Semenjak kejadian di kantin kemarin sore, sampai pagi ini gue masih mengabaikan Nadia. Ini adalah pertengkaran pertama kami setelah 1 tahun kami menikah. Sebenarnya, gue tidak wajar sama sekali mengabaikannya seperti ini. Mungkin, inilah sifat buruk seorang pria jika sedang bertengkar dengan seorang wanita dalam menjalin suatu hubungan.
Sifar egois dan gengsi terlalu membelenggu di dalam hati. Yang salah di sini sepertinya memang gue, tapi gue malah gengsi untuk berbicara terlebih dahulu kepadanya. Sifat inilah yang sebenarnya gue benci, tapi gue sama sekali tidak bisa merubah sifat tersebut. Ini semua terlalu alamiah.
Setelah selesai sarapan, gue dan Nadia kembali pergi bersama ke kampus. Gue lihat Nadia sama sekali tidak menyentuh sarapannya. Ingin sekali gue menyeramahinya, tapi gue terlalu gengsi berbicara dengannya.
Selama di dalam mobil, gue hanya berkonsentrasi menyetir dan menatap lurus ke depan. Namun, sesekali gue melirik ke arah Nadia yang sejak tadi diam membisu. Wajahnya yang tirus dan tampak mungil terlihat begitu pucat. Karena kulitnya yang putih itulah, ia terlihat seperti vampir. Gue melihat kedua bola matanya sembab, merah dan terdapat kantung mata seperti kurangnya tidur.
Apa yang terjadi padanya semalam? Apa dia tidak tidur? Apa dia menangis semalaman? Tapi, kenapa? Banyak sekali pertanyaan berkecamuk di isi kepala gue. Tapi, gue terlalu gengsi untuk memulai percakapan terlebih dahulu.
Sesampainya di kampus, dari jarak yang cukup jauh gue bisa melihat ada keberadaan Maxime yang sedang melihat ke arah kami berdua. Sebenarnya, ini yang menjadi inti permasalahan yang ada di dalam pertengkaran kami berdua. Rasanya, gue sangat membenci orang itu. Dan, gue tidak tahu alasan apa yang membuat gue harus membencinya.
“Aku ke kelas dulu,” ucap Nadia membuka suara dan terdengar lemah.
“Tunggu!”
Gue menghentikan langkah Nadia hingga membuatnya menghentikan langkahnya dan menatap wajah gue dengan lirih.
“Ada apa?”
“Kamu sakit?” tanya gue cemas mend…
MY WEDDING
BACK TO MEMORY
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments