Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Virus Zombie

Keesokan harinya, Ruby melihat berita lewat Media sosial yang lebih cepat menyebar. Virus Zombie benar-benar sudah dimulai, dalam unggahan video, para Zombie memenuhi jalan kota.

Jaringan saat ini masih stabil karena belum ada pemadaman listrik. Dalam alur cerita, sebagian listrik dimatikan, dan aliran internet juga sengaja diputus entah apa penyebabnya.

Pemerintah juga sudah merilis berita, jika gejala virus yang sebelumnya, seperti Bapil dan gatal-gatal tidaklah menular.

Mereka semua diminta untuk tetap waspada, karena pemerintah juga belum tahu, apakah jika bersentuhan dengan Zombie akan menyebabkan penularan.

"Apakah ini akhir Zaman?" gumam Nyonya Sera dengan mata berkaca-kaca.

"Astagaa.. Ini mengerikan sekali!" kata Dokter Mira dengan dengan tubuh gemetar melihat banyaknya zombie.

"Sebisa mungkin jangan sampai terkena gigitan atau cakarannya!" sela Ruby yang juga merinding melihatnya. Bagaimana jika dia bertemu langsung dengan mereka?

"Ruby. Apa maksudmu? Apa kamu mau ke kota?" tanya Dokter Mira.

"Ya. Tapi belum sekarang. Kita harus pergi cari perbekalan untuk ditimbun. Stok yang kita punya lama-lama pasti akan habis!"

"Benar juga! Ruby, kalau kamu ke Kota ajak aku. Ayah Sila nggak bisa dihubungi dari kemarin! Aku sangat khawatir terjadi sesuatu padanya.!" sela Manda.

Ruby tertegun, bukan cuman suami Manda yang harus dicari, tapi juga keluarga besar dari Ayah dan Ibunya.

"Baik. Kalau begitu kita pergi sekarang juga!"

Karena sudah sepakat, Ruby segera bersiap-siap. Awalnya, Tuan Edward juga ingin ikut, tapi Ruby melarangnya.

Perkebunan harus ada orang yang hebat seperti Ayahnya yang berjaga. Dan juga, Tuan Edward sudah menghubungi 50 pekerjanya untuk berkumpul.

"Baiklah. Kamu harus hati-hati. Jika kamu sudah menemukan suami Manda, pergilah cari Kakekmu. Mereka semua tidak bisa dihubungi!"

"Ayah tenang saja! Aku pasti menemukan mereka!" ucap Ruby berusaha menenangkan Ayahnya.

"Haaah.. Tapi Ayah nggak tenang membiarkan kalian berdua pergi tanpa ada seorang pria!" ucap Tuan Edward.

Ruby terdiam, dia sebenarnya juga takut. Mau bagaimanapun, ini adalah pengalaman pertamanya untuk bertemu dan melawan para Zombie.

Zombie itu sangat banyak, dan dia belum tau apakah para Zombie itu memiliki tingkatan level? Di dalam buku, mereka hanya zombie biasa tanpa bermutasi.

"Bagaimana kalau aku ajak Kak Jack!" Usul Ruby. "Ilmu beladirinya hampir sebanding dengan Kak Leo!" lanjutnya.

Jack adalah anak dari Pak Jon. Dia tinggal di paviliun belakang bersama dengan para pelayan lainnya.

Jack besar di perkebunan itu, saat Tuan Edward menyarankannya untuk masuk militer, dia langsung menolak. Jack tidak ingin meninggalkan Ayahnya.

"Oh Jack. Ayah hampir lupa dengannya!" kata Tuan Edward dengan semangat. Setidaknya, ada pria dewasa yang menemani mereka.

Jack juga sudah melihat berita kekacauan di luar sana. Dia sangat penasaran apa yang terjadi, sehingga dia langsung setuju saat Tuan Edward memintanya menemani Ruby ke kota.

"Jangan bagi seperti itu!" Ruby segera menghentikan Jack yang ingin memasukkan semua senjata ke dalam satu tas.

"Senjata sangat berat, biar aku yang membawanya.!" kata Jack.

Ruby menjelaskan jika ini bukan masalah berat. Mereka bertiga membawa tas masing-masing dengan barang yang sama.

Senjata dibagian bawah lalu obat-obatan dan makanan di atas. Bagaimana jika mereka terpisah dan kehabisan amunisi? Bukankah itu sangat bahaya?

"Oh benar juga. Aku yang kurang teliti!" ucap Jack sambil menyusun kembali isi dalam tasnya.

Setelah semuanya beres, mereka berangkat menggunakan mobil Van.

"Nak. Keselamatan lebih penting!" ucap Nyonya Sera.

Ruby tersenyum "Ibu aku mengerti!" balasnya sambil melambaikan tangan.

Mereka semua menatap mobil Van yang mulai menjauh. Mereka hanya bisa berdoa dan menunggu.

...----------------...

Ruby meminta Jack untuk berhenti di pinggir Kota. Mereka tidak bisa terus maju, karena ada banyak mobil ditengah jalan yang ditinggalkan begitu saja, belum lagi Zombie sangat peka dengan suara-suara keras.

"Kak Jack. Maju sedikit lagi, ada gedung kosong di depan. Kita simpan mobil di sana!" pinta Ruby.

Jack tidak banyak tanya, dia hanya terus berkendara dengan waspada. Situasinya sangat sepi, sangat mencurigakan.

Tiba di gedung kosong, mereka tidak langsung turun dari mobil. Masing-masing dari mereka mengambil senjata yang tidak mengeluarkan suara.

Ruby menggunakan pedang, jack membawa busur, dan Manda membawa tongkat besi. Sebisa mungkin mereka tidak menggunakan pistol atau senjata api.

"Aku turun cek dulu. Kalian tunggu di sini!" pinta Jack.

"Emm..!" Ruby memberikan kunci gudang agar Jack bisa langsung membuka pintunya, dan dia tinggal cap gas.

Jack turun dari mobil dan langsung waspada dengan sekitar. Dan benar saja, suara deru mobil Van menarik perhatian Zombie yang sedang bersembunyi di gedung seberang jalan.

Jack bergegas membuka pintu gudang dan meminta Ruby segera tancap gas. Ruby dan Maura segera ke luar dan kembali mengunci pintu gudang. Tanpa yang lain sadari, mobilnya sudah menghilang, Ruby tidak yakin tempat itu aman dari para penyintas.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Raungan Zombie yang makin mendekat dari berbagai arah. Ketiganya sempat mematung melihat wujud asli Zombie yang sesungguhnya.

Lebih menyeramkan, dan baunya sangat busuk. Padahal mereka sudah menggunakan masker.

"Jangan ragu. Mereka bukanlah lagi manusia seperti kita!" ucap Ruby dengan nada simpati. "Pukul bagian kepalanya!"

"Baik!" Balas Manda dengan tubuh gemetar. Makhluk inilah yang hampir menggigitnya kemarin.

Jleb....

Krek....

Brakkk....

Ketiganya serempak maju menghantam kepala zombie, Ruby langsung memenggalnya dengan pedang, Jack menusuknya dengan anak panah, sedangkan Manda menghancurkannya dengan tongkat besi.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Ketiganya terus membunuh zombie itu satu persatu, meskipun masih ada rasa takut mereka harus tetap melakukannya, jika tidak mereka akan jadi mangsa.

Jleb...

Jleb...

Krek....

Setelah berhasil menghabisi para zombie, ketiganya terdiam kaku melihat bangkainya berserakan di mana-mana, darah merah pekat membanjiri trotoar.

Tubuh mereka lemas dan mual, ini adalah pengalaman pertama mereka membunuh, mau bagaimanapun para zombie itu juga dulunya manusia seperti mereka.

"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Ruby.

Mereka berjalan menyusuri trotoar dengan perasaan yang kacau. Tapi makin jauh mereka melangkah, makin banyak bangkai Zombie di tengah jalan.

Dilihat darahnya yang mulai mengering, para zombie-zombie itu sudah mati sejak semalam.

Mereka berhasil menemukan tempat yang tidak ada bangkainya. Sebuah lahan kosong, mereka tidak berani berteduh di dalam bangunan, siapa yang tahu apa yang ada di dalamnya.

"Kita istirahat sebentar!" ucap Ruby sambil duduk di atas batu.

"Yaa.. Aku juga sudah lelah dan haus!" sahut Manda sambil mengeluarkan sebotol air.

Ruby dan jack juga melakukan hal yang sama. Adrenalin mereka benar-benar diuji. Tapi ini baru awal, jika ingin terbiasa, maka rasa takut harus dilawan.

Tiba-tiba sosok anak kecil dengan berlumuran darah berjalan mendekat, wajah tangan dan kakinya terlihat sangat kotor.

Ruby dan yang lainnya langsung waspada, apa mereka juga harus membunuh Zombie kecil itu? Manda rasanya tidak tega, apalagi dia juga punya anak seumuran dengannya.

"Tunggu! Dia bukan zombie, jalannya masih stabil!" sahut Ruby yang baru sadar keanehan tersebut.

"Ehh benar juga.!" Manda menghela nafas lega. Karena tidak perlu membunuh anak kecil itu.

"Mau di apakan? Kasihan sekali, pasti dia sangat ketakutan berjalan seorang diri di dunia yang kacau!" ujar Jack.

Gadi kecil itu terus jalan mendekat dengan rasa takut. Dia tidak punya pilihan lain, dia sudah meminta bantuan tapi tidak ada yang mau menolongnya.

"Kakak tolong.. Ibu mengigit orang!"

.

.

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!