Duduk terdiam di depan bangku rumah sakit seorang diri, Darren terus mengusap wajahnya yang berderai air mata. Tak kuat untuk merasakan hal ini, enggan untuk menerimanya.
Ya Tuhan, kenapa kau sekejam ini, gumamnya seakan ia tengah menyalahkan takdir.
Inilah waktu titik terendahnya, tidak cukupkah ia telah mangambil kedua orang tuanya, lalu Breana calon istrinya. Kemudian di saat ia sudah menerima Calista dengan segenap jiwa dan raganya, kenapa pula dia berikan sebuah penyakit yang luar biasa, untuk derita istrinya.
Apa aku tak pantas bahagia.
Kata demi kata putus asa terus terucap dalam bibirnya. Bagaimana ia harus mengambil keputusan, jika ia membiarkan istrinya terus mengandung akan membahayakan dirinya. Tapi jika tidak?
"Aaaa...."
"Aku takkan sanggup untuk kehilangan istriku. Kenapa tidak kau hukum aku saja Tuhan. Akulah pria pendosa itu, bukan istriku.."
••
"Calista kau mau kemana sayang...?"Bibi Nancy bertanya dengan khawatir saat melihat Calista tengah mencoba menurunkan kedua kakinya dari ranjang.
Gugup, itulah yang kini Calista rasa, ia memeluk perutnya dengan erar lalu menggelengkan kepalanya dengan takut, teringat akan ucapan suaminya 'kau harus melakukan pengobatan' kalimat itu terus terngiang dalam otaknya.
"Calista..."
"Jangan mendekat,..."jerita Calista ia beringsut takut.
"Nak, ini bibi sayang..."
Calista menggelengkan kepalanya menutup telinga terkadang memeluk perutnya, "aku takkan mau membunuh anakku. Tidakkk..."
Bibi Nancy menghentikkan langkahnya, menatap Calista pilu.
"Kalian jahat! Aku takkan biarkan kalian membunuh anakku.."teriaknya sekali lagi.
Krek.. pintu kembali terbuka Meysa, Bram, dan Randy datang mendekat.
"Pergi kalian, aku mohon jangan bunuh bayiku.."teriak Calista terdengar frustasi.
Mereka menatap Nancy dengan tanya, pada akhirnya Bram berfgegas keluar memanggil dokter, juga Darren.
••
Dokter dan perawat datang tergesa-gesa, di susul Darren yang masuk dengan perasaan emas.
"Tolong jangan buat pasien tertekan dan stres, ini akan…
Balada DENDAM Dan CINTA
Berjanjilah, ku mohon
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 128 Episodes
Comments
Rini Haryati
sembuh ya calista
ceritany sedih bgt dan sesek thor
2023-01-08
1
Nani Wismarini
dipart2 ini ceritanya menguras air mata😭😭
2022-07-20
1
Nadine94
nyesek bener
2021-10-21
0