Bismillahirohmanirohim.
"Ai buat minum untuk suamimu ya?"
Aira tengah asik mengaduk teh yang Aira campur dengan sedikit madu di dalamnya.
Aira merasa jika dirinya diajak bicara oleh seseorang menoleh kesamping dimana orang yang bertanya pada dirinya berdiri tepat di sebelah Aira. "Nenek! iya nek Aira buat minum untuk mas Ken."
"Sambil baca sholawat ya Ai."
"Alhamdulillah Aira juga lagi sambil sholawatan nek."
"Alhamdulillah Ai, jangan pernah tinggalkan sholawat." Aira mengangguk untuk mengiya kan ucapan umi Rika.
"Gimana Ai suamimu? ganteng kan baik pula." seorang yang berjalan dari ruang tamu sambil masuk ke dapur ikut nimbrung percakapan umi Rika dan Aira.
"Alhamdulillah oma."
"Terus kamu buat apa tuh Ai?" kini Lina juga penasaran apa yang sedang cucunya itu buat.
"Lagi bikin teh madu oma."
"Kenapa kamu nggak kasih jamu ini aja Ai, tadi oma udah siapin buat suami kamu biar kuat." Ucap Lina sambil senyum jahil.
Aira yang tak mengerti apa-apa hanya menyeritkan dahinya, sedangkan umi Rika menggeleng pelan atas tingkah laku besannya ini.
"Maaf oma tapi tadi mas Ken bilang nggak mau minuman yang pahit-pahit katanya." Tolak Aira secara halus, jujur Aira tidak tega menolak pemberian oma nya, tapi mau bagaimana lagi Ken sudah berpesan jika tidak mau dibuatkan minuman yang pahit.
"Oke baiklah, tapi kamu tidak lupa kan Ai kewajiban kamu sebagai seorang istri, ini malam pe-"
"Ai tahu oma, tapi sekarang Aira lagi datang bulan." Aira terpaksa memotong pembicaraan oma nya yang belum selesai. Aira tahu tidak boleh menyela bicara orang lain, tapi jika tidak dicegah oma nya akan membuat Aira merasa malu, apalagi Aira melihat Azzar dan Afka memasuki dapur. Bisa diserbu secara bersama dirinya nanti. Tadi saja saat keluar dari kamar Aira sudah diserang oleh Afka dan Azzar.
"Ya gagal dong Ken." Gumun Lina dan umi Rika pelan.
"Aira ke atas dulu kasian mas Ken nunggu lama." Pamitnya pada mereka semua.
Aira datang bulan sesaat setelah melakukan sholat isya waktu Aira mengeluh pada Ken j…
Ketika Kita Berjodoh
Gagal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments