Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!
Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.
Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawaran Ranaya
Motor Arka berhenti tepat di sebuah komplek perumahan. Penumpang yang ia bawa pun turun di salah satu rumah yang cukup besar, setelah melakukan pembayaran dan memberikan tips, jarang-jarang ada penumpang yang seroyal itu. Namun hal itu tak membuat Arka langsung merasa lega.
Bukan karena tidak bersyukur. Tapi karena Ranaya, si Kuntilanak ngartis yang masih mengikutinya dari rumah sakit sampai sejauh ini.
"Numpang, ya, capek juga melayang terus, kembung nih perut." Dengan santai Ranaya nangkring di jok belakang yang kini kosong.
"Mau apa lagi?" tanya Arka, ia sebenarnya ogah, tapi kalau tidak begitu, Kuntilanak Tak Lazim ini pasti terus mengikutinya.
Ranaya diam sejenak saat Arka kembali melajukan motornya keluar dari komplek perumahan. Ia sempat-sempatnya melambaikan tangan saat salah seorang security mematung menatap ke arahnya. Jiwa hantu isengnya mulai muncul juga.
Arka yang menyadari hal itu tak memberikan respon apa-apa, hanya melirik sekilas lewat kaca spion.
"Jadi gini, sahabat gue kan udah mulai membaik, gue pengen ngobrol sama dia. Lu bisa bantu, enggak?" ucap Ranaya, sedikit berteriak, takut Arka tidak mendengar suaranya.
"Enggak, gue sibuk," jawab Arka ketus.
"Aelah, entar gue kasih imbalan, deh, janji. Lu mau berapa? Sebut aja!" Ranaya menatap jari-jari lentiknya yang masih terpasang nail art senada dengan warna gaunnya.
"Sepuluh juta," celetuk Arka asal lalu kembali melirik ke arah spion.
"Cih, segitu doang?" Ranaya tersenyum sinis. "Gue kasih lima puluh juta!"
Kini giliran Arka yang tersenyum sinis. Seolah meremehkan ucapan Ranaya. "Ngelantur ni, Kunti!"
"Heh!" Ranaya menarik jaket Arka cukup keras. "Jangan mentang-mentang gue sekarang jadi setan lu marah bilang gue ngelantur, ya! Enak aja!"
Arka tak meladeni. Ia malah sibuk memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang tambahan lagi, tapi dengan cara yang masuk akal, bukan dari si Kuntilanak ngartis ini yang bisa aja sedang iseng dan mau nipu dia!
"Hei! Jadi gimana? Mau bantu enggak?!" tanya Ranaya, kali ini ia melayang di samping motor Arka yang masih melaju pelan di tengah kesunyian malam.
"Enggak," jawab Arka, sama sekali tidak tertarik.
"Hayolah, seratus juta deh!"
Kali ini Arka terdiam, wajahnya seperti sedang berpikir keras.
"Sumpah, gue enggak bakal nipu!" ucap Ranaya seolah tau isi pikiran Arkan. "Jadi gini—"
Ranaya kembali duduk di jok belakang. "Lu nanti samperin sahabat gue, Agatha, bilang aja kalau lu bisa liat gue dan sampein pesan dari gue ke dia. Nah nanti lu minta dia buat ambil uang dari rekening gue, terus kasih ke lu sebagai imbalan," ujar Ranaya dengan santainya.
"Kunti Stress," balas Arka. Rencana Ranaya benar-benar tidak masuk akal, yang ada, bisa saja Arka yang dituding sebagai penipu nantinya!
"Ih, mulut lu, ya!" Ranaya kesal sendiri.
"Gimana kalau nanti sahabat lu itu enggak percaya dan malah nuduh gue penipu?" tanya Arka berhasil membuat Ranaya diam cukup lama.
"Dia pasti percaya!" Ranaya sangat yakin Agatha akan percaya, karena dia punya rahasia yang hanya dirinya dan Agatha yang tau. "Jadi gimana? Lu mau, kan?"
Arka diam cukup lama. Dia yakin dirinya masih cukup waras untuk tidak menerima tawaran dari Ranaya. Tapi mengingat kalau dia juga butuh uang, keyakinannya mulai goyah.
"Nanti gue pikirin," jawab Arka pada akhirnya.
"Oke, gue tunggu jawaban lu besok!" Ranaya tersenyum tipis, setidaknya ia sekarang punya sedikit harapan, bukan hanya menunggu tanpa kepastian yang entah sampai kapan.
lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃♀️