"Calista kenapa sayang..."gumam Mona sambil terus menangis dan merengkuh tubuh putrinya yang lemah tak berdaya.
Segera Aeron mengangkat tubuh putrinya, membawanya ke kamar yang berada di lantai bawah dengan di bantu oleh
"Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja.." ujar Aeron menangkan istrinya.
"Jangan panik, kamu telpon dokter untuk memeriksa Calista ya.."perintah Aeron yang segera di angguki oleh Mona. Dengan tangan gemetar penuh rasa takut Mona mengambil gagang telpon, melihat hal itu Aeron segera mengambil alih gagang telpon dan menelpon dokter.
"Ya hallo Dokter Margareth, tolong segera kesini putri saya pingsan.."perintah Aeron dalam telponnya.
"...."
"Baik Dok... Terimakasih.." ujar Aeron sambil meletakkan kembali gagang telponnya.
Mona menatap Aeron dengan sendu, rasa takut mulai mulai menjalar pada hatinya, sedari tadi Mona terus terisak, segera Aeron mendekap tubuh istrinya membawanya ke dalam pelukannya.
Di tempat tidur tampak Calista yang berbaring dengan wajah yang pucat pasi, pelayan tampak sibuk mencoba membangunkan Calista dengan memberikan minyak kayu putih pada hidungnya, tak lama Calista mengerjapkan matanya, bersamaan dengan Dokter Margareth yang tiba dengan di antar masuk oleh pembantu di rumah itu.
"Sayang.."Mona segera menghampiri Calista dengan rasa pilu.
"Kamu kenapa nak.."sambungnya.
"Biarkan Dokter yang memeriksa Calista lebih dulu, Bu.."ujar Aeron.
Calista melirik ke arah Dokter Margerth, sedetik kemudian ia terkejut, rasa khawatir mulai membuncah dalam hatinya, bagaimana jika kedua orang tuanya tau keadaan dirinya sebenarnya.
Bergegas Dokter Margareth berjalan mendekat memasang infus pada Calista, lalu ia mulai berjalan memeriksa Calista.
"Dokter, ku mohon jangan katakan apapun tentang penyakitku.."lirih Calista dengan nada memohon, beruntung Mona sudah menyingkir jadi ia tak mendengar permohonan Calista pada dokternya.
"Tapi Nona..."
"Saya mohon, saya akan memberi tahunya sendiri, tapi tidak sekarang.."sambungnya masih dengan nada b…
Balada DENDAM Dan CINTA
Keterkejutan Darren
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 128 Episodes
Comments
susi lufia
ampe nangis thir bacanya
2021-10-24
0
🌷Tuti Komalasari🌷
ya Allah gustiii... sedihnya ga kuat bacanya, istri hamil masih aja Daren dendam nya ga berhenti...😭😭😭
2021-09-13
0
Yunita Poetra Daus Pratama
Nyesekkk bnget Aq Bacanya Nggk Tega Liat Calista DiPerlakukan kyak gitu oleh Suaminya😭😭😭😭😭
2021-09-12
1