Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Dinner
Pesta ulang tahun sudah berlalu. Zylva bahagia karena mendapatkan banyak hadiah.
"Pras, menurut kamu gimana?" tanya ibu yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Emm.. bagus, meriah dan pastinya bener - bener surprise" jawab Pras yang tetap fokus mengoleskan selai coklat di selembar roti tawar yang ada ditangannya.
" Bukan itu.. maksud ibu.." ujar ibu.
" Lah, terus apanya yang gimana? jawab Pras yang masih menikmati sarapannya.
"Itu lho.. idiih, kamu ini gak peka gitu" ucap ibu sambil menunjukkan wajah cemberut.
"hehee.. ya Pras gak ngerti dengan apa yang ibu maksud. Tentang Zylva?? dia happy, malah bersyukur tuh anak, bisa dapet hadiah banyak" jawab Pras dengan polos.
"Memang kamu ya, maksud ibu si Shella. Bagaimana menurut kamu? cantik kan? baik lagi..!" ucap ibu mengingatkan pada sosok yang membawa tart di pesta semalam.
"Oh.. itu, yaa lumayan lah" jawab Pras sambil manggut - manggut.
"Kalau begitu dia punya kesempatan dong?" ucap ibu sambil melemparkan senyuman kecil.
"Biarlah takdir yang menentukan dengan siapa Pras berjodoh."
"Pras hanya fokus dengan kebahagiaan Zylva, bu" jawabnya datar.
Ibu yang mendengar jawaban anaknya semakin bersemangat untuk mendekatkan mereka. Ibu akan menjalankan rencana - rencananya agar kedekatan Shella dengan Pras begitu juga Zylva semakin intens.
Siang ini ibu sengaja mampir ke butik milik Shella. Namun sayang, ibu tidak bertemu dengannya.
"Shella nya ada?" tanya ibu kepada salah satu pegawai yang lagi standby di butik.
"Oh maaf, bu. Mbak Shella lagi keluar. Kemungkinan nanti sore baru kembali. Atau ibu mau meninggalkan pesan biar nanti saya sampaikan." jawab perempuan itu menjelaskan pada ibu.
"Oh, ya sudah kalau begitu. Nanti biar saya telpon saja. Terimakasih ya" ucap ibu lagi.
"Baik ibu, sama - sama" jawab perempuan itu.
Ibu pun berlalu, naik kembali kedalam mobil.
" Maaf ya sayang, nenek lama ya?" ucap nenek.
Zylva hanya menunggu didalam mobil saat nenek ke butik. Mereka melanjutkan perjalanannya menuju rumah makan milik ibu. Disana ibu akan melakukan pengecekan bulanan.
Drreeeet... dreeeettt...
suara handphone ibu berbunyi.
"Hallo, assalamualaikum.." suara Shella dari balik telepon.
"Waalaikumsalam," jawab ibu.
"Katanya tadi ibu mampir ke butik, ada apa ya bu?" tanya Shella.
"Iya tadi ibu memang mampir ke butik, kata pegawai kamu, kamu lagi keluar. Maksudnya ibu mau mengundang kamu makan malam bersama di rumah ibu nanti malam. Kamu bisa kan?" ucap ibu.
"Oh, tentu bu. Shella pasti datang. Ibu jangan khawatir." ucap Shella tanpa rasa malu. Karna ini juga yang menjadi harapannya. Bisa lebih sering bertemu dengan Pras.
"Ya sudah, ibu tunggu ya. Assalamualaikum.." ibu mengkahiri percakapan mereka.
Ibu berharap rencananya berjalan dengan lancar.
*****
"Pras, proyek di KalTim kamu yang handle ya. Menggantikan saya." ucap atasannya Pras yang masih bisa dibilang sahabat baiknya.
"Memangnya kamu mau kemana, ada masalah urgent?" tanya Pras menyelidik.
"Kebetulan istriku akan segera lahiran. Jadi dia gak mau kalau pada saat lahiran nanti, aku tidak mendampinginya." jelas Diko.
"Baiklah, by the way.. selamat ya bro, naik pangkat" goda Pras kepada Diko yang seumuran dengannya.
"Hahaa.. Thanks ya, do"ain ya semua berjalan lancar." pinta Diko.
"Yo'i.." jawab Pras dengan melakukan salam persahabatan mereka seperti biasa. Diko pun pergi meninggalkan ruangan Pras.
Tak lama kemudian telepon genggam Pras berbunyi.
"Assalamualaikum, bu. Tumben ibu telpon jam segini. Ada apa" tanya Pras merasa heran.
"Waalaikumsalam.. nggak ada apa - apa koq. Ibu cuma mau bilang nanti malam jangan pulang telat ya. Ibu mengundang seseorang makan malam bersama kita di rumah." ucap ibu.
"Dengan siapa, bu?" tanya Pras lagi.
"Sudah, nanti kamu juga tahu. yang penting jangan telat ya" ucap ibu kembali mengingatkan anaknya. karena ibu tidak ingin Shella merasa kecewa.
"Insya Allah, Pras usahakan untuk pulang lebih awal ya, bu. " jawab Pras.
Pras masih berpikir keras, kira - kira siapa orang yang diundang ibu untuk makan malam bersama di rumah. Dia tidak kepikiran dengan Shella. Karna dia tidak memiliki ketertarikan sedikitpun terhadapnya.
Waktu berlalu. Pras merapikan mejanya. Dia bergegas pulang. Tidak ingin terlambat pada jamuan makan malam yang dibuat ibu.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Diiringi lagu - lagu favoritnya.
Tiba - tiba, nada telepon genggamnya kembali berdering.
"Gue lagi ngopi di cafe kita dulu" bunyi pesan singkat yang masuk di WA nya. Yang tak lain dari sahabat terbaiknya, Dina.
Tanpa pikir panjang, Pras mengemudikan mobilnya menuju cafe. Dia udah tidak sabar ingin bertemu Dina. Sudah hampir delapan tahun mereka tidak bertemu. Komunikasi hanya lewat udara.
Pras sengaja mematikan nada handphonenya. Dia tidak ingin terganggu, dia ingin bercerita banyak dengan sahabatnya itu.
Dina sudah duduk di meja yang sama persis posisinya ketika jaman kuliah dulu. Sehingga Pras langsung dengan mudah menemukan sosok yang dinantinya.
"Haii.." sapa Dina menyambut Pras.
"Hai.." jawab Pras.
Mereka pun cipika - cipiki.
"Udah lama loe, disini? tanya Pras.
"Mmm,, lumayan. Gue nge-flashback lagi kisah kita jaman dulu" jawab Dina sambil tersenyum.
"Dan kalo gue liat - liat nih, makin keren aja loe. Dan gak mungkinkan gak ada perempuan yang tertarik sama loe? terus kenapa sih loe betah amat ngejomblo?" cerca Dina yang menghujani Pras dengan pertanyaan - pertanyaannya.
Pras hanya tertawa geli melihat sahabatnya yang masih lekat dengan karakternya.
"Oh iya, loe pesen apa?? kali ini loe yang harus traktirin gue ya?!" ucap Dina. Dina pun melambaikan tangannya. Memanggil waitrees.
"Mocca coffee original" ucap Pras.
Waitrees itu pun mengangguk dan dengan segera kembali membawakan pesanan Pras.
"Ngomong - ngomong loe sendiri kemari. Anak loe sama siapa??" tanya Pras.
"Sama asisten gue dirumah, anaknya di ajak gak mau. ya udah gue pergi sendiri lah" ucap Dina.
Saat mempertanyakan keberadaan anak Dina, Pras teringat akan Zylva dirumah dan teringat dengan ucapan ibu tadi siang.
"Mmm.. Din. Gue minta maaf ya. Gue harus segera balik. Besok gue janji buat ketemuan lagi sama loe." ucap Pras yang sudah mulai resah.
"lho.. emang kenapa? loe ada acara?" tanya Dina.
"Iya, gue lupa.. nyokap ngundang seseorang buat dinner ni malam, gue pamit ya? dah telat.." Pras meneguk minumannya.
"Bayarnya pakai uang loe dulu ya, besok gue ganti..daa" ucap Pras sambil berlalu meninggalkan Dina.
"Dasar loe kadal buntung, gak berubah juga" maki Dina.
Pras hanya melambaikan tangannya sambil tertawa.
*****
"Shell.. Maaf ya, gak seharusnya Pras pulang terlambat." ucap ibu dengan senyum pahit.
"Oh.. nggak apa - apa, tan." jawab Shella tersenyum simpul berusaha menyembunyikan perasaannya yang sedikit kecewa.
"Tidak biasanya dia seperti ini. di telpon berkali - kali juga gak di jawab, apa mungkin ada meeting mendadak kali ya?!" ujar ibu.
"Ya udah, tan. Jangan terlalu dipikirkan ya. Udah malam juga, Shella pamit dulu" ucap Shella.
"Tante, kapan lagi main sama Zylva?" tanya Zylva.
"Nanti kalau tante ada waktu, pasti tante main sama Zylva. Sekarang tante harus pulang, udah malam" jawab Shella.
Tiin.. tin.. Mobil Pras muncul dari balik pintu gerbang rumah.
Pras turun dari mobil. Sekilas dia melihat ibu, Zylva dan seorang wanita yang hanya tampak punggungnya dengan rambut lurus sepundak.
Pras memarkirkan mobilnya. Lalu mendekati mereka yang tampak menyambut kedatangannya.
"Maaf, bu. Pras terlambat" ucap Pras.
"Kamu kan sudah janji pada ibu tadi siang, mana ibu telpon nggak dijawab. Ibu tuh jadi khawatir. Dan nggak enak juga dengan Shella nunggu terlalu lama, ya kan Shel?" tutur ibu panjang lebar.
"Nggak papa koq tante" ucap Shella.
Tapi tampaknya hati Shella sedikit terobati. Setelah melihat Pras, meskipun tidak bisa dinner bareng, setidaknya dapat menatapnya walau hanya sebentar. Dia pun menyunggingkan senyum disudut bibirnya.
"Ya sudah, kalau begitu Shella pamit, permisi tante, Pras. daa Zylva sayang" Shella pun berlalu dengan mobil warna putih yang dikendarainya.
****
"Seharusnya kamu bisa telpon ibu kalau kamu tidak bisa pulang lebih awal, jadi ibu tidak menunggu terlalu lama" ucap ibu kesal.
"Iya Pras minta maaf ya, bu. Tadi ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan" Pras terpaksa berbohong kepada ibu kalau dia habis ketemuan dengan Dina. Bisa - bisa ibu murka.
"Ya sudah, Pras ke kamar dulu ya, bu." ucap Pras.
Ibu hanya menganggukkan kepalanya.
"Kamu sudah makan, Pras?" tanya ibu.
"Sudah, bu" jawab Pras.
Pras masuk kedalam kamarnya. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa empuknya. Dia masih terbayang pertemuannya tadi sore dengan Dina.
Dia tersenyum dengan dirinya sendiri.
"Ternyata bisa juga loe berubah jadi cewek tulen" ucap Pras lirih. Dia pun hanyut dengan pikira - pikirannya.
***
Naaah, apa yang akan terjadi selanjutnya dengan mereka??
ikutin terus yuk ceritanya. Jangan lupa tinggalkan jejak ya sist :)
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️