Sama halnya saat pertama kali membaca pesan dari Rena yang menyatakan papanya meninggal, kini reaksi yang sama pun kembali terjadi pada Nio, ia sedang tidak habis berlari, namun ketika membaca surat wasiat itu, entah kenapa jadi membuat nafasnya jadi begitu ngos-ngosan.
Seakan merasakan sesak pada dadanya yang teramat sangat menyiksa, Nio lagi-lagi merasa jika tangannya kembali gemetaran hingga lembaran kertas yang kala itu tengah ia pegang, gugur begitu saja ke lantai.
"Apa lagi ini??" Gumamnya lirih yang masih sulit percaya dengan apa yang baru saja ia baca.
"Apa lagi ini??? Apa lagi?!!!" Pekiknya yang kembali terduduk lesu di sisi ranjang sembari menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangannya.
"Kenapa??? Kenapa orang-orang ini selalu mempermainkan aku? Kenapa??!!!" Nio terus memekik keras seolah benar-benar tidak terima dengan fakta yang baru saja ia ketahui.
"Kenapa baru sekarang?? Kenapa? Bahkan seumur hidupku, aku tidak akan mengetahui dimana makam orang tua asliku??"
Nio kembali meneteskan air matanya, lagi-lagi ia pun jadi sangat merasa frustasi karena fakta yang sangat mengejutkan ini.
Setelah merasa jika dirinya mulai sedikit bisa mengontrol diri, Nio akhirnya kembali keluar dari kamarnya, ia terus melangkah cepat untuk menghampiri bi Inah dengan memasang wajahnya yang datar.
"Mas Nio, ada apa?" Tanya bi Inah sembari tersenyum tipis.
"Bi, jujur saja, apa bibi mengetahui hal ini?" Tanya Nio sembari menyerahkan surat wasiat itu pada bi Inah.
Bi Inah dengan tatapan bingung pun segera meraih surat itu dan mulai membacanya hingga seketika mendadak raut wajah bi Inah mulai terlihat berubah.
"Raut wajah bibi seketika berubah, apa itu artinya bibi pun tau hal itu?" Tanya Nio lagi, masih dengan raut wajah datarnya.
Bi Inah pun perlahan mulai menundukkan kepalanya, dan mulai mengangguk pelan.
"Jadi bibi tau??!" Tanya Nio lagi seolah lebih ingin memperjelas.
"Iya mas, bibi tau."
Nio pun lagi-lagi mendengus pelan, sembari sekali lagi mengusap kasar waj…
Kecanduan Ibu Tiri
Kehancuran bertubi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 140 Episodes
Comments
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat Kaka othor....pasti ada kesalahan teknis...mohon bersabar 🙏🙏🙏
2023-01-13
1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2023-01-10
1
Rohmat Setia1
error mulu gmana sih thor ?
2023-01-10
1