jam terasa sangat menghentak dada.

"Kak..." bisik Evelyn lembut, jemarinya terulur meraih tangan Julian yang gemetar di pegangan kursi.

"Evelyn cuma ketiduran pas baca sebentar kok. Nggak begadang sampai pagi."

"Jangan bohong," bisik Julian. Ia menundukkan kepalanya sejenak.

"Kakak nggak peduli soal tambang kristal. Kakak nggak peduli soal Perusahaan Asteria atau harta berlimpah itu. Kalau harta itu bikin kamu makin cepat lelah dan makin dekat sama maut... Kakak lebih baik bakar seluruh sertifikat tambang itu hari ini juga."

Evelyn tercekat.

"Julian..." suara Duchess Eleanor memecah hening saat pintu terdorong pelan dari luar.

Sang ibu masuk membawa nampan berisi cangkir susu hangat beraroma kayu manis, diikuti dua pengawal pribadi.

"Mama mendengar suara teriakanmu dari koridor," kata Eleanor, matanya menatap Julian dengan teguran lembut, lalu beralih pada Evelyn.

"Ada apa ini? Kenapa kamu memarahi adikmu pagi-pagi begini?"

Julian berdiri tegak. Ia berpaling menatap ibunya.

"Ma, Julian mau mengajukan perubahan aturan penjagaan buat sayap timur," kata Julian.

"Mulai detik ini, penjagaan kamar dan ruang gerak Evelyn ditingkatkan."

Eleanor mengernyitkan dahi, menaruh nampan di meja. "Maksudnya?"

"Aku bakal menempatkan empat ksatria pilihan dari Pasukan Shadow di depan pintu kamar Evelyn secara bergantian, dua puluh empat jam penuh," terang Julian tanpa ragu.

"Tidak ada lagi berkas yang boleh masuk ke kamar Evelyn tanpa izin langsung dari Julian. Lampu kamar Evelyn harus tepat tepat jam sembilan malam."

"Kak! Itu namanya penjarain Evelyn!" protes Evelyn refleks.

"Memang!" tembak Julian cepat, menunjuk Evelyn dengan jarinya.

"Ini penjara sehat buat kamu! Kalau dibiarkan, kamu bakal keluyuran ke ruang kerja Papa malam-malam atau coret-coret peta sampai subuh!"

Eleanor menatap putra dan putrinya secara bergantian. Biasanya, sang ibu akan membela Evelyn jika Julian terlalu keras.

Namun kali ini, Eleanor menghela napas panjang, lalu mengangguk pelan setuju.

"Mama kali ini setuju sama Kakakmu, Lyn," ucap Eleanor lembut seraya menyodorkan gelas susu hangat ke tangan Evelyn.

"Kemarin Mama lihat sendiri bibirmu pucat banget pas minum obat. Kamu harus istirahat total. Biarkan Papa dan Julian yang pusing urus pekerjaan di luar."

Evelyn melotot kecil, memandangi ibu dan kakaknya yang kini mendadak membentuk aliansi untuk mengurungnya di atas ranjang.

"Tapi Ma! Evelyn bosan kalau cuma tidur, nggak ngapa-ngapain!" cicit Evelyn mengiba, memasang raut wajah paling menyedihkan yang ia punya.

"Nanti Mama belikan burung nuri yang bisa bicara dari wilayah Selatan buat nemenin kamu ngobrol," sahut Eleanor santai sambil mengusap rambut Evelyn. "Atau Julian bisa suruh pemusik istana mainkan harpa di samping kasurmu tiap sore."

"Hah… Nggak mau burung nuri, Nggak mau harpa!" gerutu Evelyn mual, membayangkan betapa bisingnya harpa di samping telinganya tiap sore.

Julian menyunggingkan senyum tipis.

Ia melangkah mendekati dua pengawal berbaju zirah yang berdiri di depan pintu.

"Kalian berdua," panggil Julian.

"Siap, Lord Julian!" jawab kedua pengawal serempak.

"Mulai hari ini, tugas kalian adalah memastikan Evelyn tidak menyentuh apa pun setelah jam enam sore. Kalau sampai kalian biarkan dia menerima berkas rahasia atau apapun itu... kalian berdua dikeluarkan dari Pasukan Shadow. Paham?"

"Siap, Paham!" seru pengawal itu tegas.

Evelyn menyandarkan kepalanya kembali ke bantal kursi dengan helaan napas pasrah.

Aduh... taktikku terlau agresif rupanya sampai bikin si kakak sister-complex ini panik setengah mati.

"Minum susunya sampai habis," perintah Julian.

Evelyn menyesap susu hangatnya dengan wajah tertekuk cemberut, sengaja membuat bunyi slurp yang keras untuk melampiaskan kekesalannya.

"Iya."

Julian terkekeh pelan, ia mengulurkan tangannya, mengusap puncak kepala Evelyn dengan pelan.

"Ini demi kamu, Adik Kecil," bisik Julian penuh kasih. "Kakak mau kamu hidup panjang. Sangat panjang."

Evelyn menengadah. Rasa kesal di hatinya seketika menguap begitu saja,

Oke, Kirana... untuk beberapa hari ke depan kita ikuti permainan mereka dulu, batin Evelyn sambil menenggak habis susunya.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!