Indonesia
NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:4.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk

"Aku butuh tanggal ulang tahun om. Terjadi sesuatu dan Alea memaksa menginap di tempatku. Sekarang aku ingin mengambil Micellar water di apartemennya. Dia memakai sandi ulang tahun om di pintu masuknya. Aku takut kalau tidak memenuhi keinginannya dia akan mengganggu ketenanganku saat dia terbangun besok pagi."

Damon bicara panjang lebar dengan sosok di seberang, yang dia telepon. Tentu saja sosok itu adalah Damian, ayah kandung Alea.

Panjang ceritanya sampai dia terlibat dan menjadi salah satu orang yang di minta Damian untuk menjaga putrinya yang sedikit gila itu. Intinya, ada momen di mana sosok Damian bekerjasama dengannya di pekerjaan, mereka menjadi cukup dekat dan sangat cocok. Lalu pria itu memintanya menjaga putri kesayangannya yang akan hidup mandiri di Belanda.

Awalnya Damon menolak. Tapi, mengingat tingkah lucu Alea terakhir kali mereka bertemu di rumah sakit, bahkan dia mengantar gadis itu pulang, entah kenapa Damon malah setuju. Memang tidak langsung. Damian harus memaksanya dulu sampai setuju. Dan setelah dia setuju, dia tidak membayangkan Alea, jauh lebih gila dari terakhir kali mereka bertemu. Sumber kekacauan dalam hidupnya beberapa hari ini.

Dia sudah sempat cerita pada Damian, tapi malah ditertawai. Saat ia cerita kejadian apa saja yang terjadi hari ini, dia juga hanya ditertawakan dan Damian mengatakan,

"Terimakasih sudah bertahan demi putri kesayanganku."

Aneh sekali. Padahal setahunya dulu seorang Damian sangat dingin dan serius sekali. Kalau salah satu anggota keluarganya ada yang berbuat ulah atau terjadi apa-apa, dia sendiri yang langsung turun tangan. Tapi pada Alea, laki-laki itu malah mempercayakannya pada Damon. Damon sendiri masih tidak habis pikir. Padahal Damian sosok orang yang tidak akan percaya orang begitu saja. Memangnya dia keliatan sangat bisa di percaya?

Damon menutup sambungan ponselnya begitu mendapatkan tanggal lahir Damian. Masih ada rasa kesal karena kekacauan yang terjadi seharian ini.

Damon menatap layar ponselnya beberapa detik setelah panggilan itu berakhir. Nama Damian masih terpampang di sana. Ia menghela napas panjang, lalu memasukkan ponselnya ke saku celana.

"Luar biasa…" gumamnya pelan.

Bukannya merasa terbantu, ia justru merasa seperti dijebak. Nada santai Damian, bahkan tawa kecil pria itu saat mendengar semua kekacauan hari ini… benar-benar di luar dugaan. Itu bukan sosok yang ia kenal dulu.

Damon berjalan menuju pintu apartemen Alea. Ia berdiri sejenak, menatap keypad digital di samping pintu. Tanggal lahir Damian. Jarinya mulai menekan angka satu per satu.

Bip.

Pintu terbuka. Damon masuk tanpa ragu, lalu menutup pintu di belakangnya. Seperti sebelumnya, suasana apartemen itu langsung terasa kontras. Sedikit berantakan, warna-warni, dan … jauh lebih hidup.

Ia berjalan lurus ke kamar Alea. Langkahnya tenang, matanya langsung menemukan botol micellar water di atas meja rias.

"Setidaknya dia tidak berbohong soal ini," gumamnya.

Damon mengambil botol itu, lalu berhenti sejenak. Pandangannya beralih ke cermin di depan meja. Pantulan dirinya terlihat di sana, rapi, tenang, tapi jelas lelah.

"Aku tidak percaya, aku benar-benar melakukan ini…" bisiknya pelan, setengah tidak percaya.

Seorang dokter, tengah malam, masuk ke apartemen seorang gadis hanya untuk mengambil pembersih wajah. Ia menggeleng kecil, lalu berbalik keluar.

Begitu kembali ke apartemennya, suasana hening langsung menyambut. Damon berjalan ke kamar. Pintu dibuka perlahan, namun Alea tidak ada di sana. Kening Damon berkerut. Matanya mencari ke seluruh kamar, tidak ada.

Ia lalu berjalan cepat ke toilet, tapi tidak ada juga. Ia mulai khawatir. Apalagi ini, kemana anak itu?

"Alea?" Suaranya pelan tapi tegas.

Ia hendak mencari di luar kamar ini, tapi langkahnya terhenti sebelum benar-benar mencapai pintu. Ia mendengar sesuatu.

"Ayo panjat, ayo kita panjat. Ah! Ini turun! Bukan panjat! Ayo kita turun!"

Itu jelas suara Alea. Dari arah balkon. Tak perlu hitungan detik, Damon sudah berlari ke arah balkon kamarnya. Matanya membelalak lebar saat melihat Alea duduk di ujung balkon itu, tapi bukan dengan kesadaran penuh.

Tubuhnya sedikit miring, satu tangannya berpegangan asal pada pagar, sementara tangan satunya lagi bergerak seperti sedang memanjat sesuatu yang tidak ada. Kakinya menggantung di sisi luar, bergoyang pelan mengikuti keseimbangannya yang jelas kacau.

Matanya setengah terbuka. Tidak fokus. Nafasnya terdengar pelan, tapi tidak stabil. Dan yang paling jelas, dia tidak sadar.

"Ayo panjat… ayo…" gumamnya lirih, suaranya seperti orang yang sedang bermimpi. Damon jelas langsung panik.

"Alea." suaranya rendah. Sangat rendah. Tidak ada nada kesal, tidak ada nada dingin. Hanya fokus.

Tidak ada respon dari gadis itu.

Damon melangkah pelan. Sangat pelan. Dia berhati-hati sekali menghitung langkahnya.

"Alea," panggilnya lagi, sedikit lebih tegas.

Gadis itu malah tertawa kecil.

"Hehe… tinggi banget…"

Damon mengatupkan rahangnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ini bukan lagi soal gadis cerewet yang menyebalkan.

Ini bahaya. Dan jelas Damon panik. Jelas sekali di wajahnya. Satu langkah lagi. Jaraknya sekarang hanya beberapa meter.

"Alea, jangan bergerak."

"Om Damon?" gumam Alea pelan tanpa menoleh.

"Aku lagi… turun gunung."

Turun gunung?

Damon menutup matanya sekilas, menahan emosi yang campur aduk antara kesal, panik, dan … takut.

"Kau tidak di gunung. Kau di balkon. Diam di situ." Alea menggeleng pelan.

"Enggak, ini gunung, licin … harus hati-hati."

Kakinya bergeser sedikit. Refleks Damon langsung bergerak.

"DAMN IT!"

Dalam satu tarikan cepat, ia meraih pinggang Alea dan menariknya kuat ke dalam.

"AAAA!"

Tubuh Alea terangkat dari posisi berbahaya itu, lalu jatuh ke dalam pelukan Damon. Mereka berdua terhuyung sedikit, tapi Damon menahan dengan kuat, memastikan gadis itu benar-benar aman di dalam balkon. Hening beberapa detik.

Nafas Damon terdengar berat.

Tangannya masih mencengkeram tubuh Alea erat.

"Apa kau sudah gila?" bisiknya rendah, hampir seperti geraman.

Alea tidak menjawab. Kepalanya jatuh lemas ke dada Damon. Nafasnya hangat. Dia … benar-benar tidak sadar. Damon menatap wajah itu. Dekat sekali. Terlalu dekat. Pupilnya tidak fokus, bibirnya sedikit terbuka. Dan ada aroma alkohol yang samar.

"Kau ... Mabuk?" gumam Damon tidak percaya.

"Nggak! Aku nggak mabuk! Aku bukan pemabuk! Aku pendaki gunung!" Alea mengangkat wajahnya lalu tertawa.

Damon menutup matanya dalam-dalam.

Kau memang mabuk.

Ucapnya dalam hati. Ia langsung bertanya-tanya sendiri bagaimana gadis ini bisa mabuk.

"Om! Aku mau ke bulan! Boleh anterin aku?!" Tiba-tiba gadis itu berteriak.

Astaga. Kekacauan apa lagi ini.

1
Maharani Rani
ahh elvan ternyata suhuu😄😄😄😄
Hanima
🤭🤭
Hanima
😍😍
Hanima
😍🔥🔥🔥
Sri Devi
lho perasaan kemarin Sabine lagi datang bulan 🫢🫢🫢🫢🤔🤔
Gian Hazza
wahhhh pagi2 Sabine dh rileks thor😆
Herman Lim
gila ga bos ga anak buah sama aja doyan kyk gini punya 🤪🤪
🍒WINA🍒
akhirnya elvan menyatakan perasaannya sama sabine, sabine mendenger ungkapan cinta elvan sangat happy dan terharu🤭

ternyata elvan menyukainya juga dsn cintainya sabine tidak bertepuk sebelah tangan...

sabine tidak menyesal telah memberikan sesuatu yg berharga, sama elvan pria sangat dicintainya...

semoga hubungan kalian berjalan lancar dan tidak ada kendala....
🍒WINA🍒
Akhirnya elvan berhasil unboxing sabine sukses dan berhasil, menjebol gawang sabine, keduanya menyatu sabine sekarang hanya milik elvan...

karena elvan cemburu tim elvan sampai harus memiliki sabine seutuhnya, makanya elvan nekat unboxing sabine duluan🤭

elvan berhasil unboxing sabine tanggungjawab menikahi sabine, keduanya saling mencintai dan cocok jadi pasangan...
Ny Rudi Harianto
si Sabine jg pro lagi sma Elvan....apa pun yg d buat Elvan kok jadi mau² aja dia nya...dasar bang Elvan
Ny Rudi Harianto
babang Elvan gercep sekali ya....gak mau sang pujaan hati d rebut dengan orang lain ...jadi mau gasssss aja
wahyu widayati
ayo elvan segera nikahiii sabine....tar keburu hamil sabine....😄
Beni Kayla
Daddy Damian di mana sih..cepat Daddy
.nikahkan mereka..ini kalau Alea tahu.. bisa diledak habis² nih🤣
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Aidil Kenzie Zie
Bara kau ketinggalan sama Elvan 🤣🤣🤣
faridah ida
mauu nya kamu itu mah Elvan ...🤣🤣🤣😜
aryuu
gara gara takut direbut si tim kamu kasar Elvan sama Sabine parahhh lu
faridah ida
harus itu Elvan kalau bisa langsung nikahin Sabine ...
faridah ida
seneng nih Sabine ...😁
Fitria Syafei
ajegilee pagipagi bikin pade nafsuu aje nih kalian 😜 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!