***
Sebuah pernikahan kontrak dijalani oleh Nathan Richard Alexander dan Sheira Partridge selama 3 tahun yang seharusnya berjalan tanpa adanya cinta, namun waktu dan keadaan tidak pernah bisa menangkal bahwa kedua insan tersebut merasakan sebuah kenyamanan yang tidak biasa, ditambah masa lalu Sheira yang datang secara tiba-tiba.
Apakah Nathan dan Sheira akan terus melanjutkan kontrak pernikahan itu? ataukah mereka berdua bisa saling jatuh cinta ke permainan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secret Ladies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
"Loh dokter Nathan? kok enggak liburan bersama istri?" Kejut Aldo.
Nathan yang memang pura-pura bilang ke Sheira kalau ada pasien Urgent, sebenarnya ia sedang menahan sesuatu didalam dirinya yang tidak biasa jika terus-terusan berada di dekat Sheira.
Nathan menatap Aldo datar, "apa benar aku tidak ada jadwal operasi?"
"Tentu tidak ada dok, karena anda baru saja habis menikah kemarin." Jelas Aldo.
Aldo kembali ke versi teman Nathan, "Lo kenapa? ada masalah sama istri? atau istri lo udah kecapekan buat debay nya?"
Nathan melempar pulpen ke arah Aldo, "Engga usah ngawur."
Aldo yang hanya tertawa lalu kembali ke ruangannya tepat berada di samping ruangan Nathan.
Nathan kembali tenggeleman di dalam pikirannya, harusnya ia bersantai dan bermalas-malasan di mansionnya. Sangat jarang sekali ia mendapat liburan atau cuti, karena statusnya adalah Dokter bedah jantung dan juga Nathan mengelola dua Rumah Sakit besar miliknya hasil kerja dan tabungannya waktu masa-masa SMA.
Terdengar dering telepon dari ponsel milik Nathan, tertera nama 'Sandra' disana.
"Halo?" Jawab Nathan datar.
"Brengsek kamu Nathan! kenapa kamu nikah tidak mengabari aku!?" Teriak marah seorang wanita diseberang sana.
"Maaf, Aku juga tidak berminat mengundangmu." Balas Nathan datar.
Terdengar helaan nafas wanita itu, Sandra. Ia adalah teman kecil Nathan, sekaligus tetangganya. Sandra sangat menyukai Nathan, bahkan rela melakukan apa saja. Tetapi Nathan selalu menolaknya, sampai satu kesalahan fatal yang dibuat oleh Sandra, membuat Nathan sangat-sangat membencinya. Dan membuat kesepakatan bahwa tidak ada hubungan apapun diantara mereka, hanya hubungan sebagai rekan kerja karena sesama dokter.
"Kamu masih membenciku? aku kan hanya ingin minta kamu mengundangku karena aku teman kerjamu sesama dokter." Ucap Sandra lesu.
"Tidak perlu." Nathan langsung mematikan sambungannya.
Setelah itu, Nathan memutuskan untuk kembali ke mansion, ia sebenarnya tidak tega dengan Sheira yang baru saja sah kemarin menjadi istrinya tetapi sudah ditinggal olehnya, suami macam apa dia?
Sesampai si basement parkir, Nathan megemudikan mobilnya menuju mansion. Betapa ramainya jalanan dihari minggu, yang biasanya
selalu ia lihat setiap hari minggunya. Karena prioritas pasiennya tidak pernah memandang waktu dan keadaan.
Mansion XXX
Sheira yang sedang tertawa cekikikan melihat film movie yang ia setel di tv besar diruang keluarga, membuat pembantu rumah tangganya ikut tertawa melihat majikannya yang kalau sudah tertawa lumayan menularkan.
"Ada nenek lampir ternyata." Ucap seseorang yang sudah menatap istrinya yang sangat menggelikan.
Sheira yang merasa ada yang menyindirnya dirinya akhirnya mengeluarkan jurus jahilnya, "Bi!' Panggil Sheira pada Wati sang pembantu rumah tangga.
"iya nyonya?" Jawab Wati.
"Perasaan tadi aku sendirian, kok kaya ada yang ngomong. Hiks serem banget bi." Ucap Sheira sambil memperagakan orang merinding.
Nathan yang tidak terima dirinya dibilang makhluk halus mengambil bantal sofa dan melemparkan ke arah kepala Sheira.
"Aduh," ringis Sheira, "Loh ada suami tercinta ternyata." Sheira menunjukkan cengiran giginya yang rapih.
(Ini visualnya Sheira ya, cantik banget kan? gimana si Nathan engga klepek klepek coba?)
Nathan yang biasa nya tidak memperdulikan orang yang menggodanya kini bisa-bisanya ia melemparkan bantal ke arah kepala Sheira, Ada apa dengan Nathan?
"Suami tercinta? sebutan macam apa itu?" Tanya Nathan datar.
"apa kamu tidak mau aku panggil kaya gitu? terus mau dipanggil apa? honey? atau baby boy?" Goda Sheira.
"Hentikan omong kosong kamu itu." Ucap Nathan seraya mendudukan tubuhnya di sofa.
Sheira yang merasa penasaran kenapa suaminya itu pulang tiba-tiba, "kok pulang? bukannya tadi kata kamu ada pasien urgent?"
Nathan mengambil remot tv yang ada ditangan Sheira dan mengganti chanel berita, "Sudah selesai." Jawabnya.
"Ih kok diganti! itu kan lagi seru mr.es!" Sinis Sheira sambil memajukan bibirnya.
"kamu itu harus sering-sering menonton berita." Balas Nathan.
Sheira yang merasa sangat kesal akhirnya mengambil ponselnya yang berada di meja, namun ponselnya langsung di rampas oleh Nathan.
"Tidak boleh main ponsel, tonton berita." Ucap Nathan cepat.
Sheia kembali menatap suaminya yang merusak moodnya, "Apa-apaan! kembalikan ponselku mr.es!"
Nathan memasukan ponsel Sheia ke dalam saku celananya "Tidak, Berita ini bagus untukmu."
Sheira tidak mau kalah, dia tetap kekeh untuk mengambil ponselnya di sakut milik Nathan. Namun...
Sheira berhenti, karena tidak sengaja memegang sesuatu benda yang sangat keras dibagian celana Nathan. "Oh tidak, apa yang barusan aku lakukan? kenapa aku harus salah sasaran?" Gumam Sheira dalam hati dan Reflek Sheira kembali menjauhi Nathan.
Nathan yang melihat pipi Sheira bersemu merah, hanya tersenyum simpul. "Sial, si junior bereaksi berlebihan." Gumam Nathan dalam hati.
Mereka berdua merasakan hal panas, tak terkecuali Nathan yang berusaha menahan gairahnya jika berada di dekat Sheira. Dia adalah pria normal, dan Sheira adalah istri sahnya walau ini hanya sebatas pernikahan kontrak.
Karena kedua pasangan ini gugup, akhirnya Nathan berdiri dari sofa dan kembali memberikan ponsel milik Sheira.
"Jangan pernah memancingku lagi." Ucap Nathan singkat dan datar lalu pergi ke arah kamar mereka.
Sheira yang sadar dengan ucapan Nathan, karena memang ia tidak sepolos yang Nathan kira, "Kenapa aku bisa salah pegang sih? lagian dia duluan yang menjahiliku!" Gumam Sheira.
Tak lama terdengar deringan ponsel Sheira dan munculah Nama Deya disana.
"Halo? kenapa?" Tanya Sheira.
"Wih santai kalem, gimana semalem? lancar servis nya?" Ledek Deya.
"Kalau engga ada yang penting gue tutup." Balas Sheira sinis.
"Ampun! maaf mengganggu liburan berdua bersama suami, tapi ini benar-benar penting." Ucap Deya.
Sheira menghela nafas, "Iya kenapa?"
Deya yang sebenarnya tidak ingin bilang, tetapi karena ini harus supaya Sheira bisa menghindari lelaki itu, "Jovi sudah kembali ke New york"
Ingin rasanya Sheira mencabut jantung nya setelah mendengar bahwa cinta pertama nya kembali ke New York.
...***...
untuk belajar bareng .
kalau kalau bersedia follow me maka kalian akan dapat undangan
thank you all