Naufal masih mendengarkan tangis Nadira dan sambil mengusap-usap punggung kakaknya, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat,
"Hei kalian ini pacaran sampai nangis-nangis gitu, ini tempat umum, gak malu dilihatin orang? atau kamu menghamili wanita itu dan menolak bertanggung jawab? Dasar lelaki tidak tahu diuntung enaknya aja mau, giliran tanggung jawab gak mau" Orang itu berbicara tanpa jeda, dan menatap tajam ke arah Nadira dan Naufal.
Seketika Nadira menghentikan tangisnya walaupun masih terdengar sesenggukan nya.
"Hei Adik kecil, sebelum menuduh panjang lebar, coba tanya dulu apakah kami ini masih pacaran atau sudah menikah!" Jawab Naufal sambil menahan tawanya, sungguh perutnya sudah sangat sakit menhan tawa, radi menahan diri untuk menertawai kakaknya, sekarang juga ada orang datang-datang menuduh yang tidak-tidak.
"Enak saja panggil aku anak kecil, Aku Sudah SMA tau" Orang itu marah karna Naufal memanggilnya anak kecil.
"Oh emang kamu kelas berapa?" tanya Naufal
dan dengan polosnya dia menjawab "kelas satu, kenapa?"
"Nah berarti kita seumuran, aku juga baru kelas satu". Jawab Naufal.
"Nah artinya beneran kalian pacaran kan?, masa anak kelas satu SMA sudah menikah!" seru orang tersebut.
"Woi Bro, dari mana sih kamu bisa menebak kami pacaran?" Jawab Naufal yang sudah mulai kesal.
Nadira yang sudah bisa mengendalikan tangisnya akhirnya bersuara, "Adek, ini Naufal adek kandungku, sekarang coba kamu perhatikan apakah kami terlihat mirip?" Nadira bertanya seperti itu, karna banyak orang yang berkata bahwa mereka mirip, jadi kalau mata adek itu sehat dia pasti bisa menilai.
"Tapi sebenarnya juga, gak masalah kalau kamu melihat kami seperti pasangan, berarti adikku ini bisa diandalkan untuk menjaga kakaknya yang melow ini, jadi aki tidak perlu khawatir kalau mahramku ini tidak bisa mengayomi ku walaupun umurnya lebih kecil dari aku".
Mendengar jawaban Nadira, orang itu terdiam dan wajahnya berubah sendu, "kalau begitu saya minta maaf kak, karna sudah berburuk sangka sa…
Nadira Si Anak Guru Honorer
Reihan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments