Tias menggeliat malas di atas ranjang. Matanya berkedip pelan saat merasakan sinar matahari tertangkap di retina matanya. Sepertinya sudah terang, pikirnya. Tapi untuk beberapa saat Tias terdiam seperti memikirkan sesuatu dengan kata sudah terang itu.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Empat detik.
" Astaga mak! Gue nggak sholat subuh tadi !" Tias langsung terduduk di atas ranjangnya dengan mata mencari panik keberadaan jam dinding di kamarnya.
" Mampus udah jam tujuh juga tuh. Alamat diomelin nenek ini." gumamnya.
Tias melompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Tanpa mandi ia berjalan cepat keluar kamar dengan tangan sibuk menyisir rambut panjangnya. Semoga saja kalau diginikan rambutnya masih bisa rapih.
" Kok udah bangun, nggak kurang tidurnya ? Masih jam tujuh ini, masih banyak waktu buat tidur." ucap nenek Ruwi.
Tias meringis di dalam hati meruntuki kesalahannya. Lagian ini bukan salahnya juga karena tadi malam Tias pulang hampir jam dua belas malam. Seharusnya neneknya juga menyalahkan si Kades muda yang tidak memberitahunya kalau kumpulan itu bisa memakan waktu yang sangat lama bukannya sebentar.
" Biasakan aja bangun jam segini sampai malaikat yang bangunin kamu sendiri." nenek Ruwi meletakkan kasar piring dan segelas susu di depan Tias.
" Anak gadis kok bangunnya nunggu terang dulu." lanjutnya dengan mata yang memandang sinis.
Tias mengusap tengkuknya untuk menghilangkan rasa canggungnya. Sudah beberapa hari ia tinggal di sini tapi tetap saja kebiasaannya dulu tidak bisa Tias hindari.
" Maaf nek, besok besok nggak Tias ulangi lagi." ucapnya.
Nenek Ruwi menghela napas dan duduk di seberang meja makan yang berhadapan dengan Tias. " Nenek ngomel kayak gini karena kamu salah."
" Tias tahu." Tias menundukkan kepalanya.
" Ya udah untuk sekarang nggak apa apa asal besok jangan diulangi lagi."
Tias mengangguk dan tersenyum lega. Dulu waktu di Jakarta yang Tias tahu hanyalah sekolah dan terkurung di dalam rumah de…
Jodohku Kades Muda
Kekurangan Tias
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments