Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Rohimah II

Wanita desa menjadi tulang punggung keluarga, semenjak Bapaknya meninggal dunia. Hanum tinggal bersama sang ibu. Ibu yang setiap hari menjual sayuran keliling untuk mencukupi hidupnya.

Usai penderitaan Hanum, tapi ia masih berdiri tegar agar ibunya senang.

Namun jalan tak begitu mulus, kini Hanum tengah di nikahi oleh seorang lelaki yang amat ia cintai, seorang anak pengusaha sukses sebagai CEO.

Namun takdir berkata lain, lelaki yang justru di idamkan oleh Hanum tak sesuai harapan.

Menikah hanya sebuah terpaksa, Arkan enggan menyentuh Hanum karena dari keluarga miskin.

Tapi percayalah kedua orangtua pihak lelaki lebih menyayangi menantu dari anak sendiri.

Riswan akan mengangkat derajat Hanum sebagai CEO, setelah apa yang di perbuat anaknya.

Akankah Arkan mengetahui hal tersebut, apakah ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rohimah II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Licik

Plak!!

Plak!!

Tamparan keras mengenai pipi mulus Riana. Riana tak percaya jika orang yang baru Riana kenali berani menamparnya.

"Kura** Ajar kamu, pembantu. Kamu bisa-bisanya menampar pipi saya. Kamu pikir kamu siapa, Gue kesini ingin ketemu Hanum," bentak Riana didepan mertua, Riana tidak tahu jika Riana berbicara dengan siapa.

"Hanum tidak ada disini, sebaiknya kamu pergi dari rumah saya. Atau saya akan teriak untuk orang-orang mengusir kamu dari sini," tanggap Fatimah, ia juga tak mau kalah dengan wanita didepannya. Seolah Riana siapa? Berani menghalangi jalan Fatimah.

"Silahkan saja, Gue ga takut. Lagian sebentar lagi calon suami gue akan kesini."

"Coba saja, panggil dia sekarang."

"Oke Bagas Arkana akan datang kesini, bahkan kamu akan segera di buat malu. Karena calon suami gue orang sukses, kamu hanyalah pembantu, mana mungkin kamu bisa mendapatkan mobil sebagus itu, pasti kamu mencuri, kan?" tanya Riana, seolah Riana tak bermain dengan janjinya.

Deg!

Riana baru saja menyebut nama anaknya, bahkan Fatimah mengepal tangan kiri kuat-kuat. Fatimah merasa yakin jika Arkan berani bermain api. Fatimah akan membuat Arkan menyesal, karena sudah membuat sakit hati istri juga keluarganya.

....

Sementara di RS, wanita paruh baya tak mendatangi anaknya. Pemuda tersebut memastikan, namun bocah laki-laki tengah rewel karena perutnya sakit.

"Kamu kenapa?"Sakit."

"Iya Bang, Chandra lapar. Udah seminggu Chandra tidak makan, semua keperluan pribadi di pakai untuk Kaka saya, Bang."

Melihat penampilan Bocah laki-laki seperti tidak berbohong, apakah ia ingin manipulasi pikiran Pemuda tersebut. Namun melihat saja, jika Bocah laki-laki merasa jujur jika perutnya sangat sakit.

"Baiklah, kamu mau makan apa?" Biar Abang traktir. Setelah ini Abang akan mengantar kamu pulang, bagaimana?" Tanya pemuda itu sambil jongkok tersenyum.

"Chandra ga mau pulang, Chandra mau melihat Kaka itu sembuh. Pokoknya di rumah kelurga Chandra seperti neraka. Mereka tak menyayangi, Chandra. Chandra dianggap bagai orang asing. Pokoknya Abang harus melakukan cara agar Kaka itu sembuh," permohonan maaf pada bocah tersebut, mengira jika pertanyaan sungguh tidak dibuat olehnya.

Pemuda tersebut memastikan semua agar baik-baik saja. Namun pemuda tetap gelisah, ia tak menyangka jika bocah tersebut sangat malang nasibnya.

Akhirnya pemuda tersebut mengajak bocah makan di luar. Ia juga berpikiran kapan wanita itu sadar. Keluarga juga belum sampai, semoga ada keluarga yang perduli padanya.

Keduanya tengah sampai di ruangan warung makan, namun pandangan bocah merasa takut. Mengapa bisa seorang Ayah ada disekitar sini. Bocah itu menarik jaket hitam Pemuda tersebut, bocah tersebut malah menangis karena takut jika dirinya akan dibawa pulang.

"Apa yang kamu takutkan, disini tidak orang jahat. Percayalah sama Abang," ucapnya sambil jongkok berharap itu hanya halusinasi Chandra.

Bocah laki-laki menunjuk tangan kearah sudut dekat pintu. Bahwa Ayahnya bekerja dimana saja yang penting bisa makan. Namun karena melihat Ayahnya ada disini, bocah itu kembali mengumpat dibelakang badan Pemuda.

Suara Ayahnya menggelegar, sampai bocah tersebut sangat ketakutan. Melihat dari jauh, jika anaknya sudah pulang. Tapi ia malah bersama dengan orang lain.

"Chandra, sini kamu, Ayah mau bicara sama kamu, Chandra," Teriakan laki-laki paruh baya sudah merasa aman, baginya Chandra sudah pulang dan mau ikut tinggal bersama keluarganya.

Bocah itu malah lari ketakutan, pemuda tersebut tak diam saja. Secepatnya ia menangkap bocah tersebut, tetapi amarah laki-laki paruh baya malah menyoraki jika pemuda tersebut adalah mencuri anak kecil.

"Tangkap pencuri itu, dia sudah bawa kabur anakku."

Pemuda itu dianggap maling, bisanya sebagai Ayah harus berterimakasih bukan malah membalikan fakta.

Orang baru saja duduk ikut mengejar pemuda tersebut, memang tak mengenali. Wajar, baginya kini pemuda itu dikatakan maling.

Bocah tersebut tidak menyangka, jika Ayahnya tega menyebut nama pemuda itu maling. Seharusnya Bocah itu tetap di belakang tubuh pemuda tersebut.

Karena larinya tertubruk oleh pejalan lain, Pemuda tersebut malah jatuh. Sedangkan Bocah tersebut sudah jauh, tak menampakkan batang hidungnya.

Didalam hatinya, apakah bocah laki-laki sudah menjebak dirinya untuk mendapatkan hinaan.

"Habisi dia, bahkan ia sudah membawa anakku kabur. Habisi pemuda itu."

Teriakan Laki-laki paruh baya kembali bergetar, seolah sasaran hanya satu. Berkumpul sudah penduduk ingin menghabisi nyawa pemuda tersebut.

Bugh hhhhh

Bugh hhhhh

Dihantam banyak orang, dipukul hampir bonyok luka. Pemuda itu tak mau kalah, ia hampir setengah berdiri. Menganggap jika semuanya bermula jika bocah tersebut dalam keadaan bahaya.

Jika video itu viral, mungkin mereka sadar apa yang mereka lihat tak sepenuhnya seperti ini.

"Kalian pikir saya pecundang, yang pecundang itu anda. Anda berani memukul anak anda sampai luka. Tindakan anda udah kdrt terhadap anak, seharusnya orang seperti ada tak pantas ada disini, anda sebaiknya ada di penjara."

"Kepar***!" Kamu pikir saya mengancam anak saya, mana buktinya. Jelas-jelas kamu udah bawa kabur anak saya. Ngaku kamu."

Laki-laki paruh baya itu malah membuat ulah, sehingga orang pada percaya atas ucapannya. Kini Bocah tersebut ingin menolong pemuda yang sudah menolong nya.

Teriakan menggema seolah laki-laki dipanggil Ayah adalah orang baik, penyayang. Padahal ia adalah sadis. Orangtua yang menelantarkan anaknya demi mendapatkan uang.

"Berbohong Dia, Dia bahkan menyuruh ku untuk mencari uang. Dia bohong," jawab Chandra, bertekad untuk mencari keadilan.

"Kenapa kamu membela diri, seharusnya kamu bela, Ayah. Ayo, ikut Ayah, Nak. Ibu mu merindukan kamu, Chandra."

"Chandra ga mau, Chandra mau ikut dengan Abang ini. Dia sudah menolong, Chandra. Ayah pulang saja, bagi Chandra, Anda tak pantas dipanggil Ayah. Lihat apa yang Ayah lakukan kepadaku, Chandra sering mendapatkan hinaan, dan luka memar. Apakah Ayah sadar selama ini?"

Terkejut ketika Bocah laki-laki berbicara, seolah-olah yang bersalah disini bukan pemuda tersebut melainkan Laki-laki paruh baya tersebut dengan segala panik ia ingin menuduh bahwa pemuda tersebut adalah orang yang membawa kabur anaknya.

"Kalau gitu kita bawa saja dia, dia sudah menghina anaknya. Benar, anak itu harus dilindungi bukan di sakiti. Sekarang bawa Pak Erwin."

"Saya mohon jangan bawa saya ke penjara. Saya khilaf, pak, Bu. Tapi mohon jangan masukan saya ke penjara," cerca Erwin, rasanya gengsi harus meminta maaf duluan. Tapi jika tidak, Erwin tak ingin di jebloskan didalam penjara.

Pemuda tersebut justru kesakitan, tak perduli orang-orang beranggapan jika pantas orang seperti mereka harus di penjara. Supaya tidak mengulangi kesalahan sama.

.....

Riana menelpon calon suami yang disebut Arkan. Melihat jika Riana di permalukan didepan rumah milik orang kaya.

Begitu Arkan menutup telponnya, Arkan segera datang untuk menemui nya. Namun jelasnya Arkan sedang emosi besar. Setelah ia pulang, bukan di sambut baik justru ditampar kedua kali.

Riana mematikan sambungan telepon nya, Riana akan menjadi orang paling berhasil setelah ia mengetahui siapa orang yang pertama kali ia bela.

Apa yang terjadi selanjutnya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!