"Aku benar benar melihatmu, merasakan sentuhan tanganmu meski kau tak dapat kusentuh. Dagumu, tatapan sendu itu, yang selalu kau perlihatkan padaku. Mungkin Tuhan sudah mempersiapkan pertemuan kita, meski kau orang yang berbeda. Itu sebabnya, aku tidak pernah mengubah apapun di kamar kita. Rava, aku benar benar kehilanganmu untuk selama lamanya." Gumam Bintang dalam hati.
"Ibu..." sapa Alana, menggenggam erat tangan Bintang. Sementara Quenby dan Avram, hanya berdiri mematung di sudut ruangan memperhatikan Bintang dan Alana. Viona sendiri, duduk di kursi menangkup wajahnya.
"Rava..kalau bukan karena Alana dan Viona. Mungkin aku sudah menyusulmu." Ucap Bintang dalam hati, menatap langit langit kamar.
Terlalu sendu, rindu saat bersama seperti waktu dulu. Namun semuanya hanyalah tinggal kenangan. Andai waktu bisa di putar, andai masih ada kesempatan.
"Sayang, jangan kau pergi jauh dari sisiku. Jika kau mau, aku sanggup menghadapi apapun asal kau masih di sini."
"Ibu!!" pekik Alana mengguncang lengan Bintang. "Jangan seperti ini, bu!!" ucap Alana kesal.
Quenby dan Avram menghampiri Alana, lalu menarik tangannya supaya berdiri.
"Tenanglah sayang." Kata Quenby menenangkan.
"Apa oma? tenang? bagaimana aku bisa tenang kalau melihat ibu seperti ini lagi!" balas Alana.
"Alana!" seru Viona, berdiri lalu menghampiri Alana. "Jaga bicaramu."
"Kakak, berapa tahun ibu diam membisu? betapa tahun ibu hanya duduk di kursi? apa ibu tahu saat aku menangis? apa ibu tahu saat aku terjatuh? tidak kak!" protes Alana. "Aku senang bisa melihat ibu sembuh seperti semula, tapi nyatanya apa?!" Alana menoleh ke arah Bintang yang mencoba untuk bangun.
"Ibu hanya memikirkan ayah dan perasaannya saja, ibu tidak perduli denganku." Ucap Alana, nada suaranya menurun.
"Alana. Kau bicara apa?" tanya Avram.
"Harusnya ibu sadar, ayah sudah tiada! jika om Raiden serupa dengan ayah. Bukan berarti semua orang di anggap ayah!" Alana menurunkan tangan Quenby dari bahunya, lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan…
Sweet Revenge
Dia bukan suamiku.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments
Neng ajja
😯😯😯😯😯
2022-01-05
0
Neng ajja
sad
2022-01-05
0
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
Sakitt😢😭
2021-11-29
1