Pamella kembali mengernyit ketika wajah cantik sang Puteri terlihat murung.
“Ada apa elvareta?” tanya Pamella khawatir.
Elvareta pun menggelengkan kepalanya pelan, lalu ia menatap mata hijau Pamella.
“Tidak apa-apa kak, hanya saja ... aku tidak suka kakak laki-laki ku bertindak kasar seperti itu.”
Pamella pun mengangguk mengerti, sepertinya ia tahu bagaimana perasaan elvareta.
“Bagaimana kalau kita tanya ke ren saja? Barangkali dia tahu kenapa yang mulia bertindak demikian,” usul pamella ketika mengingat ren yang selalu mengikuti kaisar.
“Aku sudah bertanya padanya kak, tapi ... ren seolah bungkam atas segalanya, ia seolah tak ingin ikut campur, padahal aku hanya memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi,” balas elvareta mulai merasakan pening di kepala cantiknya.
“Kau perlu bantuan?”
Pertanyaan ramah itu membuat elvareta serta Pamella menoleh, elvareta mengangkat alisnya bingung ketika netra matanya menangkap sosok lelaki ramah yang tak ia kenali.
Nyatanya, lelaki di sekelilingnya hanya berwajah datar seperti kaisar dan George ah ya pengecualian untuk ren.
“Maaf, anda siapa?” tanya elvareta, beruntung saja ia baru saja selesai melakukan pengadilan bersama kaisar (lagi) jadi ia masih memakai cadarnya.
Sepertinya ia harus memakai cadar ini senantiasa.
“Ah maaf atas ketidak sopanan hamba terhadap tuan Puteri, kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha,” ujar orang itu.
Elvareta menahan decihannya, dilihat darimana pun orang itu bangsawan namun etikanya kurang.
Dari ucapannya ia memperdulikan kesopanan yang termasuk dalam golongan etika, tapi ... dia bahkan tidak menjawab pertanyaan elvareta.
Padahal jawaban yang diinginkan oleh elvareta harusnya disampaikan terlebih dahulu, baru dia bisa memberikan salam.
Pamella sendiri nyaris ingin memukul kepala pria itu, hanya saja ia masih mempertahankan keanggunannya.
“Astaga, hamba tidak sopan lagi ... perkenalkan hamba adalah Hery Morgen tuan puteri,” ucap Hery memperkenalkan dirinya.
‘Telat!’ batin elvareta mengg…
Puteri Bungsu Sang Duke
37. Ternyata begitu ya (REVISI)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments