Indonesia
NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden Presidential Suite, menyiram kamar luas itu dengan kehangatan serba emas. Farra terbangun saat merasakan usapan lembut di pipinya. Namun, begitu berniat menggeser tubuh untuk meregangkan otot, rasa nyeri dan perih yang tajam mendadak menusuk di bagian intinya, membuat gadis itu meringis keras sambil menahan napas.

​"Jangan gerak dulu," suara Barra terdengar begitu dekat dan sarat kecemasan. Cowok itu sudah bangun lebih dulu, kini menatap Farra dengan pancaran mata yang dipenuhi rasa bersalah sekaligus kelembutan. "Pasti sakit banget, ya? Maaf... semalam aku terlalu..."

​Farra menyembunyikan wajahnya di balik bantal, pipinya memerah padam. "Barra, perih banget... mau bangun aja nggak sanggup."

​Tanpa banyak bicara, Barra langsung mengambil alih sepenuhnya. Keangkuhan si siswa teladan di SMK Kesehatan Hewan itu menguap tanpa bekas, berganti sosok suami yang sigap dan penuh perhatian. Dengan perlahan dan hati-hati, Barra menggendong tubuh Farra menuju kamar mandi. Ia menyiapkan air hangat di bathtub, memandikan Farra dengan kelembutan yang luar biasa—mengusap bahu, menyiramkan air hangat secara perlahan agar rasa nyeri di tubuh Farra mereda, hingga mengeringkannya dengan handuk lembut.

​Tak berhenti di situ, usai membawa Farra kembali ke tempat tidur, Barra mengambil salep penyembuh luka yang sudah ia siapkan dari tas medis kecilnya.

​"Barra, aku bisa sendiri..." bisik Farra malu setengah mati saat Barra membuka jubah mandinya perlahan.

​"Nggak ada bantahan, Farra. Aku yang bikin kamu sakit, jadi aku yang harus tanggung jawab," jawab Barra tegas namun lembut. Dengan teliti dan jemari yang luar biasa berhati-hati, Barra mengoleskan salep tipis-tipis pada bagian inti Farra yang membengkak, memastikan istrinya tidak merasa kesakitan berlebih. Setelah itu, ia mengambilkan pakaian santai yang nyaman dan memakaikannya ke tubuh Farra satu per satu.

​Namun, agenda pagi itu belum selesai. Kedua orang tua mereka sudah menunggu di restaurant VIP hotel untuk sarapan bersama. Mau tidak mau, mereka harus turun. Barra merangkul pinggang Farra dengan erat, menopang sebagian besar bobot tubuh istrinya saat berjalan menyusuri koridor hotel menuju area sarapan. Langkah Farra tampak begitu canggung, pendek-pendek, dan agak ringkih.

​Begitu mereka tiba di meja makan keluarga, tatapan mata Aghnia dan Tasya—ibu mereka berdua—langsung tertuju pada cara berjalan Farra.

​"Loh, Farra sayang... jalan kamu kenapa begitu?" tanya Aghnia dengan senyum yang mendadak terkembang makin lebar, menatap sang putri yang mukanya sudah merah padam.

​"I-itu, Ma... cuma kepeleset sedikit di kamar mandi tadi," alibi Farra terbata-bata, makin merapatkan duduknya di sebelah Barra.

​Tasya terkekeh pelan sembari menyesap tehnya, lalu menatap Barra dengan pandangan menggoda. "Kepeleset apa kepeleset, Barra? Kamu ini kasihan istrinya, melangkah aja susah begitu. Kan Mama udah pesan, pelan-pelan aja... ujian mereka masih dua bulan lagi!"

​Fendi dan Byan yang sedang membaca koran pun tak sanggup menahan tawa. Fendi berdehem goda, "Barra, Barra... om kan kemarin sudah bilang, jaga putri om baik-baik. Kalau jalannya begitu, gimana dia mau konsentrasi simulasi praktik ternak besar minggu depan?"

​Gantian Barra yang mendadak salah tingkah. Cowok yang biasanya selalu punya jawaban tajam itu kini hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sembari tersenyum tipis. Di sampingnya, Farra makin menundukkan kepala sangat dalam, rasanya ingin menghilang saat itu juga di tengah godaan hangat keluarga besar mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!