Hanya terjadi beberapa detik saja, akhirnya Nio melepaskan kembali bibir mereka yang sebelumnya saling bertautan, lalu kembali menatap kedua mata Rena dengan begitu lekat sembari membelai lembut pipinya.
"Tapi,,,, apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu barusan?" Tanya Rena dengan suara pelan.
"Ya, tentu saja! Apa kamu meragukannya?"
"Tidak, hanya saja sejak tadi kamu terlihat ragu,"
"Bukan ragu, aku hanya belum siap dengan penolakanmu lagi. Beberapa bulan belakangan ini aku sudah melalui hidup yang sangat berat, dan jika kali ini kamu kembali menolakku, maka aku tidak tau akan jadi apa aku setelahnya, itulah yang aku takutkan." Jelas Nio sembari terus membelai lembut pipi Rena.
"Tapi ku lihat sejauh ini kamu masih baik-baik saja tanpa aku, bahkan sekarang sikapmu jauh terlihat lebih tenang dari sebelumnya dan tidak gampang marah."
"Ya, aku banyak belajar dari semua masalah hidup yang ku hadapi," Jawab Nio sembari tersenyum.
"Aku pikir kamu benar-benar sudah melupakanku, apalagi saat kamu berpura-pura tidak mengenalku di depan Zayden, hatiku cukup merasa sakit saat itu."
"Bukankah aku sudah mengatakan alasan kenapa aku melakukan hal itu?!"
"Hehhee iya, dan sekarang aku senang." Rena pun semakin mengembangkan senyumannya.
Hal itu tentu saja membuat wajahnya jauh terlihat lebih manis, hingga membuat Nio semakin tak kuasa menahan gejolak asmara yang seolah kembali berapi-api. Nio pun perlahan ingin kembali mencium Rena, dan Rena yang menyadari hal itu, tentu saja tidak mungkin menolaknya.
Namun sayang, seketika Nio harus mengurungkan Niatnya kala mendengar ponselnya berdering. Nio pun bergegas meraih ponsel yang berada di dalam saku di balik jasnya.
"Sorry." Ucapnya pelan saat harus menghentikan aksi yang sebenarnya telah dinantikan oleh Rena.
Rena yang pada dasarnya memang sudah cukup mabuk, seketika memasang raut wajah masam kala itu,
"Owh, ini dari Anya." Ucap Nio ketika melihat nama Anya terpajang jelas di layar ponselnya,
"Anya??" Rena pun mulai nampak mengerutk…
Kecanduan Ibu Tiri
Dua pilihan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 140 Episodes
Comments
M.azril maulana
ya lah harus nikah biar lebih bebas 😄
2023-01-26
1
Sri Rahayu
ahh panas panas
2023-01-26
1
endang pujiati
lanjut thor
2023-01-26
1