Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Rebeca Alexander terbiasa mendapatkan segalanya. Kaya, cantik, dan berpengaruh, ia tak pernah ragu merendahkan Cika, gadis sederhana yang berani menjadi saingannya di kampus.

Bagi Rebeca, Cika hanyalah gadis miskin yang tidak tahu tempat.

Namun hidupnya hancur saat sang ayah membawa seorang wanita baru ke rumah mereka. Dan wanita itu adalah Cika.

"Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai ibu tiriku!"

Cika menyahut dingin. "Bagus. Karena aku juga tidak berniat menggantikan ibumu. Aku hanya akan menjadi istri ayahmu. Dan mulai detik ini, aku punya aturan baru di rumah ini ... belajarlah untuk menghargai orang lain, terutama aku."

Bisakah dua gadis seumuran dan keras kepala itu bersatu dan akur? Atau malah jadi musuh selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. TIDAK ADA HARAPAN

Mili bangkit dari sofa, lalu menoleh ke arah Putra. "Sayang, ke kamar aku sebentar yuk."

"Mau ngapain?" tanya Putra pura-pura tidak tahu sambil ikut berdiri.

"Ada sesuatu di kamar."

Putra mengangguk santai. "Ya udah."

Melihat keduanya berjalan berdampingan menuju kamar, Rebeca langsung memasang wajah jahil. "Huuu ... baru juga ngobrol bentar udah mau berdua-duaan."

Mili menoleh sambil menjulurkan lidah.

"Biarin! Bilang aja iri!"

"Ih, siapa yang iri. Kalian aja yang doyan mesra-mesraan. Nggak bosen apa?" sungut Rebeca.

"Nggak!" sahut Mili cepat sambil tertawa. "Enak tahu!"

Putra hanya menggeleng geli melihat tingkah dua sahabat itu. "Katanya sahabatan, tapi kalian doyan banget saling ledek."

"Soalnya pacar lo bucin akut," celetuk Rebeca.

"Syirik aja lo!" Mili menunjuk Rebeca pura-pura kesal. "Udah ah, gue mau manja-manja dulu sama bebeb gue. Bye!" Mili mengibaskan tangan, lalu menarik tangan Putra masuk ke dalam kamar. Pintu kamar pun tertutup.

Kini di ruang tamu hanya tersisa Rebeca dan William. Suasana yang semula ramai mendadak berubah canggung.

William berdeham pelan sebelum akhirnya memberanikan diri membuka percakapan. "Beca ..."

"Ya?"

"Lo ... nggak ada niat buat pacaran?"

Rebeca menoleh, lalu mengangkat bahu. "Ada sih."

"Terus ... kenapa masih sendiri?"

"Soalnya belum nemu cowok yang cocok."

William mengangguk pelan. "Kalau boleh tahu ... cowok idaman lo itu seperti apa?"

Rebeca berpikir sejenak, lalu menjawab tanpa ragu. "Yang jelas harus sederajat sama gue." William terdiam. Rebeca melanjutkan dengan santai. "Terus ... dia harus tampan, pintar, perhatian, romantis dan terkenal."

Setiap kata yang keluar dari bibir Rebeca terasa seperti menghantam dada William satu per satu. Senyum tipis di wajahnya perlahan memudar. Ia sadar keluarganya memang hidup berkecukupan. Namun dibandingkan keluarga Rebeca, jelas masih terpaut sangat jauh.

Belum lagi soal terkenal. William hanyalah pria biasa. Bukan anak konglomerat, apalagi publik figur. Ia benar-benar merasa sangat kecil di hadapan gadis yang diam-diam telah lama mengisi hatinya. "Standarmu tinggi juga ya," ucap William sambil memaksakan senyum.

Rebeca terkekeh kecil. "Ya iyalah. Masa aku asal pilih pasangan?" Mata gadis itu mendelik jutek.

Suasana ruang tamu mendadak hening.

William tak lagi mengajukan pertanyaan. Ia hanya duduk sambil menggenggam gelas minumannya, menatap ke arah meja dengan senyum tipis yang dipaksakan. Di dalam hatinya, ia sudah menarik satu kesimpulan.

Tidak ada harapan.

Semua syarat yang diinginkan Rebeca terasa begitu jauh dari dirinya. Mungkin, bahkan sejak awal ia memang tidak pernah memiliki kesempatan.

Rebeca yang tak menyadari gejolak perasaan William mulai memainkan ponselnya. Jemarinya membuka Instagram, lalu menggulir layar dengan santai. Tiba-tiba matanya membulat. Sedetik kemudian ia menjerit kegirangan. "Aaaa ... horeee!"

William yang sempat melamun langsung tersentak. "Beca! Lo kenapa?"

Rebeca buru-buru mendekatkan layar ponselnya ke wajahnya sendiri, memastikan apa yang dilihatnya bukan halusinasi. "Ya ampun ... serius? Ini beneran?"

William ikut penasaran. "Ada apa sih, Beca?!" Ia mengajukan pertanyaan untuk kedua kalinya.

Rebeca menoleh dengan wajah berbinar. "Elgar Jeverson!"

"Hah? Elgar Jeverson?" ulang William bingung.

"Iya, Will. Elgar Jeverson nge-follow back Instagram gue!" Rebeca kembali menatap layar ponselnya sambil menutup mulut karena terlalu bahagia.

"Aaaa ... akhirnya di-follback juga! Seneng banget!"

William memaksakan seulas senyum. "Oh ... selamat ya."

"Iya! Gue udah lama nge-follow dia. Tadinya gue pikir dia nggak bakal nge-follback, gue. Eh ... ternyata difollback juga. Aaa ...!" Rebeca tersenyum lebar, sama sekali tak mampu menyembunyikan antusiasmenya. "Dia itu aktor favorit gue. Ganteng, terkenal, berbakat ... pokoknya tipe gue banget."

William menelan ludah. Dadanya kembali terasa sesak. Nama aktor muda yang sedang naik daun itu seolah semakin menegaskan betapa jauhnya dirinya dari sosok pria idaman Rebeca. Namun ia tetap berusaha terlihat biasa saja. "Gue ikut senang mendengarnya."

"Iya!" Senyum Rebeca makin lebar. "Siapa tahu nanti dia bales DM gue."

William terkekeh pelan, meski tawanya terasa hambar. "Iya ... semoga aja."

Di balik senyum itu, hatinya seperti diremas.

Ia sadar, bersaing dengan pria biasa saja sudah mustahil. Apalagi dengan seorang aktor terkenal yang kini bahkan mulai memperhatikan Rebeca di media sosial. "Hah, gue bener-bener nggak punya harapan," batinnya.

Rebeca masih sibuk dengan ponselnya. Senyum di wajahnya tak kunjung pudar. Sesekali ia tertawa kecil sambil membuka profil Instagram Elgar Jeverson, memastikan sekali lagi bahwa tanda following itu benar-benar ada.

"Ya ampun ... ini semua beneran nyata," gumamnya pelan dengan mata berbinar. Jemarinya lincah mengetuk layar, melihat unggahan demi unggahan sang aktor, lalu kembali membuka daftar pengikutnya untuk memastikan dirinya memang ada di sana.

William hanya duduk diam di seberangnya. Tatapannya tanpa sadar tertuju pada wajah Rebeca yang tampak begitu bahagia. Sudut bibirnya ikut terangkat membentuk senyum tipis.

Bukan karena ikut senang. Melainkan karena ia menyukai pemandangan itu.

Melihat Rebeca tersenyum saja sudah cukup membuatnya merasa tenang.

Namun di saat yang sama, ada rasa sesak yang perlahan memenuhi dadanya. Gadis yang diam-diam ia cintai sedang tersenyum begitu lebar.

Tetapi senyum itu bukan karena dirinya.

William menundukkan pandangan, lalu mengembuskan napas pelan.

"Mungkin ... memang sebaiknya aku tetap jadi temannya Beca." Ia kembali mengangkat kepala, memperhatikan Rebeca yang masih asyik dengan ponselnya, sesekali tersenyum sendiri tanpa menyadari ada sepasang mata yang sejak tadi memandanginya dengan penuh rasa kagum.

Sementara itu, Rebeca sama sekali tidak menyadari gejolak batin William. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada layar ponsel di tangannya, masih larut dalam rasa senang karena akun Instagram aktor favoritnya kini mengikuti balik akun miliknya.

***

Jarum jam tepat menunjukkan pukul tiga sore ketika dosen mengakhiri perkuliahan. "Baik, sampai di sini dulu materi kita. Jangan lupa minggu depan tugasnya dikumpulkan," ucap sang dosen sebelum meninggalkan kelas.

Para mahasiswa mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing. Suasana kelas yang semula tenang seketika berubah ramai oleh suara obrolan dan langkah kaki.

Cika memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, lalu berjalan keluar bersama arus mahasiswa lainnya. "Hari-hariku begitu tenang tanpa kehadiran Rebeca," kekehnya.

Cika melangkah lagi dengan langkah ringan. Begitu tiba di halaman kampus, ia tidak mengambil arah menuju halte seperti biasanya. Tangannya merogoh saku tas, memastikan ponselnya masih ada. Pesan dari Robinson yang diterimanya siang tadi kembali terlintas di benaknya.

"Setelah selesai kuliah, kamu tunggu saya di rumah sakit. Kita pergi ke butik milik istri Hasan untuk mencari kebaya pernikahan."

Cika mengembuskan napas pelan. "Huh," gumamnya lirih. Ia segera memesan ojek online.

Tak lama, ojol itu datang. "Dengan Mbak Cika?" tanya pengemudi memastikan.

"Iya, Pak. Ke Rumah Sakit Harapan Kasih, ya, Pak."

"Siap, Mbak." Motor pun melaju membelah padatnya jalanan sore.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, Cika tiba di rumah sakit. Ia langsung berjalan menuju ruang rawat tempat Sinta dirawat.

Begitu pintu kamar dibuka, senyum manis Sinta langsung merekah. "Kakak!"

Cika balas tersenyum hangat. "Hai, Princess Kecil."

Sinta langsung mengulurkan kedua tangannya. Cika menghampiri, lalu memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang. "Kakak baru selesai kuliah?"

"Iya."

"Capek?"

"Sedikit. Tapi begitu lihat kamu, capeknya langsung hilang."

Sinta terkikik geli. "Kakak bisa aja." Cika ikut tertawa pelan. "Eh, tadi Kakak nggak lupa makan siang, kan?" tanya Sinta dengan wajah serius.

"Enggak, Dek. Kakak makan siang."

"Menu makan siangnya apa?"

"Kakak makan nasi sama telur dadar, ditambah sambal sedikit."

Sinta mengangguk puas. "Bagus! Jangan cuma nyuruh Sinta makan."

"Iya, Bos." Cika kemudian duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan adiknya, lalu mengusap lembut punggung tangan Sinta yang masih berada dalam genggamannya. "Princess."

"Iya, Kak?"

"Gimana tadi pagi? Kemoterapi pertamanya lancar?"

Senyum di wajah Sinta sedikit memudar. Gadis kecil itu mengangguk pelan. "Lancar, Kak."

"Alhamdulillah."

"Tapi ..." Sinta menggigit bibir bawahnya. "Tadi sempat mual."

Hati Cika langsung mencelos. "Mual?"

"Iya. Terus badan Sinta juga lemes banget."

Cika menggenggam tangan adiknya sedikit lebih erat. "Sekarang masih mual?"

"Udah mendingan. Kata dokter memang efeknya begitu."

Cika mengangguk pelan. Meski sudah mendapat penjelasan dari dokter mengenai efek samping kemoterapi, mendengarnya langsung dari mulut Sinta tetap membuat dadanya terasa sesak. "Kepala kamu pusing nggak?"

"Sedikit, Kak. Tapi sekarang udah enakan."

"Alhamdulillah."

Sinta tersenyum tipis melihat raut khawatir kakaknya. "Kakak jangan sedih, ya."

Cika mengusap pipi adiknya dengan penuh kasih sayang. "Kakak bukan sedih."

"Terus?"

"Kakak cuma berharap kamu cepat sembuh."

Sinta mengangguk mantap. "Sinta juga pengen cepat sembuh. Biar nanti bisa sekolah lagi."

"Iya." Cika beralih mengusap puncak kepala Sinta.

"Bisa main lagi."

"Iya."

"Bisa makan es krim sepuasnya." Mata Sinta berbinar.

Cika tertawa kecil. "Iya. Tapi kalau dokter sudah membolehkan."

"Hehe ... siap!"

Melihat senyum ceria adiknya kembali mengembang, hati Cika sedikit terasa lega. Setidaknya, kemoterapi pertama telah berhasil dilalui Sinta dengan baik meski harus merasakan mual dan tubuh yang lemas sebagai efek sampingnya.

Cika kemudian mengecup lembut kening Sinta. "Princess hebat."

Sinta tersenyum bangga. "Soalnya Sinta kan pengen segera sembuh dari penyakit kanker ini."

"Iya," sahut Cika dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Kamu adalah pejuang paling hebat. Dan insya Allah ... kamu pasti akan segera sembuh."

1
Popo Hanipo
gimana si becca mau jadi orang baik emaknya aja nggak punya adab
stela aza
Robinson pekok apa gimana s ,,, masa ngijinin mantan istri nginap di rumahnya 🤦 udh g respect 🤦
Nice1808
apa yg dilihat gissel, cika dan pak robin kuda2an atau dia melihat pak robin telanjang dada🤭🤭sampai jantungnya mau loncat kluar🤣mmng gissel gak tau malu dah dia yg salah kembali mau balikan lagi, mana mungkin pak robin mau😃😃dia telah merasakan surganya cika 🤭🤭🤭
Oh leee cepatlah dtg sebelum gissel buat masalah di rumah itu
Nice1808
muak dech lihat gissel gak tau malu, beca lagi ibu murahan di bela blom tau aja klo nanti di Lee datang,,, puanass kau gisel pak robin dapat daun muda msh perawan lagi😃😃
Lee cepat dtg lah sebelom gissel buat masalah dgn cika,, bahagiakan cika ya thor😃
Nice1808: ditunggu kak kedatangannya🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Popo Hanipo
panas panas dah gisel
Ama Apr: pasti boom
total 1 replies
Popo Hanipo
beca kamu bakal punya mama muda sama papa brondong 🤣
Ama Apr: aduh, iya juga y
total 1 replies
Nice1808
🤣🤣🤣trrjadi juga,, gissel gk tau malu mau balikan dgn pak robin, mimpi pak robin dah dpt prrawan😃😃.Moga lee bongkar semua kebusukan gissel di depan beca biar dia tau kelakuan ibunya yg murahan🤣
Nice1808: gak sabar kak😃😃😃
total 2 replies
NN
lanjutttt
Ama Apr: siapp
total 1 replies
Nice1808
wkwkwkwk,tanggung thor🤭double up donk thor 🤣
Ama Apr: maaf br bls y kk
total 3 replies
Asphia fia
lanjut thor
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
Nice1808
yah tanggung thor🤭trnyata pak robin juga sudh mencintai cika😃terjadilah malam pertama nya dan bntr lagi Robin junior hadir 😃😃😃
Ama Apr: aamiin😂
total 1 replies
Popo Hanipo
pak tua di tembak anak muda 🤣🤣🤣
Ama Apr: haha, pk tuanya kurang peka sih
total 1 replies
Nice1808
wah cika dah jujur mencintai pak robin, gmna dgn mu pak robin apakah dah mulai mencintai cika, jika dah cinta gaskeun malam pertama🤣🤣🤣.Lanjut thor double up donk🙏🙏👍
Ama Apr: hehe iy kk
total 1 replies
Asphia fia
lanjut gass MLM pengantin
Ama Apr: wkwkwk
total 1 replies
Dartihuti
Anak tiri judes🤭ya betul si Beca...binti egois sebodo keras pala
Ama Apr: wkwkwk
total 1 replies
stela aza
saran j y Thor kalau bisa s Cika jgn di buat bucin dulu sama Robinson,,, soalnya nanti bakalan di gangguin sama Medusa bakalan riweuh urusannya kalau dia udh bucin duluan ,,, mendingan si Robin yg di bikin bucin duluan j Thor 🤭
Ama Apr: haha iya, mungkin aj robin yg bucin
total 1 replies
Nice1808
pak robin jatuh cinta lagi🤭😃😃
Ama Apr: haha iya lg, wkwkw
total 1 replies
Nice1808
jahat bngt kau beca, tapi cika gk akn kena mental krna cika tau masa lalu ibumu yg selingkuh, itu akn jd senjata buat cika dan msh ada tuan Lee selingkuhan ibumu yg akn dtg 😃😃😃kau yg kena mental beca setelah tau ibumu selingkuh dr pak robinson😃😃
Ama Apr: hihihi aku lg nyusun kt2🤣
total 3 replies
Nice1808
Gissel oh gissel kau wanita gak tau malu mau merebut kedudukan cika sebagai istri robinson, kau blg kedudukan mu sadar gissel kau yg selingkuh dan minta cerai lho. Moga lee cepat dtg ke jakarta mengggagalkan rencana gissel dan biar beca tau kelakuan ibunya🤣🤣🤣gak sabar aku, gedek bngt lihat ibu dan anak ini🤣🤣
Nice1808: gak sabar akunya😃😃😃
total 4 replies
stela aza
otaknya udh geser ,,, emak sama anak pada Kabeh 🤦
Ama Apr: sama kan satu turunan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!