Menceritakan seorang gadis yang ceria,tabah menjalani hidup tetapi semua kebahagiaannya tak semulus yang dibayangkan.
Dialah Yumna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adam januar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 9
Yumna pergi kekamarnya dan bersiap untuk makan malam dengan Aditya.
"Pake baju yang mana ya..sudah lama rasanya tidak membeli baju.. Ibu Aku kangen belanja sama ibu kita keliling pasar baru demi mendapatkan baju yang murah..kita bisa menawar sampai harga yang sangat murah."lontarnya sambil memandang poto Ibu.
lalu Nenek masuk kamar..
"Mau kemana kok berpakaian rapih?"
"Pak Adit mau neraktir Aku Nek..makan malam."
"Berdua saja?"
"Iya.. Aku cocok gak pake baju ini?"
"Enggak.. Kalian mau makan dimana?"
"Ah masa sih Nek ..terus pake baju apa ya.. Aku gak punya baju bagus."
"Nenek tanya Kamu mau makan Dimana?"
"Dicafe Melati.."
"Oh.."
"Aku bagus enggak ini pake baju?"
"Buat apa bagus-bagus udah gitu aja..kayak mau ketemu siapa aja."Nenek pergi dari kamar
lalu terdengar bunyi klakson mobil di depan.
"Ah pasti itu pak Adit.."Yumna keluar.
"Hai pak."
"Udah siap?"
"Udah.."
"Mana Nenek ..Aku mau pamit.?"
"Sepertinya Nenek sedang tidur..kita pergi aja."
"Oya udah."mereka pun pergi.
Ketika Nenek melihat Yumna dan Adit pergi Nenek menghubungi Dennis.
Sesampainya di cafe Yumna dan Adit memesan makan.
"Mohon ditunggu pesanannya."pelayan pun pergi.
"Oya makasih lho Kamu mau makan malem sama Aku."
"Justru Aku yang makasih pak..udah mau neraktir."Yumna tersenyum.
Tiba-tiba Raka datang..tentu saja Dia begitu kesal.
"Yumna..Aku heran sama Kamu..ditelepon gak di angkat..sekarang malah tidak bisa dihubungi..dan liat ..Kamu sama Dia..kemarin Kamu sama Dennis..apa maksudnya.?"
"Pak aku mau tinggal dulu ya sebentar."Yumna membawa Raka keluar,sepertinya dia tidak ingin Raka mencari ribut lagi..
"Tunggu dulu.."Ucap Raka.
"Loe ngapain ngajakin Yumna ..oh gue tau lo juga mau deketin dia kan..gue tau lo bos nya Yumna dulu yg diam-diam suka sama Yumna..ngaku lo."ucap Raka sambil memukul meja.
"Apaansih..ayo."Yumna menyeret Raka keluar.
"Apasih Yumna Aku belum selesai bicara sama Dia.."
"Mau apalagi.. Aku heran sama Kamu .. Kamu gak ada kerjaan lain selain nyari ribut mulu.. Kamu mikir dong jadi cowok..masih aja bersikap kayak gini.. Kamu gak kasian sama Jihan..urusin Dia .."
"Yumna harus berapa kali Aku bilang..kalo Aku sayang sama Kamu .. Aku cuman cinta sama Kamu.."
"Omong kosong..dengar Raka semua yg udah kamu lakuin itu bener-bener sulit dimaafkan..jangankan ingin kembali ke Kamu..buat maafin Kamu aja Aku tuh susah.. Kamu udah rusak semuanya tau gak..udahlah Kita cari jalan masing-masing aja..gak perlu saling mengganggu..harusnya Kamu sadar..sekarang Aku mau Kamu pergi dan jgn muncul-muncul lagi dihadapan aku.."
"Yumna."
"Pergi."
Raka sedih dengan sikap Yumna.
"Hanya karena 1kesalahan, kam.u membenciku seperti ini Yumna..jika Aku bisa memutar semuanya kembali Aku akan memilih tidak diantar Jihan pulang dan biar saja jika Aku menyetir sendiri lalu kecelakaan..daripada sperti ini..dibenci Kamu..itu terlalu menyakitkan."Raka pergi sambil mengusap air matanya..
"(Maaf Raka ..jika itu membuatmu terluka..tapi Aku tidak bisa bersikap seolah semua baik-baik saja)"Gumamnya lalu Aditya menghampiri.
"Kamu baik-baik saja?"
"Eh pak .. Aku baik-baik saja..maaf ya pak tadi Raka bilang yang tidak-tidak ke pak Adit ..ayo kita masuk."
"Tapi semuanya yang Dia bilang memang benar."Aditya membuat Yumna berhenti melangkahkan kakinya..
"Maksud pak Adit?"
Aditya memegang tangan Yumna.
"Yumna aku akui jika memang sejak dulu sudah menyukaimu...saat aku tau kamu sudah punya pacar dan mau menikah aku memutuskan untuk tidak menonjolkan perasaanku..setiap hari dikantor asal bisa melihat mu setiap hari itu sudah cukup bagiku ..aku tidak perlu memilikimu..tapi saat kita bertemu kembali dan kudengar kamu batal menikah..lalu aku berpikir untuk menyatakan perasaanku.. Yumna aku ingin kamu tau..aku sungguh-sungguh menyukaimu."Yumna shok..pandangannya beralih kepada Dennis yang sejak tadi melihat mereka.
"Dennis."Yumna melepaskan tangannya..
sementara Dennis pergi begitu saja..
"Maaf pak Aku harus pergi."Yumna mengejar Dennis.
"Dennis.. Dennis."teriaknya..tapi Dennis tidak berhenti berjalan ..dia malah masuk mobil dan pergi.. Yumna mencari taxi dan pergi kerumah Dennis..
Setibanya dirumah Dennis
"Maaf non..tuan Dennis bilang dia tidak ingin bertemu non."ucap Bibi.
"Bi biarkan aku bertemu sebentar saja."
"Maaf non saya tidak bisa mengijinkan non masuk..nanti tuan Dennis memecat bibi."
"Baik lah bi..aku akan pergi..."
"Yumna..ada apa?"tanya tante Ayu
"Tante,aku ingin bertemu Dennis."
"Masuklah ."
"Tidak,bibi bilang Dennis tidak ingin bertemu dengan Yumna..jadi nanti saja jika Dennis sudah tidak marah."
"Kenapa Dennis marah??Masuk ayo."Tante membawa Yumna masuk.
"tok tok.. Dennis ini Ibu..Ibu boleh masuk?"
"Masuk Bu ."
Tante Ayu memasukan Yumna kedalam kamar Dennis.
"Tante.."
"Kamu??ngapain kamu disini?"
"Aku mau ngomong sama kamu."
"Mau ngomongin apa?''
"Tadi kamu liat semuanya dengar semuanya?
"Aku punya mata dan telinga.."
"Jadi kamu tau semuanya, Dennis sebenarnya..."
"Hebat ya dia secapat itu menyatakan perasaan..aku disana udah kayak orang bego..jadi kalian udah jadian terus kamu dateng kesini mau pamer?''
"Kok kamu bilang gitu Nis.."
"Udahlah Yumna jangan buang-buang waktu ..pacar Kamu pasti nunggu Kamu ..."
"Kamu marah sama Aku.. ya udah Aku mau pulang aja."Yumna bermaksud pergi lalu Dennis bicara.
"Kamu sadar gak ,ini tuh gak adil buat Aku..
dulu sebelum Raka hadir aku terlebih dulu menyukaimu.. Kamu tolak mentah-mentah..sekarang Dia,bosmu itu .. Aku bahkan keduluan lagi..1kesempatan saja tidak pernah ada buatku.. Aku menuntut hak ku."
"Hak apa?"
"Harusnya Kamu memberi aku 1kesempatan..bukan dia Yumna.."Dennis membuka lukisan besar disudut ruangan..
dilihatnya Yumna lukisan dirinya.
"Aku yang bodoh ini .. Aku masih saja tergila-gila kepadamu..setiap hari Aku tidak bisa bernafas karenamu..muak rasanya merindukan seseorang yang tidak pernah memperdulikanku.. Aku harus apasih?"Ucap Dennis sambil memegang bahu Yumna .
"Setauku jika seseorang ingin menyatakan perasaanya ..mereka pasti mengatakan nya dengan penuh perasaan dan bicara dengan lembut..tidak sepertimu ..jika seperti ini aku malah jadi takut kepadamu..kamu tidak pernah mengatakannya jika masih menyukaiku..apa salahku sekarang?? Kamu benar harusnya aku tidak disini.. Aku membuat pak aditya menunggu terlalu lama."Yumna melepaskan tangan Dennis dan bermaksud pergi.. Dennis langsung memeluknya.
"Aku masih menyukaimu..beri Aku 1kesempatan saja..aku tidak akan menyianyiakannya.."Yumna melihat wajah Dennis ..
Yumna menganggukan kepalanya
"Apa itu artinya kamu mau?"
"Kamu bilang aku sudah membuatmu tidak adil..jadi aku memutuskan untuk adil kepadamu..baiklah ayo kita bersama ."
"Sungguh?"tanya Dennis tak percaya.
"Mengapa ada lukisanku dikamarmu..maaf membuatmu terluka selama itu.."
"Jangan tanya lagi..dadaku sesak jika harus menjawabnya."
"Bagaimana ada pria sepertimu..bodoh dan lemah..didunia ini banyak perempuan yang jauh dariku bukan.."
"Sekarang Kamu terus mencemoohku.."
"Sudah selesaikan nangis nya aku mau pulang."
"Siapa yang menangis.!! lontarnya sebal
"Aku melihatnya..hatimu menangis.."
"Apa? Kamu ngomong apa?"
Yumna menyentuh wajah Dennis.
"Apa aku membuatmu menderita selama ini."
"Sangat menderita."
"Aku harus menebusnya dengan apa?"
"Dengan terus berada disisiku..itu saja."
"Baiklah."
Yumna kehabisan kata-kata
"Aku pulang .. Nenek pasti khawatir..istirahatlah.."
"Aku akan mengantarmu."
"Ini sudah malem ."
"Justru karena udah malem..laki-laki seperti apa Aku ini membiarkanmu pulang sendiri."
"Kenapa Kamu jadi sokk romantis gini."
"Oh ya ini baru awal."
"Apa."Yumna tertawa ..
"Ayo pergi."
"Ngomong-ngomong tadi kenapa kok kebetulan Kamu ada di cafe?"
"Nenek telepon."
"Apa??jadi Nenek yang kasi tau aku makan malam sama pak Adit?"
"Iya..dia mata-mataku..jadi mulai sekarang hati-hati."
"Ya ampun sejak kapan kalian bekerja sama??''
"Aku tidak tau..sepertinya Nenek sangat menyukaiku."
"Dia bilang jika Nenek seumuranmu pasti sekarang Dia sudah menjadikanmu suaminya..memang nya jika benar Kamu mau menikahi Nenek.?"
"Lelucon apa itu.. Nenek bener-bener bilang gitu."
"Iya Nenek bilang gitu."Dennis tertawa terbahak-bahak.
Lalu Tante Ayu membuka pintu kamar
"Sudah baikan ..tertawa begitu."
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
salam hangat JODOH TERPAKSAKU
🌸🌸🌸🌸🌸
ditunggu kelanjutannya thor
dan mari saling dukung dari 🤫JODOH TERPAKSA🤭