"Kantor Polisi?" kedua alis Bintang bertaut, menatap halaman kantor Polisi. "Ada apa kau, membawaku kesini?" tanya Bintang menoleh ke arah Bimo.
"Ikuti saja aku." Bimo mengangguk, lalu berrjalan mendahului Bintang memasuki kantor Polisi.
"Selamat siang, Pak." Bimo mengulurkan tangan, menjabat erat salah satu anggota kepolisian dari Hongkong.
"Selamat siang pak Bimo." Alan membalas jabat tangan Bimo, lalu beralih menjabat tangan Bintang. "Apa kabar, Nyonya."
"Kabar baik." Sahut Bintang.
"Mari, ikut saya." Alan, mempersilahkan Bimo dan Bintang. Kemudian, mereka berjalan bersama menuju ruangan lain.
Di dalam ruangan, sudah ada anggota Polisi lain yang sudah menunggu.
"Siang pak!" Bimo dan Alan menyapa Suryo, lalu menjabat tangannya, bergantian.
"Silahkan duduk." Suryo mempersilahkan Bimo dan Bintang, duduk di kursi.
"Maaf, aku masih belum mengerti. Kenapa aku di bawa ke sini?" tanya Bintang, menatap satu persatu kedua anggota Polisi tersebut.
Suryo berdehem sesaat, lalu menoleh ke arah Alan yang mengambil dokumen di dalam laci meja, kemudian di letakkan di atas meja. Satu persatu foto di dalam dokumen tersebut, di letakkan di atas meja.
"Kami minta kerjasama nyonya, untuk mengenali beberapa orang yang ada di dalam foto ini." Jelas Alan, melirik sesaat ke arah Bintang.
Bintang menundukkan kepalanya, menyeret satu persatu foto yang berjajar rapi. Kedua alisnya bertaut memperhatikan foto yang berserakan yang ada di atas meja.
"Aku mengenali mereka semua." Bintang tengadahkan wajahnya menatap Alan, lalu menundukkan kepalanya lagi. "Paman Livian, Mr J, dan ini salah satu ayah dari kedua putranya yang mati dan tuduhan di timpakan pada suamiku." Ungkap Bintang.
"Anda benar, nyonya." Timpal Alan. "Saat ini, mereka bekerjasama menjadi satu komplotan dan menduduki peran penting di perusahaan milik Yong Ma."
"Apa? itu tidak mungkin." Bantah Bintang.
"Apakah anda, mengenal wanita ini?" tunjuk Alan pada salah satu foto yang berada di posisi paling bawah.
"Aku tidak tahu, aku baru m…
Sweet Revenge
Kerjasamalah!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments
Herni
astaga elena, livian muncul lg gmana bisa, gmana lagi ceritanya thor...
knp yg sdh dianggap mati bs hdp lg, bknnya dl elena dah minta maaf ya knp jd dendam lg dan mau merebut perusahaan segala
2021-12-13
1
Unyu Unyu 😍
thor kau mengejutkankuuuu 😱
2021-12-11
3
Syarifullah Ellang Maulana
waduh yakuasa aja bisa takut yakk, cemungut thor 😊
2021-12-11
0