Saya duduk dengan kaki yang menjulur ke bawah di atas meja dari batu besar. Kini saya berada di sebuah ruangan pribadi, yang menjadi hunian saya kini.
Tuan Arnold akhirnya memberikan saya tempat tinggal, sebuah ruangan gelap, berbau kayu lapuk dan juga rumput basah. Tentu saja ini sebenarnya hutan, tapi dengan visual yang sengaja di buat sesuai halusinasi mereka.
Ada sebuah tempat tidur dari peti, dan itu cukup membuat saya bergidik. Sebuah jendela tua dengan tirai usang dan sobek, yang melayang halus di sudut ruangan.
Sebuah batu dan meja yang terbuat dari kayu yang di tangkup. Ruangan ini lebih terlihat seperti tempat kediaman orang asing, atau hantu sejenis vampire yang ada di film-film.
Saya sebagai kuntilanak, hanya menginginkan sebuah tempat yang tinggi untuk bertengger. Entah itu dahan pohon yang tinggi, atap rumah ataupun di atas lemari. Tapi, di ruangan ini tak menyediakan itu semua.
Saya beralih, mengintip ke jendela luar. Saya menoleh sekeliling, dan menyadari sepertinya ada sesosok hantu yang berada di depan gerbang gedung ini.
Saya menajamkan pandangan, dan sadar kalau sepertinya itu adalah hantu gadis kecil yang menemani saya ke tempat ini. Si Nana. Kenapa dia tak pergi dan masih menunggu saya di sana??
Saya pun segera menembus dinding, dan terbang menemuimu Nana yang sedang bertengger di bawah pohon rindang.
Ia sepertinya tak menyadari kehadiran saya, dan masih saja menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan, sambil bernyanyi kecil.
"Kau tidak pulang?" tanya saya, membuatnya berteriak kencang.
"Kyaaaaaa!!" pekiknya, sampai jatuh terjungkal dari atas pohon.
Ia jatuh terjerembab ke bawah, benar-benar menyentuh tanah karena memang pulau ini membuat kami bisa leluasa menyentuh apapun.
"Kakak, Nana kan terkejut!" keluhnya, sambil beranjak dan mengusap dada.
"Kihihihi, sana pulang. Sudah malam! Terimakasih sudah mau mengantar saya." sahut saya, membuatnya mengernyit dengan sangat.
"Lalu, kakak bagaimana nasibnya? Di tolak juga kah oleh Om Arnold?" tanyanya pa…
RUN
Kejutan Petak Umpet
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 66 Episodes
Comments
Hendra Putra
suka semua karya kak tetap semangat ya up nya☺️
2022-06-14
2
unknown
jadi ngabayangin Kun lgi terbang kek layangan dengan bajubesarnya🤣🤣
2022-06-13
3
مازييا لوبابا 🌼
Berasa lagi baca novelnya tereliye, imajinasinya bisa ngikut kemana mana 😀 Keren kak rima 😊
2022-06-11
1