Kita cerai saja, Mas."
Kanaya bangun di rumah sakit dengan kepala diperban, perut yang
membawa tiga bayi, dan satu pengetahuan dingin di hatinya: di kehidupan
lain, dia mati saat melahirkan, sementara suaminya — Letkol Arsen
Pradipta Wijaya — terjebak pernikahan kontrak dengan wanita yang
menghancurkan keluarganya.
Kali ini Kanaya tidak akan menangis. Tidak akan menunggu. Tidak akan
membiarkan Yara, "sahabat keluarga" Mas Arsen, mendekat sedikit pun.
Dia akan cerai gugat, mengambil semua tabungan suaminya sebagai
kompensasi, dan membuka Manis Hati Bakery di Bekasi. Dia akan
membesarkan ketiga bayinya sendirian — dan kali ini, dia bersumpah:
tidak ada satupun anaknya yang akan mati.
Tapi takdir tidak semudah itu.
Anak sulungnya, Adrian, ternyata juga ingat kehidupan sebelumnya —
dengan dua kepribadian yang siap menggorok siapapun yang mengancam
keluarganya. Suaminya yang dingin ternyata menyimpan rahasia darah
priyayi konglomerat Jakarta. Dan Yara... Yara bukan sekadar wanita
ambisius. Dia adalah "Yako", agen rahasia organisasi peninggalan
kolonial yang sudah membunuh ibu mertua Kanaya tiga puluh tahun lalu.
Saat Letkol Arsen pulang dari misi penyamaran empat tahun, dia mendapati
istrinya sudah menjadi pemilik bakery sukses, dengan tiga anak luar
biasa dan satu pria lain yang setia mendampingi.
"Sayang, beri aku satu kesempatan lagi. Aku mohon."
Kanaya hanya tertawa pelan.
"Mas, kali ini aku tidak butuh kesempatanmu. Kau yang harus mendapatkan
kepercayaanku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selamat Tinggal, Letkol Arsen Komentar