Sambil membawa tugas-tugas yang belum terselesaikan, gue segera bergegas menuju perpustakaan setelah bertemu dengan wali dosen gue di ruangannya. Tampaknya, perpustakaan hari ini terlihat begitu ramai. Bahkan, gue sempat melihat ada Nina dan juga Bobby di sana.
“Kemana aja lo Bro, jam segini baru di kampus?” tanya Bobby yang sedang sibuk dengan tugas-tugasnya dan seabrek buku-buku tebal yang berserakan di meja.
“Gue tadi ketemu wali dosen dulu,” jawab gue yang langsung duduk di samping Bobby dan membuka laptop.
“Gila, ini sih keren banget, Nik! Laporan yang lo buat menurut gue perpect banget, rapi dan berbobot. Elo emang jenius!” serunya saat melihat isi laporan yang berada di laptop gue.
“Gue harus kejar target, Bob. Gue harus melanjutkan S2 gue di Jerman. Dan, gue harus jadi dokter anak.”
“Elo serius? Dikira gue elo bercanda soal melanjutkan S2 lo di Jerman. Tapi, bukannya lo lagi memperdalam tentang penyakit dalam, yah? Dan, bukannya elo diminta untuk masuk spesialis bedah sama profesor Anton?”
Gue mengambil buku tebal tentang penyakit kanker yang berada di dalam tas. Sambil membuka buku tersebut, mata gue masih tertuju ke arah laptop.
“Awalnya begitu, tapi lama-lama gue mulai tertarik menjadi dokter anak.”
“Tapi, jadi dokter spesialis bedah atau dokter penyakit dalam itu keren, Nik.”
Gue berhenti mengerjakan laporan gue sejenak dan menatap wajah Bobby untuk beberapa saat. Wajah polos tanpa dosa yang diisyaratkan dalam ekspresi Bobby saat ini benar-benar membuat gue rasanya tak jadi untuk melempar kemarahan gue padanya.
“Gue menjadi dokter itu bukan untuk terlihat keren, tapi gue ingin menyelamatkan nyawa manusia yang ada di muka bumi ini. Anak itu kan salah satu penerus bangsa kita, jadi gue harus memperkecil volume angka kematian untuk anak-anak di mulai dari hari ini.”
Bobby terdiam dan tak mengedipkan matanya sama sekali. Tiba-tiba saja ia memberikan
standing applause dan memeluk gue begitu erat.
“Gue bangga sama lo, Nik! Elo emang sahabat gue yang paling the…
MY WEDDING
MIMPI BESAR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments
Marini Sartika
so.sweet
2020-09-17
1