Indonesia
NovelToon NovelToon
Duda Keren Cari Jodoh

Duda Keren Cari Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:363.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: IkeFrenhas

David Arion Syahreza, si duda keren yang lagi cari jodoh karena dorongan dari sang Mama. Padahal, dia sih masih belum move on dari sang mantan.

Awalnya, David ogah-ogahan mendatangi perjodohan yang telah diatur sang mama. Hingga akhirnya, dia menemukan seseorang yang membuatnya tertarik.

Namun sayang, wanita itu malah menghilang bak ditelan bumi.
Akankah ia menemukan tambatan hati yang dicarinya?

Sekuel Suamiku Mencintai Adikku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IkeFrenhas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8

Melihat wajah Anna yang merona begitu, membuat pikiranku tersesat sejenak di lembah tak bertepi. Dan, hanya aku dan dia saja di sana. Tidak ada Adrian, tidak ada Mama dan tidak ada siapa pun. Siapa pun juga. Hanya kami berdua.

Pikiranku melayang ke alam yang berbeda. Namun, saat aku menikmati setiap cumbu rayu yang kunantikan. Tiba-tiba tubuhku terempas ke bumi, ah ... barangkali malah masuk ke dasar bumi. Amblas sampai semua rasa remuk redam.

Khayalan tidak sesuai realita. Anganku terlalu tinggi untuk bisa bersama Anna, mantan istriku yang telah sepenuhnya menjadi milik orang lain.

Apa kamu semudah itu move on dariku, Anna?

Padahal, aku tahu sekali betapa kamu dulu sangat memujaku, 'kan?

Siapa yang bisa menggenggam hati manusia? Tak ada, selain pemiliknya. Dan, sayangnya hati Anna bukan lagi untukku melainkan untuk lelaki yang tengah merangkulnya dengan mesra.

Melihat mereka berpagut mesra di hadapanku, semakin membuatku tersadar betapa aku telah jatuh sejatuh - jatuhnya oleh pesona seorang Anna.

Jika ini adalah karma, maka aku sedang merasakannya.

Adakah karma dalam cinta?

"Hai, Bro. Lu kenapa?" tepukan di punggung menyadarkan ku akan sesuatu. Aku sedang berhadapan dengan Adrian dan Anna. Tidak seharusnya menampakkan kelemahan dan rasa yang masih mengharapkan Anna.

Aku memasang ekspresi wajah sedatar mungkin, agar mereka tidak tahu keremukan yang ada dalam dadaku.

Aku menyunggingkan senyum tipis, lalu mengerling pada Adrian.

"Enggak. Gua ke sini ada perlu aja," balasku santai.

"Sayang, mau ikut duduk di sini atau istirahat aja," bisik Adrian kepada Anna.

Jarak kami yang berdekatan membuat telingaku bisa leluasa mendengar apa yang mereka ucapkan.

Atau jangan-jangan, Adrian sengaja melakukannya. Memancing rasa cemburuku. Melihat kemesraan mereka yang sedari tadi ditampilkan.

Please, Vid. Bukannya udah biasa melihat mereka seperti itu.

Ini pasti karena pikiranku sedang kacau oleh pekerjaan dan masalah perjodohan.

Anna berdiri lalu meninggalkan kami. Sebenarnya aku ingin bertanya dia mau ke mana? Lalu anak mereka ke mana? Namun, aku engga.

Alhasil, mulutku hanya terkatup rapat. Semua pertanyaan hanya menggantung di udara tanpa bisa aku ucapkan.

"Jadi, gimana - gimana?" tanya Adrian setelah kami tinggal berdua saja. Sedangkan Anna telah menghilang di balik pintu di salah satu ruang yang ada ruangan ini.

"Gua pusing, banyak masalah di kantor. Lu balik aja kali urus perusahaan kita," ujarku langsung tanpa embel - embel basa - basi terlebih dahulu.

Adrian tampak tertegun. Pandangannya menatap lurus ke depan, tepatnya pada bola mataku. Serius, tanpa berkedip hingga beberapa detik. Kemudian dia mengerjap - ngerjap, lalu tersenyum tipis.

"Terus, ada masalah apa di sana?" tanya Adrian kemudian.

"Beberapa proyek harus gagal, dan satu proyek yang sedang dalam pengerjaan ini pun nyaris gagal. Kayaknya kali ini gua bener - bener enggak bisa ngehendel ntu kerjaan." Aku memijit pangkal hidung dengan mata terpejam.

"Oke," balas Adrian singkat padat, tetapi tidak jelas menurut perkiraanku.

Apa maksudnya dengan satu kata itu?

"Oke?" tanyaku dengan kening berkerut. Aku mencondongkan badan menuntut penjelasan darinya.

Obrolan serius kami terjeda oleh kedatangan seseorang yang mengantarkan minuman. Dua cangkir teh di suguhkannya kepada kami.

"Minum dulu, nanti aku jelaskan," ucap Adrian santai. Kemudian dia pun mengambil cangkir di meja, menyeruput tehnya.

"Gua sedang tidak berselera minum, Dri," balasku malas.

"Lu selalu begitu, enggak bisa santai. Bawaannya emosian melulu. Yang lu hadapi ntu manusia, Bro. Bukan robot. Manusia itu punya perasaan yang harus dijaga jangan sampai terluka. Punya pikiran yang harus dijaga agar tetap waras," ujar Adrian panjang lebar.

"Lu bener - bener ya. Gua ke sini minta solusi, minta lu ngurusi perusahaan kita. Bukan malah ceramah panjang lebar begini. Ya gue tahu dong, kalau karyawan di perusahaan kita itu manusia. Siapa juga yang memperkerjakan robot ...."

"Gua rasa, kalau semua orang itu diganti robot juga bakalan rusak. Gak akan bertahan lama," kekeh Adrian pelan.

"Sialan lu!" Aku melayangkan tinju di udara. "Emang gua separah itu!" tanyaku garang.

"Lha, emang bener, 'kan?" Adrian meletakkan cangkirnya kembali ke meja. "Minum!" serunya dengan mata mendelik tajam.

"Iya. Galak amat," gerutuku. Kemudian meminum teh yang sudah mulai dingin.

"Nah, digituin aja lu bilang gua galak. Apalagi lu yang tiap hari marah - marah sama karyawan kantor. Apaan coba? Singa butuh belaian gitu?"

Teh yang aku minum menyembur keluar. "Sialan lu. Masak gua disamain dengan singa yang butuh belaian, sih. Singa apaan itu?"

"Singa garong kali," celetuk Adrian asal.

Aku meletakkan cangkir itu kembali ke meja. Lalu menyenderkan punggung ke sofa, dengan tangan yang saling bertautan.

"Jadi, lu emang harus sabar ngehadapin tuh karyawan kantor. Perlakukan mereka salayaknya manusia. Lu harus berusaha mengendalikan amarah, Bro. Mungkin karena ...."

Adrian menggantung kalimatnya di udara.

"Mungkin kenapa?" tanyaku penasaran.

"Mungkin nih ya ... mungkin. Mungkin, lho."

"Iya, mungkin kenapa sih?" tanyaku penasaran.

"Mungkin karena lu kebelet kawin, Bro," ucap Adrian dengan wajah serius.

"Anjriiittt!!!! Sahabat apaan lu. Dari tadi godain gua mulu?"

"Gua serius. Lu tahu, 'kan kucing. Kucing itu kalau lagi kebelet kawin, bawaannya marah - marah mulu."

"Sialan, lu!" Aku melempar bantalan sofa ke arahnya. Untung saja kena wajahnya, sehingga aku puas.

"Gua serius. Jadi udah dapat belum jodohnya?"

"Belum lah. Mama nyarinya yang aneh - aneh," ketusku.

Seketika wajah Mama berkelebat di ingatan.

"Yah, lu sih. Pilihannya susah banget. Cari kok yang stoknya udah habis. Lu tuh ya, harus mengubah sifat dasar lu dulu yang pemarah itu. Gua jamin, cewek - cewek bakalan betah sama lu."

"Kok jadi bahas gua terus sih. Gua ke sini untuk bahas perusahaan, Bro. Perusahaan."

"Kalau itu tenang, entar gua ke sana. Aman."

"Bener lho. Awas aja kalau enggak jadi."

"Yes."

Jika diperhatikan, Adrian sekarang memang terlihat lebih segar, lebih berisi dan lebih segalanya. Dan pasti, predikat duda enggak lagi disandangnya.

"Yang penting, si boss kantor segera tobat dari pencarian cewek yang tak kunjung datang," lanjut Adrian. Tidak lupa tawa meledek ditujukannya kepadaku.

Aku hanya bisa mendengkus sebal, dengan bibir mencibir.

"Besok gua ke sana. Jangan lupa siapkan karpet merah di sepanjang jalan," kelakarnya.

Ya, lelaki itu berubah. Dia tampak lebih bahagia dan selalu ada candaan di setiap obrolannya. Dulu, aku ingat sekali, walaupun Adrian bukanlah orang yang memiliki sifat pemarah. Namun, dia sering kali menampilkan tampak serius. Begitu banyak hal yang dipirkannya. Dan sekarang tampang jutek itu berpindah padaku lengkap dengan sifat pembawaan aku yang cuek, angkuh, meninggikan ego setinggi - tingginya dan pemarah tentunya.

Lantas obrolan kami berakhir di seputar tanya jawab soal perjodohanku, rumah tangga Adrian.

1
Qaisaa Nazarudin
Ketemu MANTAN terindah langsung lupa sama istri,Keliatan banget masih belum bisa move on dari Mantan..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb bukannya nanya dulu siapa yg sakit,eh malah lari gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Lha lebay, kenapa malah nangis ckk
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pasti Aqila..pantesan dia berpindah2 alamat nya.. kurier ternyata..
Qaisaa Nazarudin
Umur Putri 4 Tahun,Ana hamil 9 bulan,Jadi 4 Tahun 9 bulan dong yah,David duda 5 Tahun, berarti Setelah habis Edah Ana langsung Nikah sama Adrian kan yah..Bagus deh,Ana gak perlu lama2 terpuruk karena diselingkuhin David..👍👍 Sekarang Ana udah bahagia dengan keluarga kecilnya,Dan David kayak orang gak punya malu datang kerumah Mantan dan menyaksikan Kebahgiaan Mantan,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT
Qaisaa Nazarudin
Apa gunanya semua itu,kalau kerjaannya tukang selingkuh,mending selingkuh sama cewek lain,lha ini malah dengan adek ipar sendiri, kalau gak suka sama Ana kenapa gK nolak dari awal, sewaktu dijodohkan..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Alhamdulillah,baru juga aku ketar ketir takut Ana dibikin balikan sama David,eh ternyata gak yah,tq thor..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄Jangan sampai Outhor bikin alur David balikan sama Ana ya..
Qaisaa Nazarudin
Siapa juga ibu yg SETUJU udah terang-terangan dia bukan cewek baik2,Mana ada cewek baik jadi PELAKOR kakaknya sendiri?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya gitu,Saat Udah PERGI baru merasa KEHILANGAN..
PENYESALAN selalu belakangan,Yang dulu itu PENDAFTARAN..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Ana ..MEMAAFKAN boleh tapi BUKAN UNTUK KEMBALI..Suami gak sadar diri kayak gini,mmg udah bagus kamu langsung mintak cerai,jangan mau di bodohi dan di injak-injak..Terus kenapa gak Nikah sama adeknya setelah BERCERAI? Harusnya kan itu yg kamu lakukan..
Qaisaa Nazarudin
Wah gila,SUAMI dan ADIK yang gak sadar diri..😡😡Malah anak manja yg kamu inginkan..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Kali ini kamu yg Kena,Mana udah terpesona duluan lagi,Udah dag dig dug duluan lagi,Eh malah salah orang,Apakah si Aqila ini yg disinopsis yg katanya hilang tanpa kabar itu? pasti deh ia..
Qaisaa Nazarudin
Astaga terus yg ditemuin David tadi siapa?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Anak bandel ini pasti😅😅
Satria Devi
Luar biasa
fatimatuz zuhriyah
bagus
Nora♡~
Semangat terus thor... ini cerita dah tamat kah🤔
Revita Elisa
😍😍😍😍😍tamat juga....
Ike Frenhas: lanjut baca cerita yang lain, Kak 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!