Darren mengetuk pintu rumah dua lantai sahabatnya itu dengan kerasa dan tak henti, dengan perasaan hancur dan kalut, membuat Jona yang tengah tertidur lelap mengumpat kesal, ia merasa terganggu namun tak urung ia pun beranjak dari tempat tidurnya.
Ceklek.. pintu terbuka, sosok pria jangkung itu keluar, matanya terkejut mendapati penampilan sahabatnya yang begitu kacau, berantakan, tak lupa wajah babak belur memar, mata memerah terlihat jelas Darren habis menangis. Makian dan umpatan yang hendak lontarkan seketika lenyap begitu saja, kini berganti dengan perasaan iba.
"Darren, masuklah.."ucap Jona, ia membuka pintu rumahnya dengan lebar, tanpa menjawab ucapan sahabatnya, Darren melenggang masuk dan langsung mendudukan dirinya di sofa. Ia menutup wajahnya, bahunya terguncang ia kembali menangis.
"Ada apa Darren ? kau kenapa...?" tanya Jona dengan perasaan khawatir.
"Aku harus gimana, Jona..."ujar Darren dengan suara parau.
"Apa yang terjadi. Ceritakan padaku, ada masalah apa. Kenapa kau bisa terlihat hancur seperti ini.."Jona kembali mencecar sahabatnya itu dengan banyaknya pertanyaan. Ia merasa khawatir, takut apa yang ia duga benar terjadi pada sahabatnya itu.
"Aku,... Aku udah nyakitin istriku, dan sekarang aku juga udah di usir dari rumah mertuaku. Ayah mertuaku tidak lagi mengijinkanku untuk bertemu istriku. Aku harus apa Jona ? istriku tengah mengandung buah hatiku. Aku tidak sanggup pisah darinya.."seru Darren dengan frustasi.
Jona hanya diam mematung, karena saat Darren tau akan kebenaran yang sebenarnya dia pasti akan lebih hancur dari ini. Namun sebagai seorang sahabat ia tetap harus mengatakan kebenaran yang sebenarnya.
Jona berlalu ke dapur, mengambil segelas air putih lalu memberikannya pada Darren.
"Minumlah, agar kamu lebih tenang..."ujar Jona.
Sepuluh menit kemudian, saat di rasa sudah tenang, Darren mulai menceritakan rentetan kejadian yang terjadi. Jona terdiam dan mendengarkannya dengan seksama.
"Aku harus gimana,...?"tanya Darren lagi, membuat Jona…
Balada DENDAM Dan CINTA
Ketika kebenaran terungkap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 128 Episodes
Comments
Khusnul Khotimah
😭😭😭😭😭
2021-11-07
0
Yunita Poetra Daus Pratama
Smuanya Bru Sadar Klo Calista nggk Bersalah😭😭😭😭😭,,,Habis Gelap Terbitlah Terang untuk Calista,Penderutaannya Sudh Berakhir dan Yg Dtang Kebahagiaan MenantiMu Calista😍😍😍😍
2021-09-13
1
🌷Tuti Komalasari🌷
rasakan kamu Daren menyesal menyesal deh karena sekarang semua nya sudah terungkap, makan dendam mu itu...😠😠😠😠😠
2021-09-13
3