Indonesia
NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:866k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan

Berlian dan Maura diijinkan pulang setelah selesai rapat.

"Mood bos bagus banget hari ini?" oceh Maura setelah sang bos pergi bersama asisten Brian.

Berlian menengok ke arah Maura, perasaan bos biasa aja. Tetap dalam mode es balok. Pikir Berlian.

Maura balik menatap ke arah Berlian.

Berlian cuman nyengir kuda.

"Jadi cewek tuh peka dikit kali," lanjut Maura.

"Maksudnya?" Berlian tak mengerti arah bicara Maura.

"Bos besar kayaknya naksir deh sama kamu," ungkap Maura.

"Ha...ha... Kamu nggak lagi demam kan beb?" Berlian terbahak mendengarnya.

"Issshhh, emang kamu aja yang nggak peka," balas Maura kesal.

"Nggak peka dari Hongkong.... Nggak mungkin lah bos naksir cewek bersuami macem gue....," sanggah Berlian sambil menoyor karib yang kadang suka bicara ngasal itu.

"Abis ini kemana kita?" tanya Maura mengganti topik.

"Pulang, emang kemana lagi?" seru Berlian.

"Nggak asyik banget hidup mu," oceh Maura.

"Masalah kemarin harus selesai hari ini juga, aku nggak mau berlarut-larut," niat hati Berlian.

"Kok malah melamun?" Maura menyenggol lengan Berlian.

Berlian tersenyum paksa.

"Kenapa? Ada masalah lagi sama laki-laki kesayanganmu?" tanya Maura sinis.

Sedari awal nikah dengan Arya, Maura tak setuju. Tapi karena sudah menjadi keputusan sahabatnya, Maura menghormati nya.

Berlian diam. Belum saatnya bicara dengan Maura. Bisa diketawain tujuh hari tujuh malam sama sahabat tengilnya itu.

"Beneran Mau, aku pulang abis ini," tandas Berlian sambil menghela nafas panjang.

Maura diam karena Berlian sudah memanggilnya dengan sebutan 'Mau', nama Maura yang disingkat, itu artinya Berlian ingin menyendiri. Entah masalah apa, Maura belum ada niatan bertanya.

Ada waktunya kita ingin sendiri, dan hal itu disadari oleh Maura.

.

"Rame banget dalem rumah?" gumam Berlian selepas kakinya menapak lantai.

Arah pandangannya fokus ke ruang tamu rumah tinggalnya

Bik Sumi tergopoh mendatangi sang nyonya

"Ada acara apa bik? Kok nggak kasih tahu aku?" selidik Berlian.

"A... A... Anu nyonya?" Bik Sumi bingung mau jawab apa.

"Ada apa sih bik? Dari kemarin gagu banget bicara Bik Sumi," tukas Berlian dengan arah mata tak beralih dari ruangan itu.

"Tu... Tuan ....," Bik Sumi gugup.

"Kita ke sana aja, daripada nungguin Bik Sumi ngomong, bisa sewindu kita di sini," Berlian hendak melangkah, tapi Bik Sumi menghalangi.

"Nggak usah ke sana nyonya," kata Bik Sumi.

Berlian memicingkan netra.

Kejadian kemarin juga Bik Sumi berusaha menghalanginya. Apa ada kaitannya?

Berlian melangkah tanpa memperdulikan Bik Sumi.

.

Berlian berdiri di tengah pintu utama.

Terdengar kata 'sah'... 'sah' dari dalam ruangan.

Dilihatnya sang suami duduk berdampingan dengan adiknya.

Di hadapannya ada ayah nya yang menjabat erat tangan Arya.

Berlian tertegun sesaat.

Hening....

Semua arah mata menoleh ke Berlian.

"Kebetulan kamu sudah pulang," tuan Adrian Kusuma bangkit dari duduk menyambut putri pertamanya.

"Duduklah!" suruhnya.

Berlian mengikuti ucapan sang ayah tanpa banyak kata.

"Tentu kamu sudah tahu semuanya, mulai kejadian kemarin....bla...bla...," tuan Adrian menjelaskan semua dari A sampe Z.

Berlian hanya bisa menangkap, bahwa Arya menikahi Intan karena Intan hamil anaknya. Dan dia harus bisa menerima Intan sebagai madunya.

Arya ikutan bangkit dan mendekati Berlian.

"Benar kata ayah, aku menikahi Intan sebagai tanggung jawab atas rasa bersalahku," Arya meraih tangan Berlian tapi ditepis oleh Berlian.

"Jadi ini endingnya? Selamat buat kalian berdua," ucap sinis Berlian sambil bangkit dari duduk.

"Mau kemana kamu?" tuan Adrian ikutan bangkit

"Bukan urusan ayah," rasa kecewa yang selama ini menumpuk tinggal menunggu bom waktu untuk meledak.

"Sayang, bagaimanapun Intan sekarang sudah menjadi istriku. Mau tidak mau kamu harus menerimanya," ucap Arya membuat Berlian muak mendengarnya.

"Kita cerai!" tegas Berlian.

Plak...

Tamparan keras sang ayah mendarat mulus di pipi Berlian menimbulkan jejak kemerahan di sana.

"Kurang ajar!" teriak tuan Adrian.

"Sudah mendingan Arya terima kamu apa adanya, kamu wanita tak sempurna. Ingat!"

"Mama tak habis pikir Berlian. Harusnya kamu bangga, bisa tetap menjadi istri Arya. Toh akhirnya nanti kalian bisa merawat bersama anak yang dilahirkan Intan adikmu," kata mama sambung Berlian.

"Baru tahu sekarang, budaya pelakor itu ternyata keturunan," ejek Berlian membalas mamanya.

"Jaga ucapanmu!" hardik tuan Adrian.

"Kenapa Yah? Itu kenyataannya, Intan anak pelakor dan sekarang dia jadi pelakor juga. Ingat Yah, aku ini juga anakmu? Kenapa tak sedikitpun ayah menoleh ke arahku? Intan... Intan...terus....," air mata menggenang di pelupuk mata Berlian.

"Kak, apa kakak sedang cemburu? Kasih sayang ayah pada kakak sama besarnya," Intan ikutan protes.

"Oh ya?" Berlian memastikan kebenaran yang disampaikan Intan.

"Dengan aku bergeser kamar, ikhlas kasih semua mainanku ke kamu. Dan sekarang harus ikhlas berbagi ranjang denganmu? Aq tak SUDI," tegas Berlian.

"Ambillah barang bekas pakai milikku!" tatapan Berlian lurus ke arah Arya saat mengucapkan itu.

"Apa? Bekas pakai? Jaga ucapanmu Berlian," kata Arya tak terima.

"Apa namanya kalau tak bekas pakai?" Berlian tertawa sarkas.

"Kalian memang pasangan yang cocok, sama-sama berhati busuk," Berlian pergi begitu saja.

"Jangan ada yang menghalangi dia, dasar wanita tak tahu diuntung," tuan Adrian mencegah Arya yang hendak menyusul Berlian.

"Sudah tahu dirinya mandul, masih sok-sok an tak mau dimadu," cibir nyonya Adrian, ibu sambung Berlian.

Semua ucapan itu menempel erat di otak Berlian.

.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel Berlian.

'Berani keluar dari rumah, berani hadapi konsekuensi. Aku coret hak waris atas nama Berlian Putri Wiranata,'

Tak ada keraguan dalam benak Berlian untuk pergi. Apa yang harus disesali, toh perusahaan peninggalan ibu kandungnya sudah merugi dipegang oleh Adrian Kusuma. Ayahnya sebagai keluarga kandung satu-satunya tak peduli lagi pada dirinya. Apalagi pria yang berstatus suami itu. Tak ada yang diharapkan lagi dari seorang Arya.

.

Berlian berniat mencari kontrakan, "Aku rasa tabungan ku masih cukup untuk cari tempat tinggal dan sisanya akan ku buat untuk mengurus perceraian dengan Arya," gumam Berlian seraya melajukan mobilnya perlahan.

Ponsel Berlian bergetar di atas dasboard mobil.

"Tuan Dom?" gumam Berlian lirih.

"Ngapain es balok telpon? Biasanya kalau ada perlu cukup asisten cerewet itu yang nelpon," seru Berlian sambil menggeser ikon hijau di layar ponselnya.

"Selamat sore tuan Dominic?" sapa Berlian santun.

"Ke kantor sekarang!" suara bernada perintah menggema.

Berlian melirik jam yang melingkar di lengan.

"Ini di luar jam kerja tuan," Berlian mengingatkan takutnya sang bos salah panggil.

"Tak ada bantahan!!!"

Tut.... Tut .... Tut .....

Panggilan terputus sepihak meninggalkan gerutuan Berlian.

Meski sumpah serapah keluar dari mulutnya, Berlian tetap membawa kuda besinya ke perusahaan tempatnya bekerja.

.

1
Khairul Azam
perkataan tuan alexsander itu bukankah termasuk pelecehan
Khairul Azam
banyal fitnah karena km gak mau klo ayahmu mau mengumumkan klo km iti anaknya, itu jg termasuk dosa jg karena memboarkan orang lain berpikir biruk.
echa purin
👍👍👍
Ita Ita
novelnya sangar bagus dan menarik.
moenaelsa: makasih 🌟 kak
total 1 replies
Titien Prawiro
Diambang batas gk ada lanjutannya apa.
Yuliati Soemarlina
yeh berlian bukan morotin..itu perhiasan dikasih mertuanya..
Yuliati Soemarlina
ketabrak ga sengaja aja dipermasalahkan kinara...modus nipu nih 2 manusia cecunguk ??
Yuliati Soemarlina
pemain" drama saling bersinggungan...
ken darsihk
tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠
ken darsihk
Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya
ken darsihk
Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
jgn nyela berlian..dengarkan ucapan dr..jgn sok tau...lama" nyebelin juga si berlian ini
Yuliati Soemarlina
lihat tanda" nya..kamu hamil berlian..
Yuliati Soemarlina
berlian n dom sama" ngebohongi ortu...kenapa thor ceritanya jelimet begini...rahasia"...teruuus🤭🤭🤭
Yuliati Soemarlina
berlian..rahasia teruuuuuus...cape deh...🤭
Yuliati Soemarlina
2 org licik bersekutu..apakah akan berhasil ?
Yuliati Soemarlina
klo ceritanya bagus tentu bagus komentarnya thor...
Yuliati Soemarlina
Dom cepat halalkan berlian...biar gak terus diganggu ulat keket si kinara
Yuliati Soemarlina
akibat berlian keras kepala..banyak fitnah..apa yg kamu pertahankan berlian..lemot banget otak peran utama ini
Yuliati Soemarlina
bungkam tuh mulut lemes si kinara..tunjukan pd dunia bahwa kamu anak tunggal wiranata..biar orang" tdk merenehkanmu..kesel juga baca cerita ini thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!