Indonesia
NovelToon NovelToon
Tarantika (Rindu Tanpa Batas)

Tarantika (Rindu Tanpa Batas)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:517.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ni R

SEDANG REVISI😁


Hanya cerita sederhana tentang orang tua dan anak. Tidak ada adegan dewasa, ini adalah cerita perjalanan orang tua yang sedang berusaha untuk mendapatkan cinta anaknya yang di sebabkan dari kesalahan masa lalu.

Lelaki yang dulu terlihat sangat akrab bahkan kemana-mana pun selalu berdua. Bersahabat sejak kecil membuat Tara dan Tika memiliki sifat yang sama bahkan untuk selera pakaian dan makanan pun hampir sama.

Di luar pemikiranTara dan Tika, entah kenapa orangtua mereka memutuskan untuk menikahkan mereka berdua. Namun, Kisah mereka akan berbeda setelah pernikahan itu sah.Banyak hal yang akan di lalui Tika tanpa seorang Tara.

Namun pada akhirnya, Tika pergi membawa sumpahnya sedang Tara hidup dalam penyesalan. Karena kematian adalah akhir bagi yang tersakiti sedangkan penyesalan adalah hukuman bagi yang menyakiti.

Semesta seakan senang bermain dengan manusia. Kini, karma dari masalalu malah mempersulit kehidupan dua orang gadis yang sama-sama tidak di inginkan oleh kedua orangtua mereka. Hingga pada akhirnya, masing-masing dari kedua orangtua mereka mulai sadar setelah anak-anak mereka membenci mereka.


Penasaran??...Yuk baca🤭🤭

Jangan lupa dukung karya Author dengan cara Like, coment, Rate dan Vote ya😘


Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08.Jangan Manja

Sejak mengetahui Tara memperlakukan Tika dengan sangat buruk, sebagai kakak yang baik Bara mencurahkan semua perhatiannya kepada Tika. Tidak ada yang tahu jika sekarang Bara lah yang mencukupi semua kebutuhan hidup adiknya. Berhubung Tika tidak di perbolehkan bekerja oleh kedua orangtuanya dan juga orangtua Tara.

Tara memberi nafkah kepada Tika, tapi semua itu sangat tidak cukup jika Tika hidup di rumah sebesar ini. Banyak biaya yang harus Tika keluarkan untuk membayar listrik atau terkadang menyewa tukang kebun untuk membersihkan halaman yang luas ini.

Hari ini, dengan sengaja Tika pergi menemui kakaknya. Selalu memohon pada sang kakak agar tak mengatakan apa pun perihal rumah tangganya. Bara hanya bisa menarik nafas panjang, lelaki itu dapat melihat dengan jelas sorot cinta di mata adik nya.

Tara dan Tika, tidak pernah sekali pun makan bersama meski mereka tinggal di satu atap yang sama. Tara semakin acuh, langkahnya sangat jauh dan semakin sulit untuk di sentuh. Tika mulai belajar menjadi seorang istri, memasak makanan kesukaan Tara setiap hari, menyuguhkan secangkir teh hangat di kala pagi dan sore. Namun semua tiada berarti karena Tara lebih memilih makan di luar bersama Vita.

Bukannya bersikap lebih baik setelah tertangkap basah oleh kakak iparnya, Tara semakin menjadi-jadi apa lagi Vita terus menghasut pria itu. Tiga bulan pernikahan terasa hampa, tak ada tegur sapa Tara jika Tika tidak memulai nya terlebih dahulu.

"Tara,...aku sakit...!" kata Tika yang bersandar di ambang pintu kamar nya. "Tolong bawa aku pergi ke klinik..." gadis itu memohon.

Tara hanya melirik, Berdiri acuh di atas anak tangga nomor dua. "Aku sibuk, kau pergi sendiri saja!" sahut Tara dingin.

"Aku sudah tidak kuat Tara, ku mohon!" suara gadis itu bergetar.

"Jangan manja Tika, apa kau tidak sadar jika selama ini kau telah menjadi beban dari ke dua orang tua mu dan ke dua kakak mu? bahkan kau juga beban di dalam hidup ku...!" kata-kata Tara tajam bagai anak panah beracun.

Tara pergi begitu saja, Tika masih mendengar sayup bunyi mesin mobil suaminya. Gadis itu jatuh di lantai dingin, terisak sakit dengan acuhnya Tara. Dengan kekuatan yang masih tersisa, gadis itu merangkak menuju tempat tidur. Tika tidak ingin menghubungi kakaknya, gadis itu tahu jika dirinya menelpon kakaknya akan menciptakan masalah baru.

Seharian, pikiran Tara entah kenapa tertuju pada Tika. Melihat sekilas wajah pucat Tika membuat pria itu sedikit merasa iba. Dulu, Tara adalah orang pertama yang selalu khawatir jika Tika sakit. Bahkan jika gadis itu masih terkena gejala flu, Tara langsung cepat-cepat mengajak gadis itu berobat.

Pukul dua siang, Tara memutuskan untuk pulang dari kantornya. Melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Rumah sangat sepi, tak ada suara sama sekali. Tara membuka pintu kamar istri nya dan mendapati Tika tidur dengan selimut yang membungkus tubuh gadis itu. Sejenak, Tara memandang kepala belakang Tika karena gadis itu tidur miring.

Tara kembali acuh, pria itu memilih masuk ke dalam kamarnya. Berganti pakaian kemudian pergi lagi, Tika di biarkan seorang diri. Pukul tujuh malam, Tika menunggu tukang ojek online yang dia pesan untuk membelikan makanan dan beberapa obat pereda demam.

Pesanan datang, Tika langsung membayar kemudian Tara pulang. Pria itu tersenyum sinis lalu berkata dengan sangat sinis. "Ku pikir kau akan mati jika aku tidak mengurus mu. Ternyata kau masih bisa berdiri dan memesan makanan!"

Mata gadis berkaca-kaca, wajah nya masih pucat. "Kau sangat mengharapkan kematian ku!" gumam Tika dengan suara lemahnya.

Tara berdiri tepat di depan istri nya, "Jika kematian mu bisa membebaskan ku dari pernikahan ini kenapa tidak? perceraian tidak mungkin aku lakukan karena kedua orangtua kita tidak akan pernah mengizinkan nya." kata Tara membuat anak panah tadi pagi yang di tusuk Tara kini semakin mendalam masuk ke dalam hati Tika.

"Jika kau sangat menginginkan kematian ku, maka tunggu lah waktu itu. Berdoa saja agar aku cepat mati...!" Tika membalas perkataan Tara lebih pedas lagi, gadis itu pada akhirnya masuk ke dalam kamarnya. Memaksa makanan masuk ke dalam mulut dengan air mata yang terus mengalir di pipi.

Tara, entah kenapa hati laki-laki itu serasa mencelos ketika mendengar kata-kata terakhir yang di ucapakan Tika. Tak mau ambil pusing, Tara memutuskan untuk pergi ke kamarnya.

Malam berganti pagi, Tika bangun dengan mengumpulkan kekuatannya untuk mengahadapi hari-hari yang kejam ini. Gadis itu mulai memasak bahan seadanya yang ada di kulkas.

Tubuhnya masih lemah, namun Tika tidak mau bermanja-manja dengan sakitnya. Tara yang baru saja keluar dari kamarnya langsung mencium aroma nasi goreng yang menyeruak ke setiap penjuru ruangan.

"Sarapan Tara..." Tawar Tika.

"Kau saja yang makan. Kau harus makan banyak biar umur mu panjang...!" kata-kata menyakitkan keluar lagi dari mulut Tara namun Tika sudah biasa mendengarnya.

Tika menarik nafas dalam, memberi udara pada hatinya yang terasa sangat sesak. Tika tersenyum getir, dengan sangat berani gadis itu menyahut kata-kata suaminya. "Ya,...aku harus makan banyak agar aku tetap hidup. Jika aku mati, kau adalah orang pertama yang menyesal atas kematian ku."

Tara tertawa keras, sangat keras hingga menggema. "Dan aku adalah orang pertama yang sangat mensyukuri kematian mu. Aku Tara Pranata Adiwijaya sangat menyesal telah mengenal kau bahkan menikah dengan mu," ucap Tara dengan lantangnya.

"Dan aku tidak akan pernah menyesal telah mengenal mu. Kau, kau adalah laki-laki pertama yang membuat hidup ku lebih hangat. Kau adalah orang pertama yang melarang ku berteman dengan siapa pun selain dengan diri mu. Lalu, apa yang terjadi sekarang? hanya karena seorang wanita yang katanya kau sangat mencintai dia kau telah melupakan bagaimana aku yang hanya seorang dirinya."

Tara langsung mati ucap, semua perkataan Tika sangat benar. Pada akhirnya lelaki itu pergi begitu saja. Meninggalkan Tika yang terduduk lesu di meja makan. Makanan yang ada di meja makan terasa hambar terlihat, Tika sudah tidak bisa memakannya lagi.

Baru saja Tara meninggalkan rumah, ada tamu yang memencet bel pintu. Tika bergegas membuka nya dan mendapati Vita yang berdiri dengan gaya angkuh nya.

"Mau apa kau?" tanya Tika dengan wajah datarnya.

"Hanya ingin melihat keadaan mu yang menyedihkan ini," kata Vita dengan mengejek.

"Kau atau aku yang menyedihkan Vita? kau hanya lah perempuan yang berada di antara sampah rumah tangga ku!" Tika membalas perkataan Vita. Tanpa menghiraukan Vita, Tika masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu kasar. Vita yang tidak terima langsung pergi begitu saja.

1
Iwan Seven
sedih thor ceritanya 😭😭
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
falea sezi
karma si jalang gt doank nih
Hi_Kiraa
Semangat terus Thor.

Aku izin sekalian promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN by Ira.
Yuk mampir kakak
Eka Rauf Ginting
persahabatan klw sdah di campuri dgn perasaan hasilnya sngt menyakitkan.. makan cinta mu tika,, lemah krn cinta
Ass Yfa
mewek terus thir.....nyesej bngt😭😭😭😭ampe sesenggukan.....pergi dgn rasa sakitnya.....bujan sakit raganya tapi jiwanya
Ass Yfa
oh ternyata Rama...dalangnya...pasti ank nya papa Beni otomatis kakaknya Tara dong...dan itu sebuah aib keluarga
Ass Yfa
mungkin dgn Tika meninggl baru sadar kali yak Tara
Tetyrachel Nenobahan
Cinta buta😄😄
Putri marlise Harianja
ceritanya bagus bangat
Akbaraqilhaassyifaputri Akbaraqilhaassyifaputri
bagus...bikin mewek
Hj Silviana Astuti Sh
tika sayangi dirimu...klo teman/ tara udh cuekin kamu ...biarkanlah kamu ga usah deketin dia lg...dunia ini luas lo
Maryana Fiqa
dari episode pertama sampai bab terakhir sungguh menguras air mata ku,,,,nyesak banget 😭😭😭😭😭
Maryana Fiqa
nyesek bangeeet 😭😭😭😭😭😭😭😭
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭
Sri Wahyuni
buat rama menyesal
Sri Wahyuni
😭😭😭😭😭
Sri Wahyuni
syuurin tara
Sri Wahyuni
ceritany kok mirip am india iya
Cheng xiao
ya Allah g kuat bacany🥺🥺🥺🥺😭
Fa Rel
karna ulah vita aran gk bs dpet kasih syang mama nya karma mu kurang vita benci meski lu ufa tobat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!