Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekretaris Seksi Cinta Pertamaku

Sekretaris Seksi Cinta Pertamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi cahya rahma R

"Bukankah aku menyuruh mu untuk mencarikan sekretaris laki-laki? kenapa yang datang perempuan?." tanya Edwin kepada Hendrik mantan sekretarisnya yang sekarang sudah pindah jabatan.

"Mau sampai kapan sih kamu Ed tidak Mau dekat dengan seorang wanita? bisa di kira semua karyawan, kamu itu direktur pencinta laki-laki."

"Aku tidak perduli dengan perkataan mereka. Lagi pula kenyataannya aku ini normal, bukan pisang makan pisang."

"Kalau kamu normal, seharusnya kamu mau dong mempunyai sekretaris perempuan, jangan menolak, terima saja dia."

"Aku tidak mau Hen. Sekretaris perempuan itu lebih menakutkan dari pada laki-laki. Bagaimana bisa di duduk di depan ku dengan belahan dada yang sangat terlihat jelas. Padahal aku sudah bilang agar memakai pakaian yang tidak kurang bahan." Edwin yang menceritakan sekretarisnya yang sudah ia pecat beberapa hari yang lalu karena bersikap tidak sopan di depannya.

"Kamu tuh aneh.. di suguhi pemandangan indah malah tidak mau." ucap Hendrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

Sebelum berangkat ke acara pesta keluarga Aldebaran, Edwin memutuskan untuk pulang terlebih dahulu di kediamannya, untuk mandi dan mengganti pakaian. Mobil berwarna hitam kini sudah tiba di depan kediaman Edwin, Nabila yang melihat bangunan megah di depannya seketika terperangah, ia merasa kagum dengan megahnya dan bagusnya bangunan tersebut.

Namun Nabila lagi-lagi di buat bingung, jika mereka akan menghadiri pesta kenapa gedung di depannya terlihat sepi tanpa ada seseorang satu pun yang ia lihat. Nabila mencoba untuk memberanikan diri bertanya kepada Edwin atasannya, yang sudah bersiap untuk turun dari mobil.

"Pak, maaf.. bukannya kita akan menghadiri acara pesta ya, lalu kenapa tidak ada satu orang pun di sini?." tanya Nabila.

Edwin yang mendapat pertanyaan dari Nabila seketika menoleh ke arah Nabila. "Masuk saja, jangan kebanyakan tanya." jawab Edwin lalu keluar dari dalam mobil.

"Brak!." pintu yang di tutup secara kasar hingga Nabila terkejut.

Nabila sudah menduga jika jawaban Edwin tidak seperti yang di harapkan dirinya. Nabila seketika juga turun dari dalam mobil untuk mengikuti Edwin yang mulai memasuki rumah. Nabila melangkah dengan cukup sulit karena hils yang di kenakan nya cukup tinggi, apa lagi Nabila tidak terbiasa memakai hak tinggi.

Setibanya di ambang pintu yang berukuran besar, di sana Nabila sudah melihat dua orang wanita memakai seragam ala-ala ART luar negri, bahkan di bagian atas kepalanya terdapat kain yang entah kain apa Nabila tidak paham.

"Selamat sore nona, selamat datang di kediaman tuan muda Edwin." ucap salah satu wanita tersebut dengan sangat ramah.

Nabila yang mendengar kata rumah tuan muda Edwin semakin terperangah. "Jadi rumah ini, rumahnya pak Edwin? tidak heran sih jika rumah ini besar secara pemiliknya orang kaya."

Nabila terus berjalan ke arah ruang tamu yang begitu luas, mungkin bisa di bayangkan seluas lapangan sepak bola dengan terdapat kolam ikan di dalam nya. Bahkan Nabila bisa melihat anak tangga yang akan menuju ke lantai dua. Bangunan yang luar biasa mewahnya.

Nabila terus menoleh ke kanan dan ke kiri ia takut jika akan bertemu dengan seseorang yang menurutnya itu lebih penting dan lebih menakutkan dari seorang Edwin, yaitu tuan Remon selaku pemilik perusahaan Remon Kompany. Dari namanya saja, Nabila bisa membayangkan jika tuan Remon mungkin lebih ganas dan jutek dari putra semata wayangnya Edwin.

Saat Nabila sedang melihat-lihat seisi ruangan, tiba-tiba dia di kejutkan dengan seseorang.

"Kamu ngapain? mengendap-endap kaya maling?." tanya Edwin yang kini sudah telanjang dada di belakang Nabila.

Nabila yang mendengar ucapan Edwin seketika menoleh. "Aaa..." Nabila seketika langsung menutup wajahnya dengan telapak tangan.

"Kamu kenapa lihat saya takut, kamu kira saya hantu.".

"Bapak kenapa tidak pakai baju?." tanya Nabila yang masih menutup wajahnya.

Edwin seketika menatap ke arah tubuhnya sendiri. Dia baru paham jika dia sedang telanjang dada. Edwin seketika menutup tubuhnya dengan handuk yang berada di pundaknya.

"Sudah.. jangan lebay deh, biasanya juga lihat cowok telanjang." ucap Edwin.

"Enak saja bapak, emang saya cewek apaan." sahut Nabila yang sudah membuka tangannya sambil menyengitkan dahinya.

"Sudah jangan kebanyakan ngomong, ayo masuk ke kamar." ajak Edwin.

"Ke kamar?." Nabila yang terkejut.

"Iya.. kenapa?." tanya Edwin menatap ke arah Nabila.

"Dengan telanjang dada seperti itu, bapak ngga salah?."

"Pikiran mu yang salah? lalu kamu kira saya mau ngapain? pemerkosa kamu? saya ngga selera sama kamu, tenang aja." jawab Edwin yang berlalu begitu saja berjalan ke arah kamarnya.

Walaupun Edwin berkata seperti barusan, Nabila tetap merasa takut, ia terus waspada jika tiba-tiba Edwin menyerangnya. Nabila sudah masuk ke dalam kamar dengan aroma musk. Aroma yang selalu Nabila cium saat di dekat bosnya. Saat masuk ke dalam ruangan kamar, Nabila bisa melihat ruangan kamar pun tak kalah besarnya dengan ruangan-ruangan yang lainnya. Bahkan Nabila bisa melihat di dalam ruangan tersebut terdapat ruangan khusus seperti ruang tunggu. Bahkan masih ada pintu untuk menuju ke ruangan tidur bosnya tersebut.

"Kenapa dari tadi jalan mu seperti itu, kamu kira kamu mau perang? jangan takut, saya tidak akan berbuat yang aneh-aneh, lagi pula kamu bukan tipe saya." ucap Edwin yang melihat Nabila melihat ke penjuru ruangan.

"Apakah bapak tinggal sendiri di rumah sebesar ini? kenapa dari tadi saya tidak melihat orang lain selain mbak-mbak tadi di pintu depan?."

"Kamu tahu tidak, kamu itu kaya wartawan kebanyakan tanya?." Edwin yang merasa kesal namun tidak bisa memungkiri jika Nabila heran dengan kediamannya yang memang seperti kuburan, besar tapi sepi. "Iya.. saya tinggal di rumah ini sendiri, hanya dengan para ART yang bekerja di rumah ini." Edwin yang akhirnya mau menjawab pertanyaan dari Nabila.

"Lalu, ayah anda pak?." tanya Nabila lagi.

"Remon maksud kamu?."

Nabila hanya mengangguk.

"Dia mempunyai rumah sendiri, dan saya memutuskan untuk tetap tinggal di rumah ini. Karena rumah ini adalah rumah saya sewaktu kecil saat ibu saya masih hidup. Dan saya memutuskan untuk tetap stay di rumah ini, untuk menjaga rumah ini." jawab Edwin lagi.

Nabila yang mendengar jawaban dari Edwin seketika mengangguk-ngangguk seakan paham.

"Apa lagi yang ingin kamu tanyakan?."

"Jadi bapak pulang ke rumah untuk mandi terlebih dahulu, lalu pergi ke pesta itu? lalu kenapa bapak tidak menawari saya mandi terlebih dahulu? hanya tanya malam ini kemana? sudah punya pacar belum? badan saya lengket pak."

"Kamu mau mandi? mau saya mandikan?." tanya Edwin. "Ayo." Edwin dengan raut wajah datar namun penuh dengan makna.

"Tidak pak.. saya sudah gini aja, ngga perlu mandi, lengket tidak apa-apa." jawab Nabila.

Edwin yang mendengar jawaban dari Nabila seketika sedikit tersenyum. "Ya sudah kamu tunggu di sini dulu, jangan masuk-masuk tanpa aba-aba saya, nanti kamu lihat saya telanjang."

Nabila yang mendengar ucapan Edwin seketika bergidik merinding. Ia tidak lagi mengindahkan ucapan Edwin, Nabila langsung duduk di sebuah sofa di dalam kamar.

Edwin seketika langsung masuk ke dalam sebuah ruangan yang berada di dalam kamar, bisa di lihat bahwa ruangan tersebut adalah ranjang tempat tidur dan toilet.

"Fiks... kalau dia memang normal." ucap Nabila saat melihat Edwin sudah masuk ke dalam ruangan tempat tidur.

1
Yani Aulia
lahhhh kok g lnjut
Tri Handayani
memang sie edwin salah,,tp setidaknya dia punya niatan buat tanggung jawab sama kamu nabila.
Rahma Inayah
lanjut thor
Tri Handayani
apapun yg mengedepankan emosi berakhir dg penyesalan itulah yg d rasakan edwin sekarang.
pacaranime
Luar biasa
Tri Handayani
lama g up'sehat thorrr,,,d tunggu up selanjutnya
Rahma Romadhoni: amin ya robalalamin.. terimakasih atas doanya🥰
total 3 replies
v3r4
Bagus ceritanya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Tri Handayani
kasian kamu nabila,gara"salah paham masa depan kamu hancur.
Alin Norshalsabilla Alkhatir
🤣🤣🤣🤣🤣Nie mah novel komedi 🤣🤣🤣🤣🤣
Yuli Yanti
hahaha....jadi geli sendiri baca nch novel.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!