Wajah Erick panik. Dia tak mampu melihat wajah Lexa yang pucat dengan banyak darah mengalir dari hidungnya. Yang dia tahu adalah membawa Lexa sekuat tenaganya, menuruni jalan yang sedikit landai, memperhatikan setiap langkahnya agar dia tak gontai. Kursi roda Lexa dia lupakan, dia hanya ingin secepatnya membawa Lexa pulang agar mendapat pertolongan dari Angga ataupun dari Ibunya, Martha.
Erick berlari secepat kuda, beban yang dia bawa di tangan cukup ringan sehingga tak menyulitkannya untuk berlari cepat. Ya, tubuh Lexa semakin kurus. Wajahnya juga terlihat tirus, bahkan Erick bisa merasakan tulang punggung Lexa dengan jelas. Tapi wajah ayunya belum terkikis, masih terlihat anggun dan sendu.
Dengan napas yang tersengal, Erick berusaha menguasai diri sendiri agar tetap kuat di hadapan Lexa yang mulia terkulai. Dia terdengar mengerang kesakitan, dan dia juga terdengar mengigau. Memanggil sebutan Ibu, kadang menyebut Ratih, dan tak ketinggalan Lexa juga menyebut namanya. Entah kenapa jika Lexa memanggil nama Erick, Erick merasa lega. Erick pasti berpikir bahwa Lexa masih mengingatnya, atau dengan kata lain Erick adalah bagian penting dari perjalanan hidup Lexa.
"Tante Ratih...." Teriak Erick dari luar rumah.
Dengan napas yang masih memburu, berteriak memanggil nama Ratih ketika sudah sampai di depan rumah Lexa.
"Tante...." Teriak Erick lagi.
Dia sudah sampai di teras, sementara Ratih, Angga dan Martha langsung bergegas keluar begitu mendapat sinyal panggilan dari Erick.
Ratih begitu tercengang melihat pemandangan di depan matanya. Melihat Erick yang tergopoh-gopoh membawa Lexa dalam rengkuhannya bermandikan darah. Sementara Angga dengan sigap menggantikan Erick membawa Lexa dalam dekapannya.
Ratih sedikit limbung, mukanya langsung pucat pasi hampir mirip wajah Lexa sekarang. Tubuhnya seakan tak mampu berdiri kokoh. Untung ada Martha yang membantunya untuk tetap tegak. Kemudian sedikit mengarahkan tubuh Ratih agar mengikuti Angga dan Erick yang sudah masuk ke dalam ruma…
Don'T Leave Me
Keadaan Lexa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments