Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang kantor

Senin pagi, begitu Rain melangkah masuk ke kantor, sambutan yang dia terima jauh dari kata biasa. Beberapa kepala menoleh, beberapa lainnya berbisik-bisik pelan, dan Sari langsung menyambar begitu Rain baru saja duduk.

"Gimana Bandungnya? Sukses negosiasinya?" tanya Sari, meski nada suaranya menyiratkan dia lebih penasaran soal hal lain.

"Sukses, kontraknya deal," jawab Rain, berusaha fokus ke pertanyaan yang sebenarnya.

"Selain itu?" Sari mengangkat alis, menahan senyum.

"Nggak ada apa-apa lagi, Sari," Rain menjawab tegas, meski pipinya sedikit menghangat mengingat percakapan-percakapan kecil sepanjang perjalanan itu.

Sari cuma mengangguk-angguk dengan senyum penuh arti, jelas nggak sepenuhnya percaya, tapi memilih nggak menekan lebih jauh.

---

Sepanjang pagi, Rain sibuk menyusun laporan hasil negosiasi buat dipresentasikan ke Pak Hadi siang nanti. Di tengah kesibukan itu, Pandu muncul di dekat mejanya, membawa dua cangkir kopi seperti kebiasaan lama.

"Selamat datang kembali," kata Pandu, menyodorkan salah satu cangkir.

"Makasih," Rain menerimanya, tersenyum tulus. "Gimana kabarnya di sini selama aku pergi?"

"Biasa aja," jawab Pandu, meski ada jeda kecil sebelum dia melanjutkan. "Denger-denger negosiasinya sukses banget."

"Iya, untung ada Kenzo yang bantu analisis," jawab Rain, tanpa berpikir panjang.

Pandu diam sesaat, mengaduk kopinya sendiri meski nggak benar-benar meminumnya. "Kalian kelihatan makin akrab, ya, akhir-akhir ini."

Rain menoleh, sedikit terkejut dengan nada suara Pandu yang terdengar berbeda, bukan menghakimi, tapi ada semacam kekhawatiran yang coba disembunyikan.

"Kita cuma kerja bareng," jawab Rain, meski entah kenapa kalimat itu terasa kurang meyakinkan bahkan buat dirinya sendiri.

"Iya, aku tahu," Pandu buru-buru mengangguk. "Cuma... ya, udahlah. Nggak penting."

Dia berjalan pergi lagi, meninggalkan Rain dengan pertanyaan yang menggantung. Belakangan ini, Pandu semakin sering mengucapkan "nggak penting" di setiap percakapan yang sebenarnya penting dan Rain mulai lelah menebak-nebak apa maksud sebenarnya di balik kalimat itu.

---

Siang harinya, presentasi hasil negosiasi berjalan lancar di depan Pak Hadi dan jajaran direksi. Rain dan Kenzo bergantian menjelaskan detail kesepakatan, saling melengkapi tanpa perlu banyak koordinasi lagi seolah mereka udah terbiasa bekerja sebagai satu tim yang solid.

"Kerja bagus, kalian berdua," puji Pak Hadi, tersenyum puas. "Pertahankan kerja sama ini sampai proyek selesai."

Begitu keluar dari ruang rapat, Kenzo berjalan di samping Rain menuju ruangan proyek mereka.

"Pak Hadi kelihatan senang banget," komentar Rain.

"Wajar, kita berhasil hemat budget lumayan besar," jawab Kenzo, singkat seperti biasa.

"Kamu nggak seneng, gitu?" tanya Rain, setengah bercanda.

Kenzo melirik sekilas. "Aku senang. Cuma nggak perlu ditunjukin berlebihan."

Rain tertawa kecil, geleng-geleng kepala. "Kamu ini, selalu aja irit ekspresi."

"Kalau semua orang gampang baca ekspresiku," jawab Kenzo, nada suaranya sedikit lebih pelan dari biasa, "nanti kamu jadi gampang tahu juga soal hal-hal yang belum siap aku ungkapin."

Rain berhenti melangkah sejenak, menatap Kenzo yang terus berjalan tanpa menoleh lagi. Kalimat itu terasa seperti pengakuan terselubung sesuatu yang sengaja disampaikan setengah-setengah, cukup buat bikin Rain penasaran, tapi nggak cukup buat benar-benar jelas.

---

Sore harinya, di meja kerjanya sendiri, Rain menatap layar ponsel, membuka chat lama dengan Pandu, lalu chat yang lebih baru dengan Kenzo. Dua orang, dua cara berbeda buat menunjukkan perhatian satu yang selalu ada tapi selalu ragu, satu lagi yang jarang bicara tapi setiap kalimatnya terasa penuh maksud.

Untuk pertama kalinya, Rain menyadari sesuatu yang selama ini dia hindari untuk diakui:

Dia nggak lagi seyakin dulu soal siapa yang sebenarnya dia harapkan.

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!