Indonesia
NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Keracunan

Anne bekerja menjadi lebih tenang hari

ini, rasa cemas yang semula mengancamnya kini hilang saat Imelda tak akan lagi bisa mengganggunya.

la melakukan banyak pekerjaan hari ini, seluruh pikiran dan energinya terkuras.

Hingga ketika istirahat tiba, ia tak tahan

untuk segera mengisi lagi energinya dengan banyak makanan.

"Anne!"

Dari belakang Alista memanggilnya sambil mempercepat langkah, "tunggu aku, Apa kau akan ke kantin kantor?"

"Ya," Anne mengangguk.

"Kalau begitu kita kesana bersama."

"Mari." Anne berjalan dengan Alista, tak ia sangka rekan-rekan lain di divisi itu pun ikut dengannya juga, mereka terlihat begitu akrab tak ada lagi perbandingan antara junior dan senior.

Mereka tampak seperti teman lama.

Mereka pun duduk dalam satu set kursi di depan sebuah meja persegi, memesan makanan juga menikmatinya.

Anne merasa senang karena ia bisa akrab dengan mereka.

Canda juga obrolan dari mereka menjadi yang paling riuh di antara kerumunan karyawan Montesano Corporation siang ini.

Namun dari ujung sana, Imelda terlihat memasuki kantin dengan raut penuh dendam.

Ketika melihat Anne akrab dengan teman-temannya, dia mengepalkan tangannya marena ia tak tahu kesalahan apa yang sudah iia lakukan sampai membuat ia di pindah ke bagian kebersihan.

Dia berjalan dengan tatapan kesal saat semua orang yang mengenalinya menatapnya mengejek ketika ia memakai seragam kebersihan dengan bau debu.

"Pasta satu porsi." pintanya pada seorang

penjual kantin yang tak jauh dari meja Anne, tangannya menggenggam satu kantung serbuk putih dengan erat.

Ketika mendengar suara yang tak asing itu satu meja pun berhenti bergurau dan melihat Imelda berdiri di depan stand.

Semua hanya diam, tak menatap iba, malah merasa puas seolah dendam lama mereka terbalas, "dulu dia suka semena-mena pada kita.

Menyuruh mengerjakan tugas lemburnya dan dia yang mendapat bonus tapi kini dia yang bergantian menderita." bisik salah satunya di meja Anne itu, dia adalah salah satu korban senioritas Imelda.

"Benar! Tapi siapa yang melapor pada tuan Viktor tentang tindakannya itu?" sahut yang lain begitu penasaran, "setahuku dia pasti tidak akan membiarkan orang yang mengadu itu akan hidup tenang.

Meski dia tak begitu memiliki kekuasaan tapi pamannya adalah gengster kota.

Anne menatap waspada bahkan kepalanya kini kaku karena tak berani menoleh, dalam kepalanya ia langsug memikirkan tiga anaknya, 'bagaimana dengan anak-anakku jika aku di bunuh mereka, siapa yang akan membelikan anakku susu. Sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk memberi tahu gigolo itu jika mereka anaknya, setidaknya mereka kelak tidak akan kesusahan.' batin Anne merasa konyol.

Aliista menatap Anne seolah ada kewaspadaan terhadapnya, "setahuku Imelda di turunkan jabatannya setelah dia memalak Anne malam itu, jadi ku rasa Anne langsung menggeleng, "tidak, aku mana berani mengadu pada tuan Viktor."

Alista menghela nafas mengetahui kepanikan itu, "tidak begitu maksudku Anne, jadi ku rasa dia memang sudah mengirim mata-mata untuk mengawasi, karena sebelum kamu masuk mengisi posisi itu ada enam karyawan yang resign dengan cepat setelah di palak dan di kerjai habis-habisan oleh Imelda." terang Alista yang tak bermaksud menakut-nakuti Anne sebelumnya.

Anne pun mengerjap sangat kaget, "en-enam orang." suaranya berbisik hampir sesak nafas.

"Hai bolehkan aku bergabung."

Ketika itu wajah Anne langsung kaku mendengar suara yang sangat familiar di

samping telinganya, dia tak berani menoleh ekor matanya melihat Imelda berdiri sambil membawa sepiring pasta. 'apakah dia mendengar pembicaraan kami tadi? mampus kau Anne.' batinnya.

"Iy-iya boleh ..." Anne pun mencoba tetap tenang dengan tersenyum tipis kepadanya.

Wanita itu membawa satu piring pasta di

tangan kiri dan jus strawberry di tangan

kanan, dia menatap licik ingin sekali menumpahkan makanan itu ke wajahnya, namun ia segera berbaik hati karena bukan itu tujuannya saat ini.

Anne menggeser kursinya, Imelda tampak akan duduk.

Dia baru akan menunduk ketika menawarkan pasta itu pada Anne.

"Anne pasta ini untukmu, tadi aku lupa

bilang jika tidak memakai daging karena aku sedang diet, tapi penjual memberinya daging jadi ini untukmu saja." katanya dengan nada ramah seolah hubungan mereka biasa saja.

Alista yang di sebelah Anne pun menyenggolnya lalu memberi petunjuk terima saja, dari pada dia marah, tapi tidak usah kamu mkan. 'bisiknya.

Anne kini bingung, ia bisa menerimanya

tapi bagaimana bisa tidak memakannya jika ia melakukan itu pasti akan menyinggung perasaan Imelda maka ujungnya akan sama saja.

Apa lagi Imelda sudah duduk di sebelahnya, dia pasti akan terus membujuknya.

"Terimakasih." Anne pun akhirnya menerima pasta itu.

Dan Imelda tersenyum.

"Kamu tidak makan?" Anne bertanya bermaksud untuk basa-basi dan mengulur waktu istirahat, dia fikir dengan mengobrol waktu akan cepat habis hingga ia tidak akan jadi makan pasta ini.

"Tidak, aku cukup minum jus ini saja." ujarnya.

"Bagaimana jika kita bagi dua saja, dagingnya aku singkirkan." ujar Anne tak

kehabisan akal.

Imelda tersenyum sinis medengarnya.

"Tidak usah, aku benar-benar tidak bisa makan daging karena aku punya kolesterol. Juga bisa kambuh jika hanya makan kuah dagingnya saja. Oh iya, kamu juga harus habiskan makanan itu jangan di buang-buang karena kini gaji yang aku dapat sudah tak banyak lagi, jadi aku perlu bersabar untuk mengumpulkan banyak uang apa lagi untuk membeli makanan enak seperti ini." terangnya dengan menjual cerita sedih ingin mengambil rasa iba Anne.

Begitupun gadis itu dia menatap ekspresi sedih Imelda, semuanya mengingatkan ia pada ketiga anaknya di mana ia juga bekerja keras untuk mendapatkan makanan untuk mereka sehingga ia pun tak pernah menyia-nyiakan makanan.

"Apa kamu takut aku sudah menaruh racun di makanan ini?" Imelda bertanya lalu terkekeh hangat, "tidak mungkin Anne, aku bukan orang pendendam, mungkin aku pernah merasa kesal tapi percayalah level ku tidak sampai ingin mencelakai orang." katanya meyakinkan Anne sepenuhnya.

Anne mulai yakin hingga membuat temannya pun sedikit cemas.

"Baiklah, baik." Anne meneguk minumannya, kebetulan sekali makanannya telah habis dan perutnya masih lapar.

Hingga ia tak mau menyiakan makanan ini, ia sudah bekerja cukup keras hingga perlu banyak makan fikirnya.

la pun mengaduk pasta itu tanpa ragu lalu melilit dengan garpunya, dan membawa garpu itu ke mulutnya yang terbuka.

Imelda tersenyum puas melihatnya ketika merasa Anne sangat mudah dia pengaruhi.

Pasta itu sudah masuk ke dalam mulutnya. Lalu ia kunyah, dan sebentar lagi akan ia telan.

Brugh!

Namun tiba-tiba seseorang dari belakang

menabrak punggungnya hingga ia memuntahkan pasta itu secara spontan ke wajah Imelda.

Anne tercengang menatap wajah Imelda

berlumur pasta.

Semua rekan yang ada di meja itu pun tertawa, tak hanya teman di mejanya saja tapi juga semua pengunjung kantin siang itu.

"Ups! Sorry. aku tidak sengaja, tadi ada

yang menabrakku." Anne menutup mulutnya bersalah.

Sementara Imelda menggeram kesal.

Dia menatapnya seperti singa betina yang ingin menerkamnya.

Anne menoleh ke belakang ingin melihat

siapa orang yang sudah menyelamatkannya, ketika itu dia melihat punggung tegap Viktor menjauh dengan ponsel di telinga, di iringi beberapa anak buah di belakangnya, ia menatap dengan mulut terbuka tak percaya, apakah tuan Viktor yang baru saja menyelamatkanku?' batinnya.

Imelda menatap dengan emosi meledak-ledak, saat lirikan mata Anne tertuju pada Viktor wanita itu langsung terhenyak.

Imelda langsung menyeka wajahnya dengan tisu dan pergi dari sana untuk

menyembunyikan wajah malunya dari tertawaan orang-orang.

Ketika masih dalam kekagetan itu, Alista pun berteriak. "Anne cepat kumur-kumur,

makanan itu ada racunnya."

Anne pun cemas, ketika itu dia langsung

bangkit dan berlari menuju toilet.

Makanan itu belum sempat tertelan hingga ia masih bisa melakukan pencegahan.

"Dasar wanita bodoh!" umpat Viktor menatap Anne berlari terbirit-birit, sambil berjalan dengan telepon yang masih menempel di telinga, ketika itu ia langsung menyimpan ponselnya dan membuat Vin sadar bahwa bosnya hanya sedang membuat panggilan palsu.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!