Rahmat Bodoh

Karena kejadian kemarin, Tias dilarang neneknya untuk pergi ke Cafe maupun sekedar lari pagi seperti rutinitasnya setiap hari. Jadi karena itu juga Tias sekarang hanya bisa jalan jalan keliling rumah dan menyiram bunga di halaman. Untung saja ada bunga di rumahnya, kalau tidak mungkin ia akan mati kebosanan untuk hari ini.

" Sut, sut, sut, !"

Suara aneh datang tiba tiba dari arah pagar. Tias segara menoleh dan melihat ada jemari manusia disela besi pagar rumahnya. Ia berjalan mendekat dengan hati hati. " Siapa ?" tanyanya.

" Aku loh Yas."

Mendengar suara yang yang akrab di telinganya. Tias membuka pagar rumahnya dan melihat Mawar yang tersenyum lebar hingga menapakkan giginya yang putih dan rapih.

" Ada apa kok kamu kayak maling gitu manggilnya ?"

Mawar terkekeh menyadari kebodohannya. " Kurang kerjaan, lagi pengen jadi orang nggak jelas aja hari ini."

" Dasar aneh." Tias mencibir kesal. " Ayo masuk, cerita ceritanya di dalam aja."

" Oke, sambil numpang makan boleh ?" tanya Mawar tanpa malu sedikitpun.

Tias menganggukkan kepalanya. " Boleh tapi ambil sendiri ya. Aku males kalo suruh ngambil ngambilkan."

" Iya." Mawar berjalan mengikuti Tias masuk ke dalam rumah. " Nenek pergi ya ?"

" Iya, pengen ngajar di TK katanya."

" Pantesan sepi, oh ya Yas ! Tadi rombongannya Hilman aku liat mau ke sini kayaknya."

Tias yang duduk di kursi meja makan mengerutkan keningnya heran. " Tahu dari mana ?"

" Tadi mereka beli buah banyak banget ditempatnya mang Septo. Aku sapa mereka tadi kan, terus sekalian aku tanya dan katanya mereka mau ke sini jenguk kamu yang lagi sakit. Memangnya kamu sakit Yas ? Kok aku nggak tahu ?" tanya Mawar.

Tias mengangkat bahu acuh dan mengambil buah apel di meja makan. " Kemarin iya aku sakit sampai dokter Silla yang ngurusin. Tapi sekarang udah sembuh, lagian mereka tahu dari mana kalau aku sakit ?"

" Enggak tahu, maaf ya aku nggak tahu kalau kamu sakit kemarin."

" Santai aja, aku juga nggak parah sakitnya. Cuma sehari aja habis itu sekarang udah sembuh.…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Reni Anjarwani

Reni Anjarwani

lanjut thor

2023-03-23

1

eL cHia

eL cHia

telinga merah bukannya menahan marah ya?

2023-03-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!