Indonesia
NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

"Maka dari itu saya membutuhkan bantuan Anda, Komisaris Rama," sahut Edgar dengan nada melunak namun tetap menyiratkan ketegasan seorang Ganendra. "Jika kepolisian butuh bukti tambahan, katakan apa yang harus saya cari. Dana dan sumber daya Ganendra Group siap dikerahkan kapan saja."

Rama menatap Edgar dalam-dalam, mengukur seberapa jauh komitmen pria di hadapannya itu untuk melindungi wanita yang sama-sama mereka sayangi.

"Kita butuh bukti materiil, Tuan Edgar. Dokumen transaksi keuangan gelap, rekaman pembicaraan, atau kesaksian dari eksekutor lapangan yang menyekap Aruni tujuh tahun yang lalu," jelas Rama terperinci. "David sangat rapi menyapu jejaknya. Tanpa itu semua, Jaksa Penuntut Umum tidak akan berani menaikkan statusnya menjadi tersangka."

Harry yang berdiri di sebelah Edgar akhirnya memotong pelan. "Pak Komisaris, beberapa hari yang lalu kami mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari aset-aset atas nama badan usaha milik David. Apakah itu bisa dijadikan celah?"

Rama mengangguk tipis. "Bisa, asalkan transaksi tersebut terhubung langsung dengan aliran dana untuk membiayai aksi kriminalnya. Tim saya sedang memantau secara berkala, namun kita harus bergerak sangat hati-hati."

Edgar menghembuskan napas berat, perlahan merilekskan jemarinya yang sempat terkepal erat. "Baik. Apapun yang dibutuhkan untuk melengkapi berkas itu, Harry akan berkoordinasi langsung dengan tim Anda. Tapi satu hal yang saya minta, pastikan keselamatan Aruni dan anak-anak di Sukamakmur menjadi prioritas utama."

Mendengar permintaan itu, sudut bibirnya Rama tertarik membentuk senyuman tipis, sebuah senyum tipis yang penuh arti.

"Soal keselamatan Aruni dan kedua putranya, Anda tidak perlu khawatir, Tuan Edgar. Bahkan sebelum Anda datang ke ruangan ini, keselamatan Aruni sudah menjadi prioritas utama saya sejak tujuh tahun yang lalu," tegas Rama dengan tatapan lurus menembus bola matanya Edgar.

Suasana di dalam ruangan mendadak membeku seketika. Dua pria perkasa itu saling mengunci pandangan, menyiarkan gelombang persaingan tak kasat mata yang sangat kuat di udara.

Rena yang mengintip dari sudut sofa seketika menelan ludahnya ketakutan.

‘Waduh... Kok malah jadi ajang adu gengsi begini sih? Kak Rama jangan memancing emosi Tuan Edgar dong!’ jerit Rena dalam hati, cemas jika ruangan kerja sang kakak mendadak berubah menjadi arena pertarungan.

Edgar tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Rama. Keheningan yang tercipta di antara keduanya begitu pekat, seolah satu desahan napas saja bisa menyulutkan sebuah ledakan.

"Saya menghargai kepedulian Anda, Komisaris," sahut Edgar akhirnya, suaranya tenang namun sarat nada ancaman yang terselubung. "Tapi sekarang saya sudah ada di sini. Tugas melindungi keluarga saya adalah kewajiban saya sepenuhnya, bukan lagi beban yang harus Anda tanggung."

"Selama David masih berkeliaran bebas, siapa pun yang berada di dekat Aruni berhak melindunginya," balas Rama tak mau kalah, menyandarkan siku di atas meja dengan tatapan setajam elang. "Dan bagi saya, keselamatan Aruni bukan sekedar tugas."

Harry yang berdiri di samping Edgar sudah berkeringat dingin, sementara Rena di pojok ruangan rasanya ingin melesat keluar lewat jendela saat itu juga. Ketegangan di antara kedua pria berpengaruh itu benar-benar membuat udara terasa membakar.

Edgar bangkit berdiri dari kursinya, membetulkan kancing jas mewahnya dengan gerakan amat tenang. "Kita lihat saja nanti, Komisaris Rama. Saya harap kerja sama ini murni untuk menumbangkan David, bukan untuk kepentingan pribadi."

"Tentu saja, Tuan Edgar. Polisi bekerja berdasarkan hukum, bukan perasaan," sindir Rama halus seraya tetap duduk tegak.

Edgar mengangguk tipis tanpa mengulas senyum sedikit pun. "Harry, mari kita pergi."

"Baik, Tuan," sahut Harry buru-buru membungkuk hormat pada Rama sebelum bergegas menyusul atasannya keluar dari ruangan.

Begitu pintu jati itu tertutup rapat, Rena langsung bernapas lega seolah baru saja lolos dari cengkeraman maut. Ia berhambur mendekati meja kerja kakaknya dengan wajah pucat.

"Gila! Kak Rama gila ya?!" cercah Rena histeris. "Kenapa Kakak malah memancing aura permusuhan sama Tuan Edgar? Dia itu CEO Ganendra Group, Kak! Kalau dia tersinggung, bisa ribet urusannya!"

Rama menyandarkan punggungnya ke kursi, mengusap wajahnya yang kelelahan.

"Aku hanya menegaskan posisiku, Rena. Edgar boleh saja punya uang dan kekuasaan, tapi dia pernah gagal melindungi Aruni tujuh tahun yang lalu. Aku tidak akan membiarkan kesalahan yang sama terulang."

Di dalam lift menuju lantai dasar, Harry memberanikan diri melirik wajah bosnya melalui pantulan cermin. "Tuan... apakah Anda baik-baik saja?"

Edgar menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras rapat. "Pasang pengawasan ekstra di Sukamakmur, Harry. Jangan biarkan polisi itu terlalu dekat dengan Aruni. Aku tidak suka ada pria lain yang merasa paling berhak atas wanitaku."

"Baik, Tuan Edgar. Segera dilaksanakan," jawab Harry patuh, menyadari bahwa persaingan antara sang CEO dan Pak Komisaris kini resmi dimulai.

*

*

Usaha laundry milik Aruni semakin hari semakin berkembang pesat. Hari itu, ruko sederhana tersebut tampak sibuk luar biasa. Aruni dan Larasati sibuk hilir mudik menyortir, mencuci, hingga melipat tumpukan pakaian pelanggan yang membludak.

Namun di balik keramaian itu, di balik batang pohon mahoni besar di seberang jalan, sosok pria berpakaian serba hitam tampak mengawasi dengan dingin. Pria misterius itu memegang kamera berlensa telephoto, mengarahkannya ke arah Aruni dan mengambil beberapa jepretan secara diam-diam. Beruntung, si kembar tidak menampakkan batang hidung mereka saat ini karena kondisi tubuh Rayyan dan Zayyan yang kurang fit memaksa mereka harus beristirahat di rumah dan ditemani oleh Bik Sumi.

Di dalam kamar yang tenang, Zayyan merebahkan tubuhnya lalu berbalik mendekati sang kakak yang sedang fokus menatap layar laptop.

"Kak, bosan tidak sih di kamar terus?" tanya Zayyan merengek pelan.

Rayyan tak mengalihkan pandangannya dari layar. "Bosan sih... Tapi aku sedang mencari tahu apa yang menyebabkan Paman Rama mengganti identitas Bunda selama ini, sampai-sampai Ayah tidak bisa menemukan kita."

Zayyan mendadak duduk tegak. "Maksud Kakak?"

"Coba kamu bayangkan, Zayyan," lanjut Rayyan serius. "Jika seandainya kemarin kita tidak bertindak mencari tahu keberadaan Ayah, pasti sampai saat ini Ayah tidak akan mungkin menemukan kita. Semua karena Paman Rama yang mengubah identitas Bunda!"

Zayyan membelalakkan mata, baru menyadari hal itu. "Eh... kenapa aku tidak kepikiran ke situ ya, Kak?"

"Itu sebabnya aku sedang meretas dan mencari tahu peristiwa tujuh tahun lalu yang melibatkan Paman Rama serta kasus besar yang ditanganinya di mana Bunda ikut terlibat di dalamnya."

"Terus, Kakak sudah dapat data kasusnya?" tanya Zayyan penasaran.

Jemari mungil Rayyan menari cepat di atas keyboard. "Menurut sumber informasi yang aku peroleh dari catatan rekam jejak pribadi Paman Rama dan beberapa arsip berita media sosial, ada 20 kasus besar yang berhasil Paman Rama tuntaskan dengan hasil memuaskan. Tapi... ada satu kasus yang terpaksa ditutup begitu saja karena kurangnya bukti, dan terduga pelaku utamanya mengaku telah difitnah. Nama orang itu adalah David Ganendra!"

Deg!

Zayyan tercengang mendengar nama belakang tersebut. "David Ganendra?! Itu artinya... pria tersebut ada kaitannya dengan keluarga Ayah?"

"Iya, Zayyan. Nama belakangnya sama," tegas Rayyan dengan mata memancarkan kecerdasan di luar usianya. "Aku yakin pria bernama David Ganendra ini adalah kunci dari semua masalah keluarga kita, dan aku sedang mencari tahu seberapa dalam Bunda terlibat di dalamnya."

Kedua bocah jenius itu pun kembali merapatkan kepala, fokus membedah deretan artikel berita lama dan dokumen digital untuk membongkar teka-teki masa lalu orang tua mereka.

Bersambung...

1
Sri Rahayu
nyesel pak Marwan....anak kandung mu kamu usir demi iblis.Mona dan Dona...lanjut Thorr 😘😘😘
Lisa
Puji Tuhan Aldo cs udh ditangkap..salut banget sama Aruni yg mau memaafkan papa kandungnya .
fatmawati (pipit)
aruni hati kamu seluas samudra walau sakit tapi tetap memaafkan kesalahan nya 😍😍😍😍
untuk aldo, dona, nova dan david beri hukuman siksa dan mati🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Aldo dan duo pelacur murahan itu sudah tertangkap dan siap-siap jadi gembel 🤣🤣😂😂

puji Tuhan, hubungan Aruni dan papa kandungnya sudah membaik
Ilfa Yarni
ya iyalah aruni gitu lho
Nar Sih
mantapp👍😂😂 kejutan yg luarbiasa untuk mu aldo ,
Nar Sih
berkat si kmbr yg jenius juga kerja sama antara edgar dan rama pasti aldo juga dona pasti end
fatmawati (pipit)
aldo bentar lagi kebusukan kamu dengan ayah kamu serta dona dan nova akan trending dan disaat yang sama papa kandung aruni akan shock melihat kelakuan dari istri kedua nova dan dona
Lucy
lanjut Thor, nanggung 😃😃😃
Lucy
hahaha niat menjatuhkan Edgar dan Aruni,eh balik Aldo yg diserang ,Nova ditangakap polisi tinggal Dona 😂😂
Teh Euis Tea
rasain km Aldo niat hati mau merebut kekuasaan Edgar malah kena jebakkan sendiri, kasian ibumu Aldo tambah hancur hatinya liat suami sm anaknya di penjara karna gila harta
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 😊
total 1 replies
Lisa
👍👍 Good job twins..Aldo ga bisa berkutik lg tuh 😊😊
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
mampoos kau also many enkmalah kejahatan kalian yg terbongkar ini mah kerja an sikembar
Ariany Sudjana
hahaha niat hati ingin menyingkirkan Edgar supaya bisa jadi konglomerat, ujungnya kamu yang ditangkap 🤣🤣😂😂 itulah hukum tabur tuai Aldo, tugas kamu sekarang ya menjalani hukuman dalam penjara, dengan pelacur murahan kesayangan kamu itu 🤣🤣😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
bahaya ni aldo dendam nya sm si kembar..rama si gitu aja ngomong..hadehhhh
Ilfa Yarni
duh twins kalian jenius banger sih Kalah ayah edgar sama paman Rama Oleh kalian pekerjaan Rama jadi mudah krn dibantu kalian yg super hebat
Lucy
Aldo jgn merasa menang dulu🤣ntar kau yg akn hancur🤣🤣🤣sama seperti ayahmu🤣
Sri Rahayu
Aldo pikir dia akan menang dari Edgar.dan bisa menjadi CEO di Ganendra Group...ngimpi kamu Aldo...kejahatan mu uda terbongkar oleh Rayyan dan Zayyan 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Ariany Sudjana
kerjasama yang bagus antara Edgar, Rama dan duo detektif jenius ini. Aldo jangan bermimpi kamu sudah menang, tapi kamu akan menggali kuburan kamu sendiri, dengan duo pelacur murahan itu 🤣🤣😂😂
fatmawati (pipit)
aldo siap siap ya habis ini dapat kejutan lhooo yg sangat indah dari kedua bocah kembar ganendra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!