“Aku nyaman bersamamu, aku juga bahagia bisa menikah denganmu. Itu jawabanku.”
Itulah kalimat terakhir ketika kami mengakhiri pembicaraan kami tentang perasaan kami masing-masing. Setelah memutuskan untuk berpisah, Niko tampak menyibukkan dirinya di kampus. Selama 3 hari ini aku dan Niko tidak pernah saling berbicara. Bahkan, hanya untuk sekedar menyapa dan melihat wajahnya saja tak bisa.
Tekad kami untuk berpisah sudah bulat. Setelah kami memutuskan untuk berpisah, perlahan aku mulai membicarakan hal ini dengan keluargaku. Kedua orang tuaku sepertinya menentang keputusan kami untuk bercerai. Tapi, setelah aku mencoba untuk menjelaskan semuanya, akhirnya mereka setuju walau tampak terlihat jelas kalau sesungguhnya mereka sangat kecewa sekali terhadapku.
“Ini keputusanmu, Nadia. Jika kamu memang berencana berpisah dengan Niko, berpisahlah dengan cara baik-baik,” ucap papah saat kami tengah berkumpul bersama di ruang keluarga.
“Apa Niko sudah membicarakan hal ini dengan keluarganya?” tanya mamah.
Aku mengangguk pelan dan menundukkan kepalaku tak berani menatap wajah kedua orang tuaku yang terlihat sangat kecewa sekali.
“Apa kalian sudah yakin dengan keputusan kalian?” tanya mamah kembali untuk memastikan.
“Keputusan kami sudah bulat dan tidak akan berubah. Jadi, keputusan terakhir kami adalah berpisah.”
“Mamah hanya bisa mendukung apapun keputusan kamu, Sayang. Karena kamu yang menjalani rumah tanggamu dan mamah hanya bisa berkata bersabarlah dan tetap tegar,” katanya pelan sembari memelukku dengan erat.
Tak terasa butiran air mataku berjatuhan. Di dalam pelukan mamah, aku menangis dan meratapi nasib pernikahan mudaku yang sudah gagal. Papah sepertinya mengerti keadaanku, karena beliau juga pernah merasakan rasanya menjadi diriku. Pernah merasakan gagal dalam pernikahan dan berpisah hanya dengan sebuah alasan klasik yang menurutku selalu ada di dalam rumah tangga seseorang.
“Papah pernah mengalami kegagalan itu sekali,” ujar papah setelah mamah pergi hingga membuatku…
MY WEDDING
KEPUTUSAN TERAKHIR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments