Tias membenci kenyataan itu. Andai saja neneknya tidak bilang siapa suami dari Sinta dan ayah dari si Kades itu. Mungkin Tias tidak akan pernah tahu dimana orang itu berada sekarang dan bagaimana keadaannya. Tias tidak menyukai keadaan dimana orang itu masih bisa bernapas dan bahagia bersama keluarganya sedangkan pamannya harus mendekam di dalam tanah.
Tias merasa kehidupan ini tidak adil untuk pamannya. Karena semua kebaikan yang dia lakukan hanya berujung pada kematiannya sendiri. Tanpa mengingat di sini masih ada Tias yang sangat membutuhkannya.
" Yas, Tias !"
Tias tersentak dan segera menoleh ke samping dan melihat Mawar yang sedang memandangnya kesal.
" Apa ?"
" Apa apa ! Kamu itu yang kenapa ?! Kita ini udah sampai tapi kamunya malah melamun kayak orang kesurupan." Mawar mengeluarkan semua kekesalannya.
Tias turun dari motor lalu mengambil kuncinya sebelum tersenyum memandang Mawar. " Maaf aku sedang mikir sesuatu tadi."
" Kebanyakan mikir sampai nggak tahu kalau ini waktunya seneng seneng." Mawar membalas dengan nada sinis.
Tias tidak menghiraukan kekesalan Mawar untuknya. Ia dengan santai merangkul pundak Mawar yang lebih pendek beberapa senti darinya. " Ayo jangan gantian marah dan mikir yang nggak nggak. Sekarang tunjukkin aja dimana tempat kandang kudanya."
" Tapi kamu jangan melamun lagi ! Nanti keinjak kuda baru tahu rasa."
" Iya iya."
Mawar berjalan menuju kandang kuda milik keluarganya bersama Tias. Banyak orang yang berada di peternakan itu seperti berlatih, berkuda biasa, atau bermain Polo di lapangan yang sudah disediakan khusus di sebelah peternakan. Tias memandang sekelilingnya sembari menganggukkan kepalanya. Ternyata peternakan yang dimaksud Mawar bukan hanya peternakan tempat memelihara kuda saja. Tetapi sekalian dibuat untuk tempat menghasilkan uang yang mungkin memiliki keuntungan banyak.
" Rame orang di sini ya War ?" tanya Tias.
" Iya karena di sini sekalian tempat berkuda. Kayak pak Kades contohnya, dia sering banget berkuda dan main Polo…
Jodohku Kades Muda
Berkuda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments