Indonesia
NovelToon NovelToon
AURELIA

AURELIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:208.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Firchim04

Sequel dari cerita Menikahi Om Sendiri.

.
.

Aurelia mengalami kebutaan saat usianya baru menginjak 6 tahun. Setelah mengalami kebutaan, Aurel menjadi sosok yang pendiam dan tidak seriang dulu.

Beberapa orang yang menyatakan cinta padanya, ternyata hanya memanfaatkannya dan menjadikannya bahan taruhan. Membuat ia tidak mempercayai siapapun selain keluarganya sendiri.

Setelah menginjak usia yang ke 18 tahun, perasaannya tiba-tiba muncul pada Kakaknya sendiri yang bernama Revan.

Akankah cinta mereka akan bersatu? Silahkan simak cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap Kebenaran

Aurel sangat bahagia saat mengetahui dirinya akan segera bisa melihat lagi. Ia langsung menghubungi sahabatnya terlebih dahulu yaitu Riska, untuk memberitahukan hal itu.

Jadi kamu bisa ngeliat lagi, Rel?. Tanya Riska, dari seberang telepon.

Iya Ka. Makanya aku senang banget.

*Selamat ya, aku juga senang dengarnya. Oh iya, katanya tadi kamu mau ceritain masalah kamu sama Kakak kamu. Ada emangnya?

Hmmm..Udah nggak kok. Udah baik kok sekarang, nggal canggung lagi.

Memangnya kalian kenapa sih? Cerita dong, kan katanya udah janji tadi*.

Dengan ragu-ragu dan sedikit malu, akhirnya Aurel menceritakan semuanya kepada Riska.

Riska nampak sangat terkejut setelah mendengar cerita Aurel.

Jadi Kak Revan bukan saudara kandung kamu? Terus kamu juga suka dia?. Tanya Riska.

Iya. Jawab Aurel.

*Wah selama kenal kamu, aku baru tau cerita ini loh. Tapi kan, Kak Revan punya pacar.

Aku juga baru tau. Kamu nggak sendirian Riska. Hiks, miris banget ya. Iya aku tau dia punya pacar, tapi aku juga nggak berniat untuk merebut Kak Revan dari Kak Bela kok. Aku cuma nggak tau aja kenapa tiba-tiba rasa suka itu bisa muncul. Aku sudah gila ya*?

Riska hanya tertawa diseberang telepon dan mereka melanjutkan pembicaraan mereka. Hingga tidak terasa, jam telah menunjukkan pukul 11 malam dan mereka mengakhiri pembicaraan.

Setelah itu, Aurel berbaring di atas kasurnya sambil senyum-senyum sendiri. Ia memikirkan bagaimana jika nanti dirinya bisa melihat lagi. Hal pertama yang ingin dilihatnya tentu saja wajah orang tuanya serta wajah sang Kakak yaitu Revan. Ingatan tentang wajah keluarganya hanya bisa dikenangnya saat 12 tahun lalu.

Ingatan itu mulai samar, sehingga Aurel sangat sedih setiap kali memikirkan dirinya yang tidak akan bisa melihatnya. Namun, beruntungnya ia akan segera melihat, sehingga seluruh ingatan tentang wajah keluarganya akan bisa dilihatnya secara langsung untuk selamanya.

Keesokan harinya, Aurel tiba di kampus dengan wajah yang sangat gembira. Seperti biasa, ia bertemu dengan Riska saat jam istirahat dimulai.

"Kantin yuk" ajak Riska.

"Oke"

Kali ini, Aurel langsung menerimanya tanpa menolak sama sekali. Lagi-lagi, kantin sudah dipenuhi oleh orang-orang sehingga tidak ada lagi tempat untuk mereka duduk.

"Yah kamu sih kelamaan datang Rel. Jadi penuh kan" kesal Riska.

"Maaf ya, Ris. Soalnya tadi aku kebelet, terus belum bapa banget jalan ke kamar mandi jadi lama deh" u ungkap Aurel, merasa bersalah.

Untuk kesekian kalinya, Alvin memanggil keduanya untuk duduk di tempatnya dan teman-temannya.

"Duduk sini aja Aurel. Kita udah mau pergi kok, udah selesai makan" kata Alvin.

"Nggak apa-apa Kak. Kami berdua takut mengganggu" ucap Aurel, menolak dengan halus.

"Nggak lah. Ganggu kenapa? Kamu nggak pernah ganggu, Rel. Aku malah senang digangguin kamu" goda Alvin, yang mendapat sorakan dari teman-temannya.

Riska terlihat kesal mendengar hal itu. Namun, ia berusaha menahan kekesalannya dan lebih memilih duduk.

Alvin yang hendak pergi, kembali duduk di samping Aurel.

"Aurel, kamu selesai kuliah jam berapa? Aku anterin pulang ya" tawar Alvin.

"Nggak usah Kak. Aku dijemput Kakak aku kok"

Jadi laki-laki itu Kakaknya, aku pikir pacarnya. Syukurlah. Batin Alvin di dalam hati.

"Oke sampai jumpa Aurel. Nanti aku izin dulu ke Kakak kamu ya"

Sebelum pergi, Alvin mengacak pelan rambut gadis yang disukainya itu. Aurel pun hanya terdiam melihat sikap Alvin yang sangat spontan kepadanya.

Riska pun terlihat diam dan cuek, entah apa yang dirasakan di dalam hatinya saat ini.

Selanjutnya, Aurel mengikuti kelas perkulihannya kembali. Saat jam pelajaran berakhir, ia berjalan keluar dengan bantuan tongkatnya.

Anehnya, ia seperti mendengar suara orang-orang yang sedang berbisik seakan sedang membicarakan dirinya. Dugaan itu semakin jelas, saat namanya benar-benar disebut dengan lantang oleh salah satu mahasiswa di kammpusnya.

"Gue sih dengar-dengar si buta Aurel itu suka sama Kakaknya sendiri, terus katanya dia godain Kak Alvin yang senior lagi. Emang gila ya. Udha buta nyari perkara lagi"

Deg!

Perasaan Aurel terasa ngilu dan dirinya terdiam mematung di dekat mahasiswa yang sedang bergosip tentang dirinya. Ia sangat terkejut, karena semua orang membicarakannya tiba-tiba.

Satu-satunya orang yang mengetahui hal ini adalah Riska. Dengan cepat, Aurel menghubungi Riska dengan menekan angka 5 pada layar hpnya. Angka 5 sendiri adalah panggilan cepat untuk menghubungi sahabatnya itu.

Riska tidak kunjung mengangkatnya. Kaki dan tangannya gemetar saat mendengar orang-orang yang berada disekitarnya terus membicarakannya. Bayangan saat ia dibully dulu, terbayang-bayang di kepalanya.

Seperti malaikat penolong, Alvin datang dan segera membawa Aurel untuk menjauh dari keramaian.

"Bodoh. Kamu kenapa diam mematung disitu saat orang-orang membicarakan kamu?"

"Kak Alvin?"

Aurel kaget setelah mendengar suara Alvin.

"Lain kali kamu harus menjauh kalau dengar gosip yang nggak jelas kayak gitu" ucap Alvin.

"Jadi Kakak juga sudah tau tentang gosip itu?"

"Iya lah. Semua orang sudah tau tentang gosip itu berkat wanita yang kamu anggak sahabat"

"Apa? Maksud Kak Alvin, Riska yang membeberkan semuanya? Itu tidak mungkin"

Aurel masih tidak percaya jika sahabatnya akan sejahat itu padanya.

"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi sejak awal aku memang tidak suka liat dia. Sepertinya dia sangat iri dan marah padamu. Dia hanya berlaku seakan seperti teman di depanmu, tapi saat di belakang kamu, dia terlihat seperti iblis. Berhenti berteman dengan orang seperti itu" ujar Alvin, mulai mengingatkan.

"Tapi aku sudah berteman selama 13 tahun dengannya. Tidak mungkin Riska bisa sejahat itu padaku"

"Memangnya kamu tau apa tentang isi hati seseorang? Jangan terlalu baik pada orang-orang Aurel, atau kamu yang akan merasakan sakit dikhianati"

"Aku harus bertemu dengannya. Aku ingin mendengar penjelasan dia sendiri, Kak"

"Percuma. Tadi aku liat dia sudah pulang" kata Alvin.

"Aku akan pergi ke rumahnya"

"Tunggu, aku antar ya. Aku nggak mau kamu kenapa-napa. Boleh kan?"

Aurel mengangguk setuju.

Setelah beberapa menit, mereka akhirnya telah sampai di kediaman Riska. Aurel menyuruh Alvin tetap di mobil dan tidak ikut turun untuk menemui Riska. Ia hanya ingin menyelesaikan masalahnya secara baik-baik tanpa ikut campur dari orang lain.

Alvin mengiyakan dan tetap mengawasi Aurel dari kejauhan.

Tok tok tok

"Riska buka pintunya"

Hening, tidak ada balasan dari dalam rumah.

"Riska buka pintunya aku tau kamu lagi di dalam. Ayah kamu sedang di luar kota kan? Cepat keluar" teriak Aurel, memanggil Riska.

Ya, Aurel memang tau tentang keluarga Riska dengan baik. Sahabatnya itu hanya tinggal bersama Ayahnya, karena kedua orang tuanya telah bercerai dan Ibunya sudah memiliki keluarga baru.

Ceklek.

Pintu terbuka dengan tatapan sinis dari Riska.

"Ada apa?"

"Riska, aku mau tanya sesuatu sama kamu"

"Soal apa? Soal gosip yang beredar di kampus?" tanya Riska.

"Iya. Kok kamu tau sih? Apa jangan-jangan..."

"Iya aku yang membeberkannya. Kenapa? Kamu marah? Cih, dasar. Setelah kamu merebut semuanya dariku bisa-bisanya kamu memasang wajah kaget dan tidak bersalah seperti itu?" bentak Riska.

"Apa maksud kamu Riska? Kenapa kamu jadi seperti ini?"

"Mulai sekarang kita berhenti berteman. Aku pikir berteman denganmu akan membuatku senang. Ternyata tidak sama sekali. Yang ada aku muak berteman dengan gadis buta sepertimu!"

"Riska! Kamu kenapa jadi begini sih?" teriak Aurel, mulai menangis.

"Berhenti menangis gadis bodoh. Padahal dulu aku sengaja membuatmu buta agar orang lain tidak akan menyukaimu dan membullymu. Ternyata tetap saja ada orang yang menyukaimu. Dan lagi, aku benci melihat kamu bahagia dengan kesempurnaan yang kamu miliki dengan keluargamu. Sedangkan hidupku? Sangat menyedihkan. Semua orang tetap menyukaimu meski buta dan aku benci itu!" teriak Riska.

"Jadi kamu yang membuatku buta? Kamu yang mendorongku saat di perosotan 12 tahun lalu?" kaget Aurel, menutup mulutnya tidak percaya.

"Iya aku yang melakukannya. Kenapa hah? Nggak suka kamu? Jangan egois jadi perempuan dong"

Aurel sangat marah. Ternyata orang yang sudah dianggapnya sebagai sahabat adalah musuhnya selama ini. Riska sudah membuatnya tidak bisa melihat apapun selama 12 tahun ini. Riska juga yang membuatnya trauma akan bullyan di sekolah dan lucunya selama ini dia menganggap Riska seperti saudaranya sendiri.

Seketika ingatannya terbayang-bayang dengan perkataan Alvin sebelumnya. Seharusnya ia tidak boleh terlalu baik pada orang lain, alhasil pengkhianatan yang didapatnya saat ini.

Aurel sangat emosi dan mencoba menampar pipi Riska. Namun, Riska dengan cepat menghindar dan tertawa sangat keras.

"Gila kamu ya. Ingat Aurel, kamu buta. Mana bisa kamu menamparku. Jangan aneh-aneh deh. Dasar perempuan nggak tau diri"

Tiba-tiba ada tangan kekar yang mendarat di pipi Riska, hingga membuat Riska tersungkur ke lantai.

"Sebagai gantinya aku yang akan menampar wanita iblis sepertimu. Dasar tidak tau malu. Aku sudah merekam semuanya dan akan membeberkan semua kebusukan kamu" ucap Alvin, yang tiba-tiba muncul.

1
Devit Ruspenti
Luar biasa
Devit Ruspenti
Buruk
Caca 🌻
masih ada prat yang ganjal menurut ku kakk
Reny Saputro
semangat
yuliana kurniawan
bagus dan keren
Vera Putriyanawati
bagus cerita nya.bru baca stngah nya
Feyza
kapan thor up lagi..kok lama..nunggu update nya gak pernah muncul gemes sama kelanjutannya..
Rain: hai kk mampir di karyaku yuk ☺️
#Maaf aku yang harus pergi
total 1 replies
RiskyRamadhan Ramadhan
ak benci papi Aldo😭😭😭knp pisahin Aurel dan Revan🙏
lanjuttt🥰🥰🥰
Tri Asih
di tunggu kelanjutannya
Nur Kholifah
lanjut thor
Nur Kholifah
kapan up Thor??
hasanah
kok lama banget thor lanjutnya 😘 seru nih....ditunggu kelanjutannya ya
Marhami Nasa
gila ini namanya pemaksaan...
org tua egois... cepat kabur LG Aurel
Arnie Srie
sebel lihat Aldo, egois banget sih....

mereka kan bukan saudara kandung apa salah nya....
Arnie Srie
Sempat heran kenapa Kenzo membenci ayah tirinya, ternyata alasan nya itu...

harusnya cari tahu dulu dong kebenaran nya, man benci aja...kasian Raffa kan
Arnie Srie
Kenapa Aldo egois banget sih....
nisa
🤦 gmn nich aurel mau d nikahkan ama alvin😌
revan ayo gercep tlng aurel klau gk km akan kehilangan aurel
lanjutt kk
up up up trs y....
Ria Sufi
lama2 jengkel jg ma aldo, bikin anak sendiri tdk bahagia
Ria Sufi
alvin resek
Sahniar LA
cuma ingat cerita pemeran utamanya aja,yg lai udah lupa semua nggak tau ceita pemeran pembantunya yg laen,karna terlaluuu lama vacum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!