Kata orang,Usia 30 tahun usia yang matang untuk laki-laki menikah. tapi untuk si Gandi Argam bukannya matang tapi sudah busuk, benjut lagi.
Gandi Argam pria 33 tanun,tengah gusar memikirkan nasibnya. katanya sih, jodoh tak dapat di elak,balak tak dapat ditolak.
Bersembunyi di kolong jembatanpun jika Allah telah menetapkan takdir seseorang, pastilah akan terjadi.Tapi tunggu dulu,apakah inseden yang dialami Gandi termasuk jodoh..??
Entah lah hanya tuhan yang tahu. Entah mimpi apa,Gandi pemuda tajir melintir itu sakit kepala tiba-tiba.Bagai mana tidak, Niat nolong eeh malah ditodong untuk pertanggung jawab menikahi gadis ingusan pembuat onar.
Gandi Argam menelan ludah mendengar fakta yang mengejutkan. Ia,harus menikahi bocah perawan yang masih ingusan, yang buah dadanya saja masih datar seperti papan penggilasan.
Bisakah takdirnya ditukar...? Gandi meminta jodoh yang lain, yang bohai yang sedikit menggiurkan,tapi sayang itu hanya mimpi yang tak pernah terkabul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZIZIPEDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGUJI KESABARAN
Rania/Rara
Maura. mantan Argandi
Argandi
Setelah pergulatan panjang,akhirnya Rara terbebas dari duri sialan itu.Dengan terpincang-pincang ia berjalan ke arah papanya,Dengan tanpa dosa ia rebahkan kepalanya di pangkuan pria berumur enam puluh delapan tahun itu.
"pa....! Rara ikut papa pulang ya...!"rengeknya manja, sembari memainkan rambut hitamnya.
Rahmat tersenyum mendengar permintaan putri semata wayangnya itu.Dengan sayang ia elus surai halus Rara.
"gak bisa sayang...saat ini papa gak punya hak mutlak atas dirimu, jika kamu mau ikut papa, kamu harus minta izin terlebih dahulu pada suamimu sayang.Saat ini tanggung jawabmu di sini di rumah suamimu...bukan di rumah papa... ! jika kamu mau kerumah papa, kamu harus pergi bersama Gandi..!"
Dengan sayang Rahmat memberi penjelasan pada putrinya itu.
"tapi pa...! "
"gak ada tapi-tapian Ra...! "Suara bariton itu menjawab,dengan menyebalkan.jelas itu bukan suara Rahmat, melainkan suara Argandi.Rara mencibir sembari melotot.
"apaan sih om...aku gak ngomong sama om ya...! "
"Ra...jaga ucapanmu,Gandi itu suamimu nak.. tak baik seorang istri berbicara kasar seperti itu...papa gak suka dengarnya"Rara dengan kesal bangun dari pangkuan papanya,langsung berdiri. ia melangkah melewati Gandi, dengan sengaja bocah itu menginjak kaki suaminya sedikit di hentakkan. Gandi meringis, akibat perlakuan istrinya,namun tak ia perlihatkan
"kamu mau kemana dek...? "
"tidur...! "jawabnya singkat.Rahmat geleng kepala melihat prilaku putrinya.
"maafkan anak papa ya nak,itu kakimu pasti sakit..!Rahmat menunjuk arak bawah.Gandi meringis, ternyata mertuanya tau.
"ngak ko pa...Rara gak sengaja..! "
"kamu itu ya Gan... masih aja belain dia...!Gandi tak menjawab ia alihkan pembicaraanya.
"diminum pa kopinya....!"Rahmat melirik kopi di atas meja.
"ini kamu yang buat Gan..? "
"iya pa..? "
"jadi udah bisa apa sekarang bocah nakal itu..? "Tanya rahmat penasaran dengan perubahan putrinya.
"tenang pa, Sebenarnya Rara itu bocah yang mandiri, hanya saja ia terbiasa hidup mewah, jadi Gandi harap papa gak kasih dia kelonggaran untuk soal materi,biar gandi yang akan menyetir dia untuk belajar menghemat.."
Rahmat tersenyum bangga kepada menantunya. "papa percaya, di tanganmu bocah itu pasti bisa berubah, menjadi yang lebih baik..!"
"insya allah pa..! "
"baiklah kalau begitu, papa pamit dulu,masih ada kerja yang mesti papa selesaikan.. ! Rahmat meninggalkan kediaman Menantunya. Mobil yang ditumpangi Rahmat mulai melaju di bawah kendali Jono.
sementara Gandi menyusul bocah tengil ke kamar. di sana gadis ingusan itu tengah duduk santai di atas sofa,sembari nonton kartun. dengan sedikit memamerkan paha putihnya
Niat hati ingin memberi hukuman pada gadisnya,oh malah Gandi yang dihukum oleh tingkah Rara yang sembrono,mengenakan rok mini setengah paha sehingga menyuguhkan pemandangan yang bening.
"Dek itu rok gak ada yang lebih pendek lagi...,?apa kamu gak takut masuk angin...,?"Gandi protes sebenarnya ia takut khilaf.
"apa sih om...ganggu kesenangan orang aja..!" Rara misuh-misuh dengan kecerewetan omnya.
Gandi akhirnya ikut duduk di sebelah Rara, sesekali matanya melirik ke arah paha mulus istrinya, bolak balik pria dewasa itu menelan salivanya serat.?
"Dek kamu gak takut... sama mas..? mas pria dewasa lo,jangan salain mas kalau kamu tiba-tiba mas terkam.,kamu gak lihat celana mas makin sempit lo ini...! "Mendengar omongan Gandi seketika Mata rara menuju pangkal paha suami mesumnya itu.
"udah Aku bilang, kalau om butuh pelampiasan, sono pergi cari wanita yang bisa om gagahi..!"dengan kesal Rara beranjak sembari menabok Gandi dengan bantal Sofa.Namun gandi tak tinggal diam. dengan gesit Gandi menarik tangan rara.
"om...! "Rara terkejut, ia jatuh tepat di pangkuan Gandi.Dengan tangan besarnya Gandi memeluk tubuh Rara, pria itu sepertinya tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas. Rata yang diperlakukan seperti itu, meronta-ronta di atas pangkuan suaminya.
Sungguh Rara tak peka, akibat dari pergeseran bokongnya,benda pusaka itu semakin tercekik minta di bebaskan.
"diam lah sayang, biarkan seperti ini sebentar saja.mas gak meminta lebih seperti ini saja udah cukup..!"Ucap Gandi serak penuh energi negatif.
Rara ngeri menatap suaminya itu. dengan keras, Rara menggigit lengan Gandi.Setelah terlepas bocah itu berlari keluar kamar... Gandi berteriak murka.
"ya Tuhan.. sakit ini Dek...! kamu pikir tangan mas ikan asin,lama-lama kayak kucing garong kamu...! "Sambil ngomel Gandi terus mengejar Rara, dia harus memberi pelajaran pada gadis nakal itu.
Dengan terpincang Rara berlari mengelilingi meja makan. yang akhirnya tersandung, dan di tangkap oleh Gandi.Rara jatuh pas dalam pelukan suaminya. lama mereka beradu pandang,akhirnya Bocah itu menyerah juga.
"ampun om...! "ucapnya terengah,napasnya hampir mau putus akibat kejar-kejaran.
"lama-lama mas mati muda, menghadapi tingkahmu yang super ini..! "Melati tertawa cemeeh mendengar penuturan Gandi.
"mati muda gimana.orang om udah tua gitu..,mati sekarang juga gak papa om..! senang aku gak ada yang ngatur-ngatur hidup aku lagi..! "
Mendengat ucapan Rara,Hati Gandi rasa di tampar,Berlahan cekalan di tubuh gadis itu mengendur...Gandi melepaskan gadis itu, kemudian melangkah pergi entah kemana...
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, namun Gandi belum pulag juga, Hati Rara mulai ketar-ketir. Ia tak bisa tidur,bagaimanapun ia sudah terbiasa tidur bareng suaminya.
Rara terus mencoba menghubungi ponsel suaminya namun nihil,tetap tak diangkat. tepat jam tida dini hari,Akhirnya terdengar suara mobil,Rara bergegas turun untuk membukakan pintu.Namun niat itu urung tak kala mata besar itu melihat pemandangan erotis suaminya dengan perempuan dewasa, seumuran denga suaminya.
Entah kenapa hati Rara meradang melihat adegan delapan belas tahun keatas yang disuguhkan suaminya. Seketika air matanya menetes. apa lagi disat Rara menangkap suara aneh dari bibir suaminya.
Lekas ia berbalik,ia tinggalkan sepasang manusia yang tengah bergumal panas.
"ya allah... bukankah ini yang aku inginkan... memintanya dengan wanita lain... tapi kenapa hatiku sesakit ini...? "
Mata gadis itu mulai berkaca-kaca...entah rasa apa yang hinggap di hatinya, iapun tak tau,tiba-tiba hadir dengan sendirinya.Rara masih dalam mode kesal, ia biarkan pria dewasa itu tergeletak di atas sofa.bersama wanitanya.
Hingga pagi ini, kedua manusia itu masih tertidur pulas di atas sofa.Rara benar-benar tak tau harus berbuat apa.Ia tatap datar sekilas Suaminya, kemudian ia menyambar tas kuliahnya. tapi malang tas itu menyenggol vas bunga. yang seketika menimbulkan suara kekacauan.
Gandi terbangun,Wajahmya terlihat bingung disaat ada wanita cantik yang tengah tidur telungkup di atas dadanya.yang ternyata bukan istrinya. Dengan sedikit kasar Gandi menyingkirkan teman kencannya.Yang lebih mengejutkan adalah ternyata wanita itu adalah wanita masalalunya.wanita yang selalu ia rindukan...
"maura..! "panggil Gandi lirih.wanita yang dipanggil mencelangkan matanya.kemudian mendongak menatap kekasihnya.
"Hey sayang... kamu udah bangun..! "Ucap Maura manja. namun tak mendapat jawaban
"kenapa kamu ada di sini...? "tanya Gandi heran.
"Heeey...kamu lupa kamu yang bawa aku kerumahmu.. tadi malam kita menghabiskan malam hanya berdua"jawab Maura manja sembari menggoda.
Rara yang mendengar itu,dengan enteng ia berkata.
"kalian berdua sungguh tak tau malu berbuat mesum didepan bocah di bawah umur...! lihatlah bibir kalian sudah membengkak seperti tersengat lebah...!tolong peringatkan pada kekasihmu itu om... ! untuk menyimpan kembali payudaranya yang menyembul. heeem.. sungguh menjijikkan...! "Gandi tertegun mendengar ucapan sarkas gadis delapan belas tahun itu....
Gandi meringis menatap bocah itu bicara tanpa menoleh sedikitpun.....
Assalamualaikum pembaca budiman,semoga kita semua sehat selalu ya...Terima kasih Atas dukungan nya untuk ISTRI MUDA,yang belum mengikuti saya silahkan di klik tombol mengikuti,biar bisa langsung gabung ke grup zizi pedi.jangan lupa juga tanda 👍 dan 💟 menanti untuk ditekan.Terima kasih juga kepada pembaca yang telah ikhlas memberi cerita saya vote.suatu penghargaan untuk saya...apa yang telah saudara/saudari berikan. 🙏🙏🙏🙏