Pamella sendiri tengah meringkuk di bawah kasurnya, matanya menatap liar kemana-mana. Apakah dia harus keluar dan membantu pasukan istana?.
Memang, kekuatan bela diri Pamella tidak seberapa, namun setidaknya ia membantu bukannya berdiam ketakutan begini padahal dia memiliki kemampuan kan? Apalagi, Pamella itu masih berstatus permaisuri, ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi negeri alpensha ini.
Dengan tekad dan nekat yang penuh Pamella merangkak perlahan untuk keluar dari bawah kasurnya.
Ia langsung berdiri merenggangkan ototnya, mencari beberapa senjata yang bisa ia gunakan untuk melawan para penjahat. Tanpa dirinya ketahui bahwa pemimpin penjahat itu merupakan orang yang selalu mengganggunya.
Tangan kecil Pamella meraih tongkat, guci dan beberapa batu hasil dirinya yang gabut beberapa hari sebelum dirinya dan kaisar menikah.
Dengan ambigunya Pamella juga menyimpan batuan itu di kamarnya, ‘Tak kusangka kegabutan diriku bisa bermanfaat! Terima kasih naluri’ batin Pamella dengan senyuman tipis yang tersungging di wajahnya.
Pamella mengikat batu yang diisikan di dalam kantung pada pinggangnya, kebetulan dirinya memakai sabuk untuk gaun kemarin.
Guci itu ia letakkan di belakang sementara tangannya memegang tongkat, mata Pamella menatap pintu dengan nyalang.
Pamella meraih gagang pintu lalu menghembuskan nafasnya pelan, setelah memantapkan hati ia membuka pintunya dan.. segerombol pasukan sihir menyambutnya.
Itu seperti pasukan kekaisaran biasa, hanya saja Hery membuatnya dengan sihir.
Pamella memegang erat tongkatnya ketika mereka mulai mendekat.
“Huh mainnya keroyokan!.”
BUK BUK TRAK
Dengan melawan segala ketakutannya Pamella pun memukul bagian-bagian vital di tubuh musuhnya tanpa tahu bahwa musuh tersebut dibuat dengan sihir.
“Dan terakhir!” Pamella langsung memukul kepala si musuh dengan tongkat.
Dan...
TYAR
Mata Pamella melebar ketika mendapati bahwa musuhnya kini buyar menjadi butiran-butiran hitam.
‘Sihir?!’ batin Pamella kebingungan.
***
“DIMANA PERMAISURI…
Puteri Bungsu Sang Duke
81. Tidak ada yang tau tentang masa depan (Pamella selamat atau tidak?.)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments