kisah cinta rumit antara Ranum, Raka, Rasya dan Dina. cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Mereka harus berkorban untuk mendapatkan cintanya.
Cinta Ranum begitu besar kepada Raka walaupun dia tau cintanya hanya untuk Dina.
Dina gadis cantik bertalenta hampir semua pria mengidamkan menjadi pacarnya tapi tidak pada Rasya. Rasya sama sekali tidak tertarik dengan Dina. Rasya memilih mendekati Ranum untuk menjadi kekasih hatinya.
kisah cinta rumit Raka,Rasya, Ranum dan Dina akan kah bisa menyatu? atau harus berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Zakiyahrosyad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 8 salah faham
Pagi ini benar-benar seperti maraton mahasiswa yang kos ditempat Abah Kirman kebanyakan semester tengah dan akhir yang banyak kegiatan.
kali ini Nida dan Ranum sedikit santai karena tugas lain telah selesai tinggal menunggu jadwal pengajuan Skripsi.
Kanaya merupakan mahasiswa fakultas kedokteran yang sangat santai dan berbeda dengan diva yang serius.
Ranum sering menyebut nya dokter gokil dan Ranum sering di gunakan kelinci percobaan yang selalu membuat mereka bertengkar. "Naya, cepet mandinya!"
"baru masuk Ranum jangan ribut!" teriak Kanaya dari kamar mandi.
"kebelet nih!"
"pakai kamar mandi luar num, jangan ganggu donk!" teriak Kanaya.
Ranum keluar kamar dan malas untuk berdebat. Tak lama Ranum kembali dan Kanaya masih di dalam kamar mandi sambil bernyanyi. Ranum sudah tau kebiasaan Kanaya.
Ranum pun meluruskan badannya di atas kasur sambil memegang handphone ternyata ada satu pesan masuk dari Rasya mengingatkan ada materi tambahan di jam ke dua.
Ranum pun menyiapkan semuanya yang akan di bawa ke kampus. "Naya cepet donk mandinya, hari ini aku ada kuliah tambahan" teriak Ranum.
"sebentar lagi bawel!" teriak Kanaya. 10 menit kemudian Kanaya keluar dari kamar mandi.
"kamu mandi atau berendam sih? lama banget" ujar Ranum dengan nada ngomel dan masuk kamar mandi.
Kanaya cuek aja kemudian memilih pakaian untuk dipakai karena ada pertemuan seluruh fakultas kedokteran untuk angkatan nya.
Tak lama Ranum pun keluar dari kamar mandi terkejut melihat Kanaya berdandan cantik." wow nah, tumben dandannya maksimal? mau ketemu cowok atau mau ikut pertemuan?" Ranum berkata dengan terheran melihat Kanaya.
Kanaya tertawa melihat ekspresi Ranum "Ranum, cantik ya AQ kalau dandan begini?" kanaya sambil memutar-mutar badannya di depan kaca.
Ranum hanya tertawa melihat tingkah temannya itu. tak lama Cristin mengetuk pintu dari luar kamar. "selamat pagi Kanaya"
"selamat pagi juga Cristin" Ranum dan Kanaya, Ranum melangkah dan membuka pintu.
" wow, Cristin juga cantik lho?"
"ya iya lah Ranum kan perempuan".
"pulang jam berapa kalian nanti?"
" belum bisa di pastikan num, masalah setelah pertemuan ada tugas." Cristin dengan ekspresi datar.
"sibuk ya kalian? lalu nanti kalau kalian pergi jauh terus kemalaman gimana?" Dengan ekspresi khawatir.
"sekarang gak khawatir lagi, apalagi Kanaya kan sudah ada yang antar jemput ajudan Abah".
"Hay Cristin jangan sebar berita bohong ya?" Kanaya ngomel.
"siapa tin?" Ranum penasaran.
Cristin tertawa dan lalu di bungkam oleh Kanaya. Ranum memaksa Cristin bercerita, Kanaya memainkan matanya kepada Cristin. "Ari," celetuk Cristin.
"Cristin ,,,,," teriak Kanaya.
Ranum tertawa bahagia " ya gak apa-apa lah, satu guru dan satu dokter kan pas" ledek Ranum.
"awas ya kamu num, "Kanaya dengan menarik tangan Cristin.
Cristin, Kanaya,diva dan Karin satu fakultas tapi mereka semua gokil abis calon doktor yang bawaannya ngisengin orang walaupun, mereka ada yang berbeda agama tapi mereka memiliki ikatan teman ya yang baik. Ranum pun sudah bersiap untuk pergi bersama dengan Nida.
...****************...
berjalan santai dengan obrolan ringan tak terasa sampai di ruang kelas. Ranum dan Nida duduk santai menunggu yang lain datang.
Dina mendekati Ranum yang duduk di ujung ruangan yang sedang asyik bermain handphone. "Ranum, boleh pinjam handphone?"
"boleh, handphone mu kenapa Din?"
"pulsa ku habis dan aku ingin menghubungi seseorang".
Ranum tak ambil pusing lalu menyerahkan handphone nya kepada Dina. Ranum pun memilih bergabung ngobrol dengan teman lainnya.
Tak lama Dina pun menyerahkan handphone Ranum. Dina berkata dalam hati "(Rasya gak adil, giliran pesan Dari handphone Ranum segera dibalas. pesan ku boro-boro dibalas dibaca pun tidak)" Dina duduk dan tak lama dosen pun datang.
Hampir pelajaran selesai Rasya tidak muncul. Raka memberi kode Ranum, ranum meminta izin keluar untuk menghubungi Rasya.
Ranum pun mengeluarkan handphone nya. "assalamualaikum Rasya, kamu dimana? Raka tadi minta tolong aku hubungin kamu".
Raysa terkejut " Ranum bukannya tadi kamu bilang sakit dan nitip obat dan bubur"Rasya dengan bingung.
Ranum terkejut soal ada yang bilang dirinya sakit "Astaghfirullah, Ranum gak ada lho bilang begitu sya".
"terus siapa? coba cek handphone kamu! kan yang kirim pesan pakai nemr kamu" Rasya menyuruh Ranum membuka handphone nya.
Ranum membuka handphone nya dan tidak menemukan pesan apapun. Ranum bingung siapa yang berkata seperti itu. " maaf sya, jujur ranum gak tau siapa pakai handphone Ranum buat kirim pesan ke Rasya. kalau gitu kita ketemuan ditaman kampus."Ranum merasa gak enak hati.
"baiklah kalau gitu, berdua saja ku jemput kita ngobrol di luar kampus" Rasya yang sedang bingung.
Ranum pun mengiyakan dan kembali dengan berfikir siapa yang menghubungi Rasya mana obat dan bubur lagi.
" kamu kenapa num, kok bengong datang dari laut?" Vika bertanya melihat ekspresi Ranum seperti memikirkan sesuatu.
"aneh ada yang hubungin Raysa kalau AQ sakit minta obat dan bubur pakai nmer handphone ku segala. kasian harusnya ikut mata kuliah malah bolos".
"ada yang pinjam handphone mu lagi tadi?"
Ranum pun berfikir dan mengingat siapa meminjam handphone nya, masalah pesan yang dimaksud Rasya tidak ada. " iya aku ingat, Dina tadi pagi pinjam handphone ku katanya mau hubungi seseorang" Ranum akhirnya mampu mengingat nya.
"ada Ndak di pesan itu nmer lain yang dibuat hubungin". Vika menyuruh ngecek handphone nya.
"gak ada nmer chat lain".
"apa jangan-jangan Dina yang menghubungi Rasya" Ranum menerka.
" bisa jadi, baru di hapus untuk menghilangkan jejak".
Ranum tak habis fikir soal Dina. materi kuliah pun selesai dan tugas untuk Minggu depan telah menyusul. Dina terlihat bergegas keluar ruangan, ranum pun mengejar Dina yang kemudian diikuti Raka. "Dina,, tunggu!!" teriak Ranum.
Tanpa peduli Dina tetap melajukkan langkahnya. ranum pun tetap mengejar dan ranum kehilangan jejak. " belok kemana tu anak?"Ranum berkata sendiri.
"num, apak kata Raysa?"Raka tiba-tiba muncul dibelakang nya.
Ranum terkejut " Raka, sini aku mau bicara" Ranum dan mengajak Raka duduk di kursi panjang. Ranum menceritakan semuanya ke Raka, Raka terkejut dengan ekspresi datar.
"kalau begitu Dina harus menjelaskan ke Rasya".
"mana mungkin dia mau sya, sedang kan ini tadi aja dia kabur."Ranum dengan sikap kesalnya.
Raka pun memutuskan untuk mencari Dina dan ranum harus pergi menemui Rasya, obrolan pun berakhir.
Ranum menuju taman kampus dan berdiri di pinggir jalan. tak lama Raysa pun muncul dan mengajak Ranum pergi. sesampainya di taman Rasya tak berbicara apapun, fikiran Ranum tak karuan walaupun demikian
Ranum harus tenang. " Rasya, ranum pesenin minuman dulu ya?"
"gak usah num, duduk aja disini"Raysa dengan wajah kesal.
"maaf ranum gak tau soal pesan itu"Ranum meminta maaf.
"baca pesan ini!"Rasya dengan menyodorkan handphone nya.
Ranum membuka dan membaca pesan itu, melihat waktu pengiriman sama persis ketika Dina meminjam. Ranum pun menjelaskan semuanya ke Rasya. beruntung Raysa bukanlah laki yang begitu saja menyalakan orang lain.
"Aku sudah curiga rangkaian kata-kata, tapi ketikan pesan itu sama yang membuat ku percaya kalau itu kamu"Rasya sambil menunduk kepalanya.
"ini obat dan bubur yang diminta. aku panik dengan kata-kata itu".
Ranum hanya menepuk pundak Rasya. " sabar sya, dan maaf".
"kamu gak salah, maksudnya Dina itu apa?" Rasya bingung dengan sikap Dina berubah sejak liburan kemarin.
"lebih baik kita tanya Dina maunya apa biar gak seperti ini!"
"gak usah num, daripada nanti lebih banyak drama yang keluar"Raysa tak ingin memperpanjang Masalah.
Disisi lain Raka mencari Dina, teman-teman Dina tak mengetahui dimana Dina. Raka memutuskan untuk kembali ke kampus untuk bergabung dengan teman lainnya. disitu Vika mencoba bungkam karena tak ingin Dina dikucilkan teman lainya sesuai pesan Ranum.
Obrolan berakhir mengingat waktu sudah siang. Vika masih berfikir soal Ranum, dan Dina.
...****************...
lelaki Berkacamata 🤗🙏
semangat next up nya, dan jangan lupa jaga kesehatan ya.💕💕💕
di tunggu feedbacknya di "I Love My Driver"😁🙏
bdw mampir juga ya kak di novel ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Semangat.
Ada waktu, feedback RIHHANE OF STORY juga ya...
Thanks
"Senja" dan "Zona Berondong" menanti.