Kepalanya mulai terasa sakit kembali.
Jika sedang banyak fikiran, Javir pasti merasa kepalanya sakit, bahkan terkadang dia akan deman, seperti saat dia demam dan tidur di An Angel waktu itu.
Javir tidur di kursi panjang tempat biasa dia dan ketiga temannya berkumpul di An Angel. Dia sedang menunggu Gea turun dari lantai tiga untuk pergi bersama keacara makan-makan bersama yang lainnya.
Terasa ada tangan yang menyentuh keningnya membuat Javir perlahan membuka matanya.
Gea berdiri disampingnya dengan tangan menyentuh kening Javir.
"Loe demam lagi?" Tanya Gea.
Javir memejamkan mata sambil duduk di kursi, kepalanya mulai terasa pening.
Gea daduk disamping Javir dan menyeka keringat dingin di pipinya, "gak usah ikutan deh" ucap Gea dengan nada khawatir.
Javir menatap Gea dengan senyum lembutnya, "no" tolaknya. "Dimobil gue ada obat kok, nanti loe yang nyetir gue tidur bentar sepanjang perjalanan."
Gea menghela nafas mendengarnya.
Tangan Javir mengelus pipi Gea, "I'm ok My An."
Terlihat Gea hanya menatap pasrah pada Javir yang menatapnya dengan tatapan lembut dan senyum lebar mencoba meyakinkan Gea jika dia baik-baik saja.
"Maaf mengganggu"
Fariz, sudah berdiri tidak jauh dari mereka, menatap datar pada Javir dan Gea bergantian.
Javir mengangkat sebelah alisnya, tangannya melingkar di pinggang Gea dan menyandarkan kepalanya di pundak Gea santai.
"Temen gue mau koleb sama kita, loe ada waktu gak?" Tanya Fariz menatap Gea tampa mau menghiraukan keberadaan Javir disana.
Gea mengangguk, "ok ... kapan emangnya."
"Gak malam minggu atau hari minggu" celetuk Javir sebelum Fariz menjawab pertanyaan Gea.
Gea melirik Javir yang memejamkan matanya di pundaknya, keningkanya terasa hangat sampai menembus baju di pundak Gea.
Tangan Gea kembali menyentuh keningnya.
"Malam jum'at" ucap Fariz datar.
"Disini"celetuk Javir lagi dengan suara lebah, "gue mau liat."
Gea hanya bisa menghela nafas kembali menoleh menatap Fariz, "malam jum'at disini gimana?."
Mata Faris memicing menatap Javir tida…
Watching You
Pajak Jadian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments